Tantangan dan Hambatan Dalam Pembangunan Ekonomi Singapura

Singapura adalah salah satu negara yang terletak di kawasan Asia Tenggara bekas negara koloni Inggris di tahun 1819 dan menjadi negara berdaulat tahun 1965. Hingga saat ini Singapura bisa dikatakan sebagai negara yang maju disegala bidang terutama dalam bidang infrastruktur dan ekonomi. Dalam pembangunan negara ikut serta dalam mengambil kebijakan terhadap kegiatan ekonomi untuk mencapai tujuan ekonomi nasional. Negara juga ikut serta berperan aktif dalam mengatur stategi politik dan perekonomian (Irawan,D, R, 2017) Dalam hal ini yang akan dibahas bagaimana Singapura berhasil menjadi negara yang patut untuk diperhitungkan.

Ada 5 langkah yang dilakukan oleh pemerintah Singapura dalam melakukan intervensi kebijakan. Pertama,pemerintah membentuk sebuah biro untuk pusat perencanaan dan pelaksaan perekonomian seperti membentuk Economics Development Bord,Trade Development Board, Jurong Town Corporation (JTC), Goverment Linked Companies (GLC), Port Singapore Of Authority ( PSA), Public Utilities Board (PUB), Development Bank Of Singapore (DBS), Telecommunication Authority Of Singapore (TAS) serta dibentuk pula Civil Aviation Authority (TAAS) yang bertujuan memburu strategi industrilisasi ekpor dan menarik para investor untuk menanamkan modal pada bidang manufaktur serta mengurangi tingkat pengangguran di Singapura. Kedua, demi menarik para investor pemerintah memberikan subsidi pajak dalam mengembangkan usahanya. Ketiga, negara membangun infratruktur untuk menunjang pertumbuhan ekonomi berjalan dengan baik. Keempat, Singapura mengontrol tenaga kerja dalam hal pengaturan produktivitas, pembentukan keterampilan, jumlah upah yang akan diterima, mengasah keterampilan, serta perekrutan tenaga kerja asing. Kelima, pemerintah Singapura mengatur kebijakan ekonomi makro untuk menjaga laju inflasi tetap stabil. Hal yang telah dilakukan oleh Singapura tersebut menunjukan bahwa pemerintah memiliki arahan yang masak untuk memastikan pembangunan ekonomi yang maju seperti sekarang. 

Pada tahun 2017 Singapura berada di rangking teratas ibu kota maritim di dunia. Singapura berhasil mempertahankan statusnya sebagai pelabuhan terbaik di kawasan Asia Tenggara sebagai hasil dari upaya Singapura dalam meningkatkan kapasitas dan efisiensi meskipuan persiangan semakin ketat. Singapura juga memperkuat posisinya dalam trasportasi udara  sebagai penghubung Asia Tenggara melampaui bandara Suvarbhumi Bangkok dan bandara internasional Kuala Lumpur. Dari tahun ke tahun pergerakan penumpang di bandara Changi Singapura terus mengalami peningkatan di tahun 2017 penumpang di bandara Changi memecahkan rekor 62,2 juta penumpang. Menurut index pusat keuangan global total aset yang dikelola Singapur mencapai 2,7 triliun USD di tahun 2016.

Selama 5 dekade pertumbuhan ekonomi di singapura berjalan dengan sangat baik dan memberikan peningkatan yang luar biasa dalam kesejahteraan sosial. Singapura telah berkembang menjadi negara ekonomi maju dan banyak pertumbuhan dalam bidang manufaktur serta menjadi pusat keuangan, trasportasi dan menjadi lokasi pusat berbagai perusahaan global. Saat ini Singapura secara umum kondisi ekonomi dalam keadaan baik, namun pada saat yang akan datang perekonomian Singapura menghadapi tantangan yang sangat signifikan pada tahun yang akan datang (Bhaskaran,  2018) salah satunya yang disebabkan oleh teknologi baru, daya saing internasional yang meningkat serta di dalam negeri Singapura mengalami populasi yang menua, perlambatan pertumbuhan populasi penduduk, kenaikan biaya hidup, pertumbuhan produktivitas yang tidak pasti, serta ancaman indentitas nasional Singapura yang disebabkan populasi warga Singapura didominasi oleh imigran.

Dalam proses pembangunan ekonomi Singapura tidak terlepas dari yang namanya hambatan serta tantangan yang berasal dari eksternal dan internal. Singapura menghadapi tingkat perumbuhan yang melambat seiring bertambahnya usia penduduk, yang berakibat pada jumlah angkatan kerja semakin menurun, dan produktivitas masyarakat juga mengalami penurunan. Dalam beberapa dekade terakhir tingkat kesubuhan di Singapura mengalami penurunan yang berdampak pada nilai produktivitas yang menurun. Melihat dari waktu ke waktu terlihat jelas bahwa ada tingkat ketimpangan pendapatan yang tinggi di Singapura dari tahun 2000 sampai 2008 pemerintah Singapura dengan itu membuat kebijakan mitigasi pemerintah melalui transfer dan pajak. Tantangan selanjutnya yang dihadapi oleh Singapura adalah meningkatnya daya saing. Biaya hidup di kota-kota Singapura menjadi salah satu tempat tinggal termahal berdasarkan berbagai survei the Economist Intelligence Unit’s Worldwide Cost of Living Survey tahun 2018  tentang kota termahal di dunia.  

Selain hambatan internal tersebut Singapura mengalami sejumlah masalah tantangan eksternal yang dapat mengancam posisi Singapura sebagai pusat ekonomi regional di Asia Tenggara. China muncul sebagai kekuatan baru di Asia, bidang manufaktur dan ekonomi  di India mengalami peningkatan. Seiring berjalannya globalisasi mendorong peningkatan proteksionisme terhadap perdagangan untuk menjaga perekonomian dalam negeri tetap stabil namun hal itu tidak dilakukan oleh Singapura. Mereka mengurangi proteksionisme berupa pengurangan pajak bagi para investor asing agar dapat dengan mudah menanamkan modalnya di Singapura. Hal itu membuat para negara tetangga Singapura mengalami kecemburuan.

Daftar Pustaka

Irawan, D., R. (2017). The Origin Of Developmental State in Singapore. Jurnal Analisis Sosial Politik, 1(1). 1-7. http://download.garuda.ristekdikti.go.id/article.php?article=769435&val=12558&title=THE%20ORIGIN%20OF%20DEVELOPMENTAL%20STATE%20IN%20SINGAPORE

Bhaskaran, M. (2018). Getting Singapore Shape: Challenges and How To Meet Them. Lowy Institute. https://www.lowyinstitute.org/publications/getting-singapore-shape-economic-challenges-and-how-meet-them-0

“Life is like bicyle. to keep your balance, you must keep moving”

Albert einstein

Author: Dwi Handayani

51 thoughts on “Tantangan dan Hambatan Dalam Pembangunan Ekonomi Singapura

  1. Salah satu yang menjadi masalah internal Singapura adalah masalah lahan yang tentunya menjadi faktor meningkatnya pertumbuhan ekonomi di Singapura yang saat ini menurut saya menjadi faktor perlambatan ekonomi yang terjadi di Singapura. Selain itu, adanya rumor mengenai pembangunan kanal kra di Thailand juga menjadi ancaman tersendiri bagi Singapura.

  2. Such a great article. Dari sini tiap pembaca mengetahui fakta dibalik kesuksesan sebuah negara maju seperti Singapura sebagai sebuah informasi dan referensi. Good job!

  3. Thank you author for the article. It’s very informative and interesting. Keep up the good work, stay healthy, safe, sane, and God Bless🌻

  4. Pingback:elojob

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *