Renewable Energy di Taiwan

Seperti yang kita tau, sejak manusia menemukan teknologi yang melahirkan revolusi industri, energi tradisional yang berbasis fosil menjadi energi yang sangat dibutuhkan yang jumlahnya tidak sedikit. Bahan bakar yang berbasis fosil ini merupakan bahan bakar yang tidak dapat diperbaharui karena proses dalam pembuatannya yang memakan waktu yang sangat lama. Maka dari itu, energi tradisional ini semakin lama semakin berkurang di bumi. Belum lagi efek jangka panjang yang ada pada pemakaian energi berbasis fossil ini yang tidak ramah lingkungan. Hal ini tentu saja menjadi concern manusia khususnya baru-baru ini.

Karena itu, ditemukanlah yang namanya Renewable Energy atau Sumber Energi Terbarukan. Energi Terbarukan merupakan energy yang berkelanjutan dan bersih, yang memiliki potensi untuk mengatasi menipisnya energi fosil tradisional secara bertahap dan dampak lingkungan terkaitnya, sekaligus memecahkan masalah keberlanjutan energi, pembangunan ekonomi, dan perlindungan lingkungan. Hal ini mengakibatkan cepatnya perkembangan dan penerapan energy terbarukan selama beberapa decade terakhir ini. Energi terbarukan dapat di dapatkan dari sumber daya energy yang berasal dari alam, seperti energi matahari (selanjutnya termasuk fotovoltaik dan energi panas matahari), energi angin, tenaga air, energi panas bumi, energi laut (yaitu konversi energi panas laut) , tenaga pasang surut, energi gelombang, dll.), dan juga energi biomassa yang dapat diperbarui, seperti energi limbah, elektrifikasi biogas, bahan bakar nabati dan sebagainya (Boyle, 2004).

Taiwan merupakan sebuah negara yang memiliki sumber daya yang sangat terbatas. Negara ini mendapatkan supply energi yang kebanyakan berasal dari Timur Tengah, yakni sebesar 97%. Karena kondisi geografisnya, Taiwan memiliki sumber energy terbarukan yang melimpah. Namun, karena murahnya harga bahan bakar berbasis fosil, mengakibatkan sulitnya energy terbarukan untuk dapat bersaing di pasar. Pada tahun 2016, Bureau of Energy (BOE) dan Ministry of Economic Affairs (MOEA) menetapkan tujuan promosi aktif untuk energi terbarukan di Taiwan dengan total kapasitas daya ET menjadi 20% dari kapasitas instalasi tenaga listrik nasional pada tahun 2025. Saat ini, permasalahan-permasalahan yang dihadapi Taiwan meliputi ketergantungan pada supply energi yang 97% diperoleh melalui impor, emisi gas rumah kaca yang kondisinya memburuk, dan efisiensi energi yang sangat rendah.

Untuk mendorong masyarakat menggunakan energi terbarukan, MOEA menginisiasikan tiga langkah insentif untuk mengaplikasikan energi terbarukan pada tahun 2000, yang meliputi sistem air panas surya, sistem demonstrasi panel surya, dan sistem demonstrasi tenaga angin. Dalam rangka mengkokohkan dasar hukum dalam mempromosikan energi terbarukan dan untuk mendorong pemanfaatannya yang berkelanjutan, ”RUU Pengembangan Energi Terbarukan” telah dirancang oleh BOE dan diserahkan ke Legislatif Yuan untuk disetujui.

Berikut merupakan ET yang paling banyak digunakan di Taiwan :

Wind Power

Untuk mempromosikan Wind Power atau Sumber Daya Angin, Pemerintah Taiwan menginisiasikan five-year wind energy demonstration project pada tahun 2000 dan secara bersamaan memberikan dukungan teknis kepada industri dalam negeri melalui organisasi penelitian tertentu. Pada sumber energy angin ini, kondisi perkembangannya cukup menguntungkan. Meskipun masalah dari tenaga angin adalah stabilitasnya yang buruk, karena semakin sedikit area lapang yang tersedia. Maka dari itu, energy angin ini paling efektif dibangun di tepi pantai untuk menghindari orang dari pengaruh kebisingan atau dampak visual dan menghindari biaya tanah lapang yang mahal. Selain itu, hambatan yang ada lebih sedikit, angin di permukaan laut memiliki kecepatan yang lebih tinggi dari pada di daratan, aliran udara juga lancar dan stabil, sehingga ketersediaan keseluruhan ladang angin lepas pantai lebih tinggi daripada yang ada di ladang angin darat.

Solar Energy

Solar energy atau energy matahari merupakan sumber energy yang didapat dari panas matahari. Biasanya energy ini diambil melalui sistem Photovoltaic atau PV yang membutuhkan solar panel yang akan menyerap radiasi panas matahari dan mengubahnya menjadi energy listrik yang akan disimpan dalam bentuk batrai. BEMOEA menginisiasikan praktik ”Measures for Subsidizing Photovoltaic Demonstration Systems” pada tahun 2000 untuk menawarkan subsidi bagi orang-orang yang bersedia menggunakan sistem PV. Lebih dari 120 sistem demonstrasi telah dibangun di Taiwan sebagai hasil dari program insentif pemerintah ini (Chen et al., 2007).

PV membutuhkan tanah yang lapang untuk menginstalasi solar panel. biaya peralatannya masih jauh lebih tinggi daripada peralatan energi fosil, tetapi juga kendala utama yang ditimbulkan dari biaya lahan yang luas yang diperlukan untuk pemasangan pembangkit listrik PV jika ingin dibangun dalam skala yang besar. Oleh karena itu, untuk memperoleh keuntungan dan nilai operasi, pengembangan lading PV harus di bawah premis tanpa biaya lahan.

Biomass Energy

Energi Biomass banyak digunakan di Taiwan, termasuk biogas (metana) dari kotoran hewan, gasifikasi, penguraian, dan fermentasi sampah rumah tangga, industri dan pertanian. Selain limbah industri, pertanian, kehutanan, perkotaan dan lain-lain, terdapat pula tanaman biomassa generasi pertama, seperti tebu untuk etanol dan lobak untuk biodiesel. Pengembangan biomassa tidak hanya dapat secara signifikan meningkatkan keamanan pasokan energi dan merevitalisasi ekonomi pertanian, tetapi juga dapat meningkatkan teknologi industri energi. Agar dapat memperoleh manfaat dari keefektifan, pembangkit listrik energy biomass yang berkinerja tinggi harus berlokasi di sekitar lapangan pengumpulan sampah, dimana limbah berasal dari industri, pertanian, kehutanan atau perkotaan.

Hydropower

Sebagian besar pembangkit listrik tenaga air dengan bendungan air besar dioperasikan oleh Perusahaan Listrik Taiwan. Pada akhir tahun 2005, total kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga air di Taiwan adalah 1.911 MW, dimana 1.745 MW disumbangkan oleh pembangkit dengan kapasitas melebihi 20 MW (tidak termasuk tenaga air penyimpan pompa 2600 MW) (Chen et al., 2007). Di Taiwan, penerapan bendungan skala besar terkonsentrasi pada irigasi pertanian dan pasokan air rumah tangga. Sebagian besar pembangkit listrik tenaga air di Taiwan berlokasi di daerah pegunungan terpencil, yang memiliki biaya pengembangan dan risiko investasi yang tinggi. Pembangkit listrik tenaga air skala besar sebenarnya merupakan pilihan energi terbarukan paling murah.

Kondisi ET di Taiwan

Status supply energi terbarukan di Taiwan untuk tahun 2018 dapat dijabarkan sebagai: 16.18% hydropower, 9.92% PV, 6.82% biomass, 6.10% wind, 3.96% solar thermal pada tahun 2018. Kapasitas ET yang telah di bangun di Taiwan meliputi 33.49% conventional hydro, 43.84% PV, 11.27% wind, dan 1.29% biomass di tahun 2018 (BOEMOEA, 2018). Dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya, Taiwan setara dengan negara-negara Asia Tenggara dalam pengembangan energi biomassa dan tenaga air. Khususnya, tenaga air yang merupakan energi terbarukan paling populer di wilayah tersebut.

Daftar Pustaka

BOEMOEA. (2018). Energy Statistics Handbook 2018. https://www.moeaboe.gov.tw/ECW_WEBPAGE/FlipBook/2018EnergyStaHandBook/index.html#p=5

Boyle, G. (2004). Renewable energy: power for a sustainable future, 2nd ed. Oxford University Press.

Chen, F,. Lu, S. M,. & Chang, Y. L,. (2007). Renewable energy in Taiwan: Its developing status and strategy. Energy (32)9, 1634-1646. https://doi.org/10.1016/j.energy.2006.12.007

Author:

33 thoughts on “Renewable Energy di Taiwan

  1. Such a well-written article with interesting topic. Good job Novy! Thanks for sharing the article with us and augment our knowledge. Stay healthy, safe, sane, and Godbless🌻

  2. Upaya yang dilakukan Taiwan dalam mengembangkan renewable energy diharapkan mampu diterapkan dengan baik dan berkelanjutan, sehingga Taiwan mampu memberikan kontribusinya dalam mengurangi dampak perubahan iklim yang semakin hari semakin mengkhawatirkan. Nice article. Keep it up!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *