Alternativa Bolivariana Para Las Americas (ALBA): Kerjasama Regional sebagai Upaya Membendung Hegemoni Amerika Serikat di Amerika Latin

Berakhirnya perang dingin pada tahun 1991 menandai kemenangan Amerika Serikat atas Uni Soviet. Kemenangan tersebut juga merupakan kemenangan bagi neoliberalisme sebagai ideologi AS. AS yang menjadi negara super power otomatis memiliki pengaruh diberbagai negara, oleh karena itu AS membuat ideologi neoliberalisme diadopsi di beberapa kawasan seperti kawasan Eropa, Asia, Amerika latin bahkan sampai Afrika. AS menganggap ideologi mereka adalah ideologi terbaik bagi sebuah negara.

Kebijakan Neoliberalisme Amerika Serikat ini didasarkan pada upaya untuk membuka pasar internasional yang dinilai membawa kemakmuran global. Dalam sistem kebijakan tersebut bertujuan untuk menyamaratakan orientasi kebijakan ekonomi dalam sistem perdagangan internasional. Namun hal tersebut sangat sulit diterapkan pada negara-negara Amerika Latin. Adanya penolakan kerjasama karena unsur politik yang berlawanan dan ketidaksenangan para pemimpin kiri di Amerika Latin menjadi penyebab utamanya (Suyomukti, 2007). Alhasil penerapan kebijakan neoliberalisme di Amerika Latin yang merupakan dampak dari dominasi AS mengalami kegagalan. Negara-negara Amerika Latin mengalami peningkatan pengangguran yang cukup tajam yaitu sampai pada angka 8%. Selain itu perdagangan bebas membuka peluang masuknya perusahaan multinasional AS ke Amerika Latin. Kebijakan Neoliberalisme AS tersebut secara tidak langsung menjadikan negara-negara Amerika Latin mengalami krisis ekonomi karena dianggap telah menciptakan ketimpangan dan kesenjangan pada rakyat (Mena, 2009).

Keterpurukan Amerika Latin atas kebijakan Neoliberalisme menimbulkan sebuah bentuk perlawanan dan didukung pula oleh pemimpin baru di Amerika Latin yang memiliki sikap anti Amerika Serikat. Hugo Chaves sebagai Presiden Venezuela bersama Fidel Castro dari Kuba dan Evo Morales dari Bolivia menjadi pelopor penentangan dominasi Amerika Serikat ini (Walton, 2004). Pada tahun 2004 penentangan tersebut kemudian dibentuk dengan menjalin Kerjasama regional di Amerika Latin yang berfokus pada bidang ekonomi unutuk terlepas dari campur tangan Amerika Serikat. Kerjasama tersebut dinamakan Alternativa Bolivariana Para Las Americas / Bolivarian Alternative for Latin Americas and the Caribbean (ALBA).

Pada awalnya ALBA hanya beranggotakan dua negara yaitu Venezuela dan Kuba. Lalu pada akhirnya Bolivia, Nikagarua, Honduras Dominika, Nicaragua, Barbuda, Saint Vincent dan Grenada serta Ekuador ikut bergabung. Dengan keanggotaan tersebut menjadikan ALBA sebagai bentuk integrasi regional yang kuat. Pada dasarnya ALBA memiliki prinsip sebagai anti-neoliberal, anti-imperialis, bahkan anti-kapitalis (Muhr, 2016). Anti-neoliberalisme merujuk pada kebijakan neoliberalisme yang diterapkan Amerika Serikat di Amerika Latin hanya menimbulkan banyak kerugian yang diterima. Oleh karena itu, ALBA memiliki solidaritas, kerjasama dan keadilan yang dapat menciptakan perubahan dalam kehidupan Amerika Latin dalam membendung dominasi Amerika Serikat. ALBA sebagai anti-imperialis berfungsi untuk menghapuskan penindasan dari hegemoni Amerika Serikat atas Amerika Latin. Selain itu ALBA juga memperjuangkan kedaulatan negara anggota dimana tidak ada yang berhak mencampuri urusan domestiknya.

ALBA juga memiliki sebuah progam penting yang dinamakan Grandnational Project (GNP) dan Grandnational Companies (GNC). Saat ini ALBA memiliki proyek besar yang masih dalam tahap pembangunan dan ALBA akan memperluas proyek tersebut melalui GNP. Salah satu progam dalam GNP adalah progam Pendidikan bagi anggota ALBA. Lalu dalam progam GNC, ALBA memiliki tujuan untuk menekan dominasi kapitalis yang dilakukan oleh perusahaan multi nasional. Untuk menciptakan area perdagangan yang adil, ALBA mengubah prinsip keunggulan komparatif untuk perusahaan yang merupakan milik dua atau lebih negara anggota ALBA menjadi keuntungan koperasi dalam memenuhi kebutuhan barang dan jasa untuk dialokasikan kepasar intra-ALBA (Sarmiento, 2015).

Kerjasama regional Amerika Latin tidak luput karena adanya kedekatan yang berbasis ideologi para pemimpin sehingga terciptanya kesepemahaman. Yang menarik adalah kerjasama ini hanya mencakup sebagian kecil dari keseluruhan negara yang ada di Amerika Latin sehingga membuat kerjasama regionalisme ini berbeda dari kebanyakan Kerjasama regionalisme pada umumnya. Namun, negara anggota mampu bekerjasama untuk mengintegrasikan kepentingan mereka, sehingga mereka mampu untuk melengkapi, bukannya bersaing satu sama lain. Hal tersebut sangat mempengaruhi ALBA untuk mampu membentuk alternatif yang berbeda dari perdagangan bebas dan melepas hegemoni Amerika Serikat di Amerika latin.

Referensi:

Suyomukti, N. (2007). Revolusi Bolivarian: Hugo Chavez dan Politik Radikal. Resist book.

Muhr, T. (2011). Conceptualising The ALBA-TCP: Third Generation Regionalism and political Economy. International Journal of Cuban Studies, 3(2), 98-115. https://doi.org/10.2307/41945939

Sarmiento, M. G. (2015). The Bolivarian Alliance for the Peoples of Our America Trade Treaty (ALBA-TCP) and the Creation of a Centre for the Settlement of Investment Disputes. SSRN Electronic Journal, 1(1), 1-7. https://doi.org/10.2139/ssrn.2702419

Walton, M. (2004). Neoliberalism in Latin America: Good, Bad, or Incomplate?. Latin American Research Review, 39(3), 165-183. https://doi.org/10.1353/lar.2004.0061

Mena, M. E. (2009, 14 Juli). Neoliberalisme, Solusi atau Dependensi? Studi kasus : Kegagalan Neoliberalisme di Amerika Latin. WordPress. http://kopiitudashat.wordpress.com/2009/07/14/neoliberalisme-solusi-atau-dependensistudi-tentang-kegagalan-neoliberalisme-di-amerika-latin-oleh-maria-elysabet-mena/

37 thoughts on “Alternativa Bolivariana Para Las Americas (ALBA): Kerjasama Regional sebagai Upaya Membendung Hegemoni Amerika Serikat di Amerika Latin

  1. Pingback:hp sunucu servis
  2. Pingback:CHEE TING

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *