Aliansi Jepang dan Amerika Serikat dalam Menghadapi Dominasi China

Kawasan Asia Timur merupakan kawasan yang sangat rawan terjadi konflik dikarenakan letak negara-negaranya berdekatan dan memiliki sejarah yang hampir sama. Hal ini membuat terjadinya persaingan di bidang keamanan antar negara-negara di Kawasan Asia Timur, termasuk Jepang. Jepang merupakan salah satu negara di Asia Timur yang memiliki kekuatan militer yang cukup kuat dan sering kali bersaing dalam meningkatkan sektor militer, terutama dalam meningkatkan kekuatan persenjataan. Selain Jepang, China juga sedang berusaha untuk menguasai kawasan Asia Timur dengan meningkatkan anggarannya di bidang militer. Hal ini membuat khawatir Jepang, karena dapat mengganggu stabilitas kawasan Asia timur.

Jepang pun berusaha untuk terus menjaga stabilitas Asia Timur dengan melakukan aliansi dengan Amerika Serikat. Sebelumnya, kedua negara ini memiliki sejarah yang kelam. Seperti yang kita tahu, pada saat Perang Dunia II, Jepang telah menyerang pangkalan angkatan laut milik Amerika Serikat yaitu Pearl Harbour. Hal ini membuat hubungan Jepang dan Amerika Serikat sempat memanas dan saling menyerang, sampai pada akhirnya Jepang mengaku kalah dari Amerika Serikat. Setelah kejadian ini, Amerika Serikat dan Jepang pun melakukan aliansi di bidang keamanan melalui perjanjian yang dinamakan San Fransisco Treaty dan Japan-US Security Treaty. Dengan adanya perjanjian itu, maka Amerika Serikat bertanggung jawab untuk melindungi keamanan negara Jepang. (Listiana et al., 2015).

Menurut Friedman (1970), dalam hubungan internasional aliansi menunjukkan sebuah hubungan kerja sama di antara dua atau lebih negara yang mencakup kolaborasi dalam waktu yang telah ditentukan mengenai isu-isu yang saling menguntungkan serta penyatuan kemampuan negara yang tergabung untuk berpartisipasi dalam urusan internasional. Pada awalnya aliansi ini hanya fokus terhadap keamanan Jepang, namun kini sudah berkembang menjadi upaya untuk menjaga perdamaian dan keamanan dunia, menjaga stabilitas Asia Timur, dan peningkatan kerja sama di segala aspek untuk memperkuat aliansi. Aliansi keamanan Jepang dan Amerika Serikat merupakan aliansi yang sudah terjalin sejak tahun 1951 hingga sekarang.

Aliansi ini tentunya sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak baik pihak Jepang maupun pihak Amerika Serikat. Hal ini dikarenakan kedua negara ini memiliki kepentingan yang sama terhadap China. Hal ini disebabkan karena Jepang dan Amerika Serikat sangat terganggu dengan sikap China yang selalu mengklaim pulau seenaknya dan inipun dianggap tidak menghormati hukum internasional. Amerika Serikat sendiri juga diketahui memiliki masalah dengan China karena perang dagang dan penolakan China terhadap keputusan pengadilan internasional untuk hukum laut sehingga Amerika Serikat yang dikenal sebagai World Police turun tangan dalam menjalankan tanggung jawab untuk menjaga perdamaian di Laut Cina Selatan. (Rifki, 2020)

Upaya China untuk menguasai kawasan Asia Timur dan klaim terhadap Laut China Selatan ini sangat ditentang oleh dunia. China juga terus berupaya untuk mendominasi Indo Pasifik yang diketahui sebagai akses untuk pasar strategis di mana kawasan tersebut selalu memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik dan terus berkembang. Hubungan China dengan Jepang dan Amerika Serikat pun semakin memburuk setelah China mengklaim Pulau Senkaku dan mencabut larangan pengambilan ikan di perairan tersebut.

Semenjak Yoshihide Suga menjadi Perdana Menteri, ia membuat kebijakan untuk meningkatkan kekuatan militernya yang bertujuan untuk melawan China yang telah merebut pulau-pulau milik Jepang. Dengan adanya aliansi dengan Amerika Serikat ini, Jepang mengadakan sebuah latihan militer berskala besar yang disebut Keen Sword. Jepang dan Amerika Serikat melakukan pelatihan militer yang mencakup latihan udara, laut, dan darat di prefektur Okinawa dan perairan di sekitarnya. Pelatihan militer ini digelar secara rutin setiap dua tahun sekali dan melibatkan puluhan kapal perang, ratusan pesawat dan 46.000 tentara, pelaut dan marinir dari Jepang dan Amerika Serikat. (Kurniawan, 2020).

Peran Amerika Serikat dalam pelatihan militer ini karena Amerika Serikat memiliki kepentingan di kawasan Asia Timur, yaitu untuk mencegah adanya kekuatan yang mendominasi, yang bisa mengancam kekuatan Amerika Serikat. Sehingga Amerika Serikat membutuhkan Jepang dan mendorong Jepang untuk meningkatkan kekuatan militernya sesuai kesepakatan dengan Amerika Serikat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa aliansi Jepang dan Amerika Serikat merupakan aliansi kuat yang digunakan Amerika Serikat untuk mempertahankan kepentingannya di kawasan Asia Timur. Walaupun Amerika Serikat terlihat selalu membantu Jepang dalam militer dan pertahanannya, namun akhirnya Amerika Serikat membuat beberapa kesepakatan baru dengan Jepang agar hubungan bilateral ini dianggap adil oleh kedua belah pihak Jepang dan Amerika Serikat.

Referensi

Friedman, J. R. (1970). Alliance in International Politics. Allyn and Bacon Inc.

Listiana, E., Kurniawati, E., (2015). Perpanjangan Aliansi Keamanan Jepang-Amerika Serikat pada Tahun 2013 (Perspektif Jepang). Jurnal Masalah Sosial, Politik dan Kebijakan, 19(1), 1-17. https://doi.org/10.31315/paradigma.v19i1.2430

Rifki, D. (2020, 4 Oktober). Kerjasama Jepang-Amerika dalam Menjaga Stabilitias Kawasan. Kumparan. https://kumparan.com/dama-rifki/kerjasama-jepang-amerika-dalam-menjaga-stabilitas-kawasan-1uKKEFAGGII/full

Kurniawan, S.S. (2020, 26 Oktober). Unjuk Kekuatan ke China, Jepang dan AS Gelar Latihan Militer Skala Besar. Kontan. https://internasional.kontan.co.id/news/unjuk-kekuatan-ke-china-jepang-dan-as-gelar-latihan-militer-skala-besar

32 thoughts on “Aliansi Jepang dan Amerika Serikat dalam Menghadapi Dominasi China

  1. Menarik banget article nya, persaingan China dan Amerika memang topik yang tidak pernah habis untuk dibahas, artikel ini membantu para mahasiswa HI yang ingin mengetahui lebih jauh hubungan China dan AS ditambah dengan keterlibatan Jepang yang lebih mendekatkan diri ke kubu AS. Good job.

    1. USA dan sekutunya dari dulu memang sudah berlawanan dengan negera2 komunis. Semenjak USSR pecah dan hancurnya negara2 komunis di Eropa Timur, praktis RRC dan KORUT yang tersisa. Dari segala kepentingan politik, militer dan ekonomi mereka akan selalu berlawanan.

      Secara militer, RRC belum sangat bisa menyaingi USA dan sekutunya. Tapi RRC punya alternatif lain untuk menyaingi USA dalam memguasai dunia. Yaitu menjajah negara2 kecil dan berkembang melalui ekonomi dan industri melalui ‘mass products’ dan jeratan pinjaman hutang . Mereka bisa dibilang sudah berhasil mendominasi dengan cara itu.

  2. Baik dari kekuatan ekonomi atau kekuatan militernya, Tiongkok sudah mampu melampaui Rusia. Tetapi kaum kiri Inggris, Eropa dan Amerika yang naif dan bodoh masih menganggap Rusia sebagai musuh utama mereka dan mengabaikan pertumbuhan dan ancaman dari Tiongkok. Tiongkok dapat dikatakan sudah mulai menguasai dunia dengan propaganda One Belt One Road dan politik debt trapnya yang dapat dilihat jelas di kawasan negara-negara Asia.

  3. Wow… Terima kasih banyak atas informasi yang disampaikan. Sangat menarik, dan menambah luas wawasan tentang kerjasama dan permasalahan di luar negeri bagi saya. Sukses terus!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *