Pemberdayaan Dan Tantangan Kaum Perempuan Di Era Digital

Isu – isu seperti kesetaraan gender saat ini masih bisa dibilang isu penting dalam pembangunanan. Menurut dari pandangan PBB, bahwa semua orang berhak mendapatkan dan menerima perlakuan yang setara dan tidak boleh didiskriminasi berdasarkan gender. Keadaan tersebut diduga masih banyak didapatkannya diskriminasi kaum perempuan di berbagai segi kehidupan di berbagai belahan dunia pada masa digitalisasi saat ini. Menurut Lubis (2014) perkembangan di masa digital ini salah satunya ditandai dengan adanya kemajuan teknologi dan informasi. Berkomunikasi saat ini biasanya dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia yaitu melakukan komunikasi untuk berinteraksi dengan orang lain dan ini memang dibutuhkan manusia sebagai makhluk sosial. Berdasarkan kenyataan saat ini teknologi komunikasi yang sangat tinggi tingkat penggunaannya adalah internet, disitu ada sosial media dan aplikasi pesan yang bisa menunjang kebutuhan manusia dalam berinteraksi dengan orang lain. Internet telah menjadi sebuah faktor yang sangat penting dalam perkembangan pengetahuan manusia, manajemen organisasi, aktivitas bisnis dan lain sebagainya. Hal ini menjadikan internet menjadi sesuatu yang sangat penting bagi penggunanya dalam kehidupan sehari-harinya. Industri 4.0 yang sedang berlangsung saat ini telah mengubah kehidupan manusia melalui berbagai teknologi internet, dan era digitalisasi ini memang sudah tidak dapat dibendung lagi perkembangannya dan teknologi ini juga sangat cepat mempengaruhi berbagai lini kehidupan manusia. Tidak hanya pengembangan perangkat atau sistem untuk menjalani tranformasi digital, tapi juga sumber daya manusia (SDM). Menurut Lubis (2014) di era digitalisasi yang berkembang sangat pesat ini, teknologi telah memberikan dampak-dampak yang sangat terlihat bagi perubahan-perubahan perilaku serta cara berpikir dan bertindak masyarakat atau pemakainya. Keberadaan internet  ini juga telah mempengaruhi kehidupan kaum perempuan, dimana ternyata perempuan sangatlah aktif dalam menggunakan internet ini dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan media sosial. Di masa digitalisasi serta perkembangan teknologi dan komunikasi serta internet yang sangat cepat pasti membuat kaum perempuan diwajibkan bisa beradaptasi dengan keadaan saat ini. Pada masaa digital ini menuntut para kaum perempuan agar bisa mengerti dan memakai teknologi tersebut dengan sikap yang bijak. Media sosial yang ada pada saat ini tentu saja mempengaruhi kehidupan kaum perempuan, sebagaimana diketahui ternyata penggunaan media sosial didominasi kaum perempuan

Belum maksimalnya partisipasi kaum perempuan di masa digitalisasi tidak hanya ada di Negara kita Indonesia bahkan di dunia internasional partisipasi kaum perempuan juga belum maksimal. Dan bahkan dalam dunia internasional ini masih menjadi bagian-bagian dari isu kesetaraan gender. Dan masalah yang bisa kita lihat saat ini yang dihadapi oleh perempuan adalah adanya batas pada keterampilan digital. Dimana adanya batas digital ini diartikan hanya sebatas pengukuran batas antara kesenjangan akses seseorang terhadap internet dan teknologi. Padahal ada kesenjangan nyata antara perempuan dan laki-laki dalam akses digital. Di era digitalisasi ini dan semuanya dipenuhi oleh teknologi merupakan era yang banyaknya keberadaan kecerdasan buatan, computer super, rekayasa gen, inovasi, dan perubahan-perubahan ini sangat berpengaruh terhadap bidang ekonomi, industri, pemerintahan, dan politik di berbagai negara. Hal ini ditandai banyaknya sumber informasi melalui  media sosial. Munculnya era digital saat ini seharusnya bisa dimanfaatkan serta dikelola dengan baik oleh para perempuan-perempuan milenial ini karena digitalisasi mempunyai kesempatan-kesempatan yang menjanjikan bagi kaum perempuan sebagai bagian dari masyarakat. Walaupun era digitalisasi ini memiliki peluang yang amat menjanjikan, namun ada beberapa tantangan yang bisa kapanpun dihadapi pekerja perempuan untuk bekerja di masa industri saat ini. Selain itu, lulusan perempuan di bidang industri masih terbilang belum cukup banyak dan juga sedikit sekali yang mengejar pekerjaan di bidang industri. Sebagian besar pekerja perempuan memilih untuk bekerja di bidang administrasi dan manajemen yang tidak terkait langsung dengan bidang keahlian mereka. Keikutsertaaan kaum perempuan yang mempunyai keahlian bisa menaikkan tingkat PDB di suatu negara. Artinya kaum perempuan harus mempunyai keahlian, pandangan, wawasan dan ilmu pengetahuan yang memadai agar kelak nantinya bisa bersaing dalam masyarakat. Maka kemunculan era digitalisasi ini seharusnya bisa memberi dampak terhadap kaum perempuan dalam masalah pengembangan serta pemanfaatan karena hal ini mempunyai peluang yang menjanjikan untuk kaum perempuan sebagai bagian dari pembangun ekonomi dan peradaban Negara maupun dunia. Di masa teknologi dan informasi yang dilihat dengan berkembangnya industri-industri STIM ini, memberikan kesempatan yang menjanjikan bagi kaum perempuan untuk terjun kedalam industri lebih luas, namun kenyataannya masih terbilang sedikit yang bisa memanfaatkan peluang ini.  Kaum perempuan diyakini mempunyai peranan yang  signifikan dalam era saat ini, oleh karena itu dukungan berbagai pihak sangat diperlukan. Pemerintah  telah melaksanakan program kesetaraan gender yang mengintegrasikan gender dalam arus pembangunan  menempatkan perempuan sebagai subyek pembangunan. Tantangan yang dihadapi kaum perempuan  dalam mengoptimalkan perannya dalam pembanguanan bagaimana mengubah sikap permisif masyarakat dan praktek budaya yang membatasi kemajuan perempuan. Dan dilihat sisi lain kaum perempuan diwajibkan mempunyai pengetahuan yang luas, mempunyai pemikiran yang cerdas dan tidak gagap teknologi.

Singkatnya perempuan di masa digitalisasi ini masih terbilang hanya sebatas konsumen dari teknologi ini saja. Dan nampaknya kaum perempuan harus ikut serta didalamnya sebagai aktor yang aktif yang dimana lapangan kerja serta ekonomi digital dapat dilihat masih terus menerus berkembang. Dan kaum perempuan juga harus siap terhadap tantangan-tantangan di era digitalisasi. Bagi kaum perempuan harus segera siap mengatasi batasan-batasan di era digital terhadap perempuan. Dan terkait masalah ini masih banyak tantangan-tantangan serta hambatan yang dihadapi pemerintah dalam upaya pemberdayaan kaum perempuan di era digitalisasi ini untuk bisa menggapai kesetaraan gender saat ini. Hal utama yang harus dilakukan pemerintah disini adalah bagaimana cara mengubah sikap pesimis kaum perempuan dan menghilangkan budaya-budaya masyarakat yang akan membatasi keinginan maju para kaum perempuan. Dan salah satu yang tak kalah penting adalah menaikan nilai pendidikan pada kaum perempuan dan itu merupakan salah satu cara untuk memperkecil kesenjangan antara kaum perempuan dengan kaum laki-laki, dengan pendidikan yang memumpuni, perempuan pasti akan mampu terjun didunia yang lebih luas untuk bisa menunjukan potensi-potensi yang berada di dalam dirinya. Menurut Boukemidja (2018) hal ini dapat dipergunakan untuk membantu serta mengembangkan dan bisa menerapkan metodologi ke teknologi baru pada saat mereka muncul dan berperan serta menjadi subjek pengembangan. Selain itu, ini juga dapat dipergunakan secara proaktif untuk mengidentifikasi peluang-peluang bagi perkembangan dan penyebaran luasan teknologi.

Daftar Pustaka

Boukemidja, N.B (2018). Cyber Crimes against Women: Qualification and Means. European Journal of Social Sciences1(3), 34-44. http://dx.doi.org/10.26417/ejss.v1i3.p34-44

Lubis, E. E. (2014). Potret Media Sosial dan Perempuan. Jurnal Parallela1(2), 97-106. https://parallela.ejournal.unri.ac.id/index.php/JPRL/article/view/2864

Author: Muhammad Rizaldi

Politik Internasional B

32 thoughts on “Pemberdayaan Dan Tantangan Kaum Perempuan Di Era Digital

    1. artikelnya good si, semoga bermanfaat deh buat masyarakat sekitar, terutama buat gua si yg pecandu sosmed wkwk. SEMANGAT bos!!!

  1. Pingback:Buy Guns Online
  2. Pingback:dark0de url

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *