ASEAN Dalam Menghadapi Terorisme

Terorisme adalah tindakan kekerasan atau ancaman untuk melakukan tindakan yang ditujukan kepada sasaran acak (tidak memiliki hubungan langsung dengan pelaku) yang berakibat pada kerusakan, kematian dan ketakutan. Tindakan terorisme dilakukan dalam rangka memaksakan suatu kehendak kepada pihak yang dianggap musuh atau lawan oleh kelompok teroris, sehingga kepentingan-kepentingan mereka diakui dan dihargai (Mustofa, 2002). Pada masa sekarang ini terorisme telah menjadi salah satu ancaman yang paling serius baik dalam negara maupun kawasan regional. Masalah terorisme menjadi masalah yang banyak dihadapi oleh yang ada negara-negara di kawasan Asia tenggara. Munculnya terorisme di kawasan Asia Tenggara didasarkan oleh dua alasan. Pertama, mayoritas penduduk di kawasan ini beragama Islam yang dicurigai Amerika Serikat sebagai inti dari terorisme dan radikalisme. Kedua, di sebagian wilayah Asia Tenggara terdapat kelompok Islam sektarian yang mempunyai karakter keras dalam menyampaikan aspirasinya (Cipto, 2007).

Dalam menghadapi ancaman terorisme ini setiap negara-negara anggota ASEAN memiliki persepsi yang berbeda beda, namun untuk menghadapi serangkaian isu tentang terorisme, negara-negara anggota ASEAN telah melakukan berbagai upaya untuk menghadapi ancaman terorisme di kawasan ini. Peranan ASEAN dalam memberantas tindak pidana terorisme di Kawasan Asia Tenggara berdasarkan Convention on Counter Terorism adalah dengan melakukan kerjasama dengan negara-negara Anggota ASEAN dan negara mitra ASEAN. Selain itu adapun beberapa contoh bentuk dari kerjasama-kerjasama tersebut adalah pembentukan Asean Regional Forum, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-7 ASEAN Summit, Konferensi ASEAN Chiefs of Police (ASEANAPOL), ASEAN juga melakukan kerjasama dengan Amerika Serikat dalam kegiatan pemberantasan terorisme, ASEAN dan Uni Eropa dalam kegiatan pemberantasan aksi terorisme di kawasan Asia Tenggara dan ASEAN + 3 dalam memberantas terorisme.

Melalui upaya upaya yang telah dijabarkan diatas salah satu pencapaian yang dicapai ASEAN dalam memberantas isu terorisme di kawasan Asia Tenggara adalah dengan dideklarasikannya ASEAN Convention on Counter Terrorism pada 2007. ACCT (ASEAN Convention on Counter Terrorism) adalah konvensi yang mengikat para negara-negara anggota ASEAN dalam komitmennya untuk melakukan perlawanan terhadap terorisme. ACCT ini menghasilkan penguatan kerjasama regional dalam ASEAN, misalnya dalam bantuan hukum masalah pidana dan kemungkinan adanya proses ekstradisi kepada tersangka pelaku terorisme. Konvensi ini telah ditandatangani oleh negara-negara anggota ASEAN di Cebu Filipina pada KKT ASEAN-12 tahun 2007. Prinsip- prinsip yang terkandung dalam konvensi ini yaitu menghormati kedaulatan negara, kesetaraan, integritas wilayah dan identitas nasional, tidak boleh ada campur tangan urusan dalam negeri, menghormati yurisdiksi kewilayahan dan adanya bantuan hukum timbal balik serta mengedepankan penyelesaian perselisihan dan permasalahan secara damai. Namun Secara khusus ACCT ini mempunyai prinsip yang merupakan nilai tambah yang tidak dimiliki oleh konvensi melawan terorisme yang lain, yaitu ketentuan tentang program rehabilitasi atau diradikalisasi tersangka pelaku terorisme, perlakuan yang adil dan manusiawi, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam proses penanganannya (Chow, 2005).

Kesepakatan kerjasama yang telah dibuat ASEAN dapat memperlihatkan bahwa ASEAN ingin membangun mekanisme regional dalam menyelesaikan masalah terorisme secara regional. Namun pada kenyataannya, ASEAN belum memberikan tindakan yang kuat dari negara-negara anggotanya untuk menjalankan kesepakatan-kesepakatan yang ada untuk penyelesaian masalah terorisme. Selain itu ASEAN dihadapkan tantangan besar di bidang kerjasama counter terorism saat ini, tantangan ini berhubungan dengan prinsip “ASEAN Way”. Prinsip non-interference sering dianggap sebagai penghambat dalam penanggulangan terorisme yang dalam implementasinya memerlukan “intervensi” dari sesama anggota ASEAN (Bangun, 2009).

Referensi

Cipto, B. (2007). Hubungan Internasional di Asia Tenggara: Teropong Terhadap Dinamika, Realitas, dan Masa Depan. Pustaka Pelajar.

Bangun, B. H. (2009). Pengaruh dari Kedaulatan Negara Terhadap Pelaksanaan Mekanisme Kerjasama ASEAN Dalam Pemberantasan Terorisme. Pandecta, 14(1), 1-12. http://dx.doi.org/10.15294/pandecta.v14i1.17777

Chow, J. T. (2005). ASEAN Counterterrorism Cooperation Since 9/11. Asian Survey, 45(2), 302-321. https://scholar.google.com/scholar?oi=bibs&cluster=7063285425779795535&btnI=1&hl=en

Mustofa, M. (2002). Memahami Terorisme: Suatu Perspektif Kriminologi. Jurnal Kriminologi Indonesia, 2(3), 30-38. https://scholar.ui.ac.id/files/13571559/memahami_terorisme_suatu_perspektif_kriminologi.pdf

Author: Merry

34 thoughts on “ASEAN Dalam Menghadapi Terorisme

  1. Mantap👍 sangat menarik terimakasih author untuk artikel yang bermanfaat ini, semangat terus untuk dan tetap terus menjadi inspirasi bagi kami para pembaca ini, sukses kedepannya merry 😇

  2. Pingback:asap market link
  3. Pingback:sig sauer p938

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *