Penyebab Gagalnya Sistem Presidensial di Amerika Latin

Dalam sebuah sistem pemerintahan presidensial yang sah di suatu negara, akan selalu ada hal yang mungkin bertentangan dengan keinginan kalayak masyarakat di negara tersebut. Bahkan dengan bagian dari pemerintahan itu sendiri , terkadang memiliki perbedaan pendapat dengan pemerintah yang berkuasa. Hal ini  seringkali akan mengurangi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah yang berujung dengan aksi unjuk rasa hingga yang paling parah adalah usaha untuk melengserkan presiden yang memimpin negara tersebut.

Keadaan inlah yang sempat dialami oleh beberapa negara di kawasan amerika latin pada periode tahun 1992-2004 dimana dalam satu dekade tersebut ada beeberapa presiden di wilyah amerika latin yang pada akhirnya harus lengser dari jabatannya dengan berbagai faktor yang berbeda. Yang membuat keadaan ini semakin menarik karena sebagian besar negara-negara di Amerika latin menganut sistem presidential dimana seoarang prsiden memiliki kuasa penuh dalam menjalankan pemerintahannya. Faktor-faktor inilah yang akan penulis coba jelaskan pada artkel ini dengan menggunakan teori & konsep dalam hubungan internasional secara lebih rinci.

Realisme merupakan perspektif teori yang paling diakui dalam hubungan internasional. Pada dasarnya, pendekatan realisme lebih normatif serta terfokuskan pada nilai-nilai dasar politik dari keamanan nasional dan keberlangsungan negara (Steans & Pettiford, 2009). Politic Among Nations: The Struggle For Power and Peace merupakan buku pertama kaum realis yang diperkenalkan Hans Morgenthau, menjelaskan bahwa sifat manusia pada dasarnya hanya mementingkan diri sendiri dan mengejar kekuasaan (Jackson & Sorensen, 2013).

Singkatnya, poin-poin penting perspektif realis adalah (1) negara berdaulat merupakan aktor kunci utama dalam hubungan internasional, (2) negara-negara dimotivasi oeh sebuah dorongan untuk kekuasaan serta mengejar kepentingan nasional, (3) masalah utama dalam hubungan internasional adalah kondisi anarki yang berarti tiadanya sebuah otoritas kedaulatan pusat untuk mengatur berbagai hubungan di antara negara-negara, (4) niat agresif dari berbagai negara, ditambah dengan tidak adanya pemerintah dunia yang berarti bahwa konflik merupakan realitas yang selalu ada dalam hubungan internasional (Steans & Pettiford, 2011)

Pemerintahan sistem presidensial merupakan suati sistem dimana kedudukan eksekutif tidak bertanggung jawab kepada badan legislatif, dengan kata lain kekuasaan presiden berada diluar pengawasan (langsung) parlemen. Presiden dalam sistem presidensial memiliki power yang kuat, karena selain menjalankan tugasnya sebagai presiden ia juga sebagai kepala pemerintahan yang mengetuai kabinet (dewan menteri). Dengan demikian , agar tidak menjurus otoriter, maka diperlukan checks and balances, antara lembaga tinggi negara. Menurut Syafie dan Azhari (2005), pemerintahan presidensial terdiri dari tiga unsur yaitu :

  • “Presiden yang dipilih rakyat memimpin pemerintahan dan mengangkat pejabat-pejabat pemerintahan yang terkait
  • Presiden dengan dewan perwakilan memiliki masa jabatan yang tetap, tidak bisa saling menjatuhkan.
  • Tidak ada status yang tumpang tindih antara badan eksekutif dan badan legislatif”.

Presiden dalam sistem ini, memiliki posisi yang relatif kuat dan tidak dapat dimakzulkan karena rendahnya dukungan politik. Akan tetapi tentu masih ada cara lain untuk mengontrol presiden. Jika presiden melakukan pelanggaran konstitusi, pengkhianatan terhadap Negara serta berlaku kriminal maka posisi presiden bisa saja dijatuhkan. Bila presiden diberhentikan karena pelanggaran-pelanggaran tersebut, biasanya seorang wakil presiden akan menggantikan posisinya. Presiden bertanggungjawab kepada pemilihnya (kiescollege). Sehingga seorang presiden diberhentikan atas tuduhan House of Representattives setelah diputuskan oleh senat (Tutik, 2006).

Dengan demikian, pertama, sebagai pemangku kekuasaan, tindakan eksekutif dalam sistem pemerintahan presidensial seringkali menuntut adanya kekuasaan absolut, kedua, orang yang berada diposisi ini menjadi suatu keseluruhan yang tak lebih baik dari anggotanya yang paling rendah, dan semua menjadi buruk daripada anggota terendahnya.

Penulis dalam hal ini melihat ada beberapa faktor yang menyebabkan sistem presidensial di wilayah Amerika latin runtuh, Pertama Di sisi non-institusional, satu fokus utama adalah protes massa yang menuntut presiden meninggalkan jabatan lebih awal . Semua kasus di Amerika Selatan mendapat protes seperti itu. Dengan demikian, adanya protes anti-presiden dan variabel terkait cenderung sangat terkait dengan jatuhnya presiden (Hochstetler, 2011). Protes massa yang berhasil memiliki basis yang lebih luas daripada yang tidak berhasil, sementara masalah ekonomi memang menjadi latar belakang banyak kegagalan presiden, sekali lagi ada masalah ekonomi di banyak lokasi di mana presiden bertahan melalui masa jabatan mereka. Argumen yang masuk akal bahwa masalah ekonomi menciptakan tantangan untuk dikelola oleh presiden, tetapi pengelolaannya lebih penting daripada masalah itu sendiri. Bagaimanapun, pilihan dan hasil ekonomi tampaknya lebih menjadi faktor yang memberatkan daripada faktor yang menjatuhkan presiden yang tidak memiliki masalah lain (Lucio & Gramacho, 2010). Adanya ketidak stabilan di beberapa negara yang menganut sistem presidential, bisa dilihat dari banyaknya negara di wilyah Amerika Latin yang terjebak dalam krisis ekonomi yang parah yang membuat masyarakat lambat laun mulai meragukan sistem presidensial. Atas faktor ini pula lah kita sering melihat banyak konflik atau kerusuhan yang sering terjadi di Amerika latin yang tidak terlepas dari buruknya kebijakan yang diterapkan penguasa. Maka tidak mengherankan apabila negara di wilayah amerika latin erat dengan tindak kriminalitas yang  tinggi dari mulai perampokan hingga pengedaran narkotika. Kedua sistem presidensial terkadang justru menimbulkan jarak antara Presiden selaku eksekutif dengan parlemen selaku legislator keadaan ini timbul karena dalam sebuah sistem presidential pemilihan legislatif dan eksekutif terpisah. Sehingga tidak ada keterikatan dalam membangun suatu kebijakan antara kedua lembaga  penyelenggara negara tersebut. Alhasil seringkali ketika presiden ingin melakukan atau membuat sebuah keputusan justru digagalkan oleh parlemen ketika kongres, dan saat ini terjadi keangkuhan dan egoisme keduanya justru tidak menghasilkan apapun untuk masyarakat. Yang tanpa disadari keadaan ini sering menjadi bom waktu yang berujung dengan pelengseran presiden yang sedang berkuasa dan dilatarbelakangi oleh parlemen dan wakil presiden yang membelot.

Runtuhnya sistem presidensialime di Amerika latin telah menunjukan bahwa sebuuah sistem pemerintahan yang pemimpinnya memiliki kekuasaan absolut pun masih sangat mungkin dimakzulkan apabila ada faktor-faktor yang mendorong keadaan tersebut terjadi namun disisn penulis melihat tidak selamanya pula sistem ini gagal bila diterapkan dengan baik.

Daftar pustaka :

Jackson, R.,, & Sorensen, G. (2013). International Relation: Theories and Approaches. Oxford University Press

Steans, J., & Pettiford, L. (2011). International Relation: Perspectives and Themes.  Pearson Education

Syafie, I., K., & Azhari. (2005). Sistem Politik Indonesia. Refika Aditama

Tutik, T., T. (2006). Pokok-Pokok Hukum Tata Negara Indonesia. Prestasi Pustaka

Lucio, R., & Gramacho, W . (2010). Let’s Blame Everyone : Executive and Legislative Evaluations of Economic. Jurnal of Poltic in America Latin, 2(1), 53-78. https://doi.org/10.1177/1866802X1000200103

Hochstetler, K. (2011). The Fates of President in Post-Trantition Latin America : From Democratic Breakdown to Impeachment to Presidential Breakdown. Jurnal of poltic in America Latin, 3(1), 125-141. https://doi.org/10.1177/1866802X1100300105

Author:

11 thoughts on “Penyebab Gagalnya Sistem Presidensial di Amerika Latin

  1. Artikelnya menarik, sistematis , gaya bahasa mudah untuk dimengerti oleh pembaca. Dan tentu saja menambah wawasan tentang Sistem Pemerintahan Presidential khususnya di Amerika Latin.

    Sedikit saran, penulis tolong gunakan Ejaan EYD lebih baik lg kedepanya.
    Bravo!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *