Pengenalan Budaya Jepang Melalui Program Cool Japan

Jepang yang biasa dikenal sebagai negara maju maupun negara power dalam kawasan Asia Timur, ternyata telah melewati beberapa pengalaman kelam dalam pembangunan negaranya. Semenjak terjadi Perang Dunia ke-II, setelah kalahnya Jepang dalam Perang Dunia ke-II, Jepang harus rela mengalami krisis ekonomi yang membuat negaranya kehilangan kekuatannya sebagai salah satu negara adidaya terpuruk makin dalam. Tetapi dari keterpurukan ini Jepang berusaha untuk mengembalikan image yang baik demi kebangkitan kembali dalam sisi ekonomi. Image buruk yang menempel pada Jepang setelah kekalahannya disebabkan karena melakukan penjajahan yang sadis dibeberapa negara. Berbagai macam perubahan image telah dilakukan Jepang demi mendorong negaranya dapat bangkit kembali, mulai dari negara yang mencintai perdamaian, negara industrial, hingga negara yang memanfaatkan kebudayaan dan konten kreatif (Daliot, 2009). Perubahan image yang dialami berkali-kali oleh Jepang tentunya memiliki alasan tersendiri, yaitu untuk menjadi penopang ekonomi negara ini setelah keterpurakannya. Perubahan image ini akan terus dilakukan hingga Jepang menemukan potensi yang pas untuk melanjutkan pembangunan negaranya. Beberapa ahli dalam studi Hubungan Internasional menyatakan bahwa sumber kekuatan sebuah negara bukan hanya didapatkan dari sisi militer saja tetapi bisa juga dari soft power. Soft power atau dengan menggunakan cara halus merupakan cikal bakal dari pembentukan program Cool Japan.

Semenjak beberapa tahun terakhir Jepang banyak dibicarakan karena adanya program baru yang dikeluarkan oleh pemerintahnya yaitu Cool Japan. Apakah Cool Japan sebenarnya? Cool Japan adalah sebuah program yang dimulai tahun 2002, dimana Jepang mengunkapkann rasa antusiasmenya dalam memperkenalkan budaya kepada negara lain. Program ini merupakan sebuah ide dari industri kreatif yang mulai dipikirkan dari awal tahun 2000an, yang bertujuan untuk mengenalkan setiap unsur dari budaya Jepang pada dunia. Pada awal mulanya Jepang tidak menyadari bahwa budaya menjadi daya tarik yang besar bagi negara-negara lain, langkah ini dimulai dengan adanya seorang jurnalis dari luar negeri yang mengatakan bahwa budaya Jepang ternyata memiliki keunikannya tersendiri. Kebudayaan yang menarik dan canggih menjadi dasar dari ketertarikan negara luar terhadap budaya Jepang, seperti contohnya sistem diet sehat, penggunaan toilet super canggih, pengemasan makanan yang lucu dan unik (Kusumanto, 2015). Kebudayaan yang unik bukan hanya dilihat dari ikebana (seni merangkai bunga), kimono (baju tradisional jepang), ataupun sado (upacara minum teh), tetapi dilihat bagaimana sebuah karya disajikan secara unik. Program Cool Japan ini juga memiliki perbedaan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan Korean Wave, program yang diusung dari Korean Wave adalah memperkenalkan musik K-pop dan dramanya kepada masyarakat dunia. Sedangkan program Cool Japan memiliki 18 unsur yang ingin diperkenalkan dalam susunannya, program ini juga merupakan bagian dari diplomasi yang dilakukan Jepang kepada negara lain serta dipercaya dapat membantu setiap tingkat ekonomi yang ada di Jepang dalam memenuhi kebutuhannya dan bersaing dengan produk luar.

Inti dari kebangkitan negara Jepang adalah Jepang dapat menggunakan tradisi maupun kebudayaannya menjadi daya tarik yang luar biasa bagi masyarakat dalam negeri maupun luar negeri, terlebih itu juga pengenalan kebudayaan ini juga dapat digunakan dalam segala aspek baik politik maupun ekonomi. Program Cool Japan yang sudah dijelaskan diatas merupakan sebuah langkah dari Japan Brand Strategy untuk dapat lebih maju kedepan dalam melakukan pendekatan ke wilayah Internasional. Dengan kata lain, buah pemikiran dari Japan Brand Strategy juga memiliki peran dalam pembangunan negara Jepang. Jadi bisa dilihat warga negara Jepang dengan senang hati memperkenalkan, menjelaskan serta mendorong kehidupan mereka sebagai salah satu contoh dari kebudayaan asli dari Jepang yang ditunjukan kepada dunia (Mustaqim, 2018).

Referensi

Daliot, M. (2009). Japan Brand Strategy: The Taming of โ€˜Cool Japanโ€™ and the Challenges of Cultural Planning in a Postmodern Age. Social Science Japan Journal, 12(2), 247-266. https://doi.org/10.1093/ssjj/jyp037

Kusumanto, D. (2015, 18 Febuari). Diskusi Ilmiah Mengenal Cool Japan: Asal-Usul, Perkembangan dan Tujuan Strategi Ekonomi Kreatif Jepang. Kaori Nusantara. https://www.kaorinusantara.or.id/newsline/23003/diskusi-ilmiah-mengenal-cool-japan-asal-usul-perkembangan-dan-tujuan-strategi-ekonomi-kreatif-jepang

Mustaqim, S. A. (2018). Upaya Jepang Dalam Mempopulerkan Program Cool Japan Sebagai Nation Branding. eJournal Hubungan Internasional, 6(4), 1405-1418. https://ejournal.hi.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2018/10/eJournal%20COOL%20JAPAN%20(10-02-18-04-33-45).pdf

Author: Audrey Chantiqa

24 thoughts on “Pengenalan Budaya Jepang Melalui Program Cool Japan

  1. Artikelnyaa sangatt informative!!!
    Menarik untuk dibacaa,thankyouu Audrey keep up the good work!! โœจ๐Ÿ™Œ๐Ÿ’ช

  2. materinya sangat menarik karena jarang yg membahas, keren banget terima kasih yaa artikelnya sangat informatif ๐Ÿ‘๐Ÿป๐Ÿ˜

  3. Pingback:darkfox market

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *