Model Pengembangan Jepang dan China pada Kawasan Asia

Bagaimana Model Pengembangan di Jepang?

Jepang sebagai salah satu pilar yang paling utama untuk Amerika Serikat dianggap dapat diandalkan. Pada model perkembangan Jepang, Amerika Serikat menanamkan modal kepada Jepang hampir 30% dari total perdagangan negara agar membantu perkembangan pendirian institusi baru (Voinea, 2019). Amerika Serikat sebagai konstitusi negara yang baru dalam memperdayakan Kementerian Perdagangan dan Industri Internasional yang kuat tetapi hal tersebut hanya dimiliki oleh pribadi. Dengan masuknya Jepang kedalam Perjanjian Umum Tarif dan Perdagangan karena adanya dukungan dari politisi Amerika Serikat. Jepang yang memperkenalkan teknologi negaranya dengan upaya untuk mengurangi atau mengatasi ancaman dari negara barat. Dalam pengaruh sekutu Amerika Serikat, Jepang diperbolehkan melakukan impor dengan bebas diseluruh pasar domestik dikawasan negaranya. Untuk memainkan peran regionalisasinya Jepang mendapatkan kedudukan penting untuk kemajuan dan sebagai kekuatan ekonomi di dunia serta mendapatkan peran penting dalam Official Development Assistance (ODA) dikawasan Pasifik.

Jepang menjadikan dolar Amerika Serikat sebagai kekuatan finansial terbesar didunia untuk meningkatkan nilai aset keuangannya. Setelah adanya krisis ekonomi di Jepang, faktor internal telah menjadi pendorong dalam upaya pemuliahan perekonomian di negaranya (Sagena, 2005). Negara-negara di Asia Timur menginginkan Jepang untuk tidak selalu bergantung dengan pasar Amerika Serikat hanya karena tawaran dari kerjasama tersebut lebih menguntungkan, tetapi menurut negara-negara dikawasan Asia Timur ketergantuangan Jepang pada Amerika Serikat membuat kawasan negara-negara di Asia Timur menjadi kurang menarik dalam tujuan investasinya. Jepang dalam melakukan investasinya pasti memiliki tujuan yang sangat besar untuk negaranya. Keputusan Jepang dalam melakukan investasinya di Amerika Serikat membuat perusahan di Jepang melakukan investasi sebesar 100 miliar dolar Amerika Serikat. Tidak hanya melakukan investasi dengan uang, Jepang juga melakukan investasinya dengan melakukan transfer teknologinya.

Jepang dianggap melakukan strateginya dengan julukan “paradigma angsa terbang” membuat kawasan tersebut menjadi sponsor yang sangat penting karena anggaran Jepang dialokasikan untuk bantuan luar negeri kepada negara-negara dikawasan Asia (Gilpin & Gilpin, 2004). Model perkembangan strategi Jepang dengan julukan “angsa terbang” membuat Jepang lebih maju dan memberikan manfaat pada pertumbuhan ekonomi di negara-negara kawasan lainnya karena Jepang menjadi lebih maju dengan melakukan ekspor produknya di negara lain. Flying Geese yang memiliki keunggulannya dalam komperatif pada ekspor impor (Permatasari, 2018). Menurut Jepang negara-negara Asia harus mengikuti model perkembangan yang dijalankan Jepang seperti “angsa terbang” untuk menjadikan negara-negara Asia dalam memperkuat perekonomian dan teknologinya. Jepang yang memiliki kedudukan paling depan dalam formasi angsa terbang di Asia. Model perkembangan yang dijalankan Jepang yaitu angsa terbang dianggap sebagai model keunggulan dari relokasi industri antar negara dengan memberikan manfaat dalam menyebar luaskan industrialisasi di kawasan Asia.

Flying Geese (Angsa Terbang) menjadikan salah satu model dalam pertimbangan untuk membangun perekonomian disuatu negara atau kawasan. Kebijakan model yang diambil oleh Jepang dengan tujuan untuk mengatasi kesulitan dari industrialisasi pada pengembengan perekonomian terbuka.

Model Pengembangan di China

Berbeda dengan Jepang, China yang lebih mengandalkan negaranya dengan BUMN dalam mengendalikan berbagai sumber dayanya. China sebagai negara yang memiliki pertumbuhan PDB setiap tahunya meningkat. China yang memiliki rencana pembangunan berdasarkan dengan ekonomi ganda dengan menggunakan zona ekonomi yang hampir sama dengan Singapura. China yang memiliki daya permintaan pasar ekspornya yang lebih tinggi dan banyak dibandingkan dengan Amerika Serikat dan Jepang. Meskipun perkembangan perekonomian di China terus meningkat tetapi pemerintah pusat China lebih memfokuskan investasinya dengan melakukan negosisasi untuk mentrasfer teknologi dari luar dan melakukan investasinya di bidang industri multinasional dengan Eropa Barat dan Jepang. Investasi langsung asing (FDI) sangat memiliki peran penting untuk perkembangan di China berbeda dengan di Jepang FDI tidak memiliki perannya dalam perkembangan di Jepang. Model perkembangan di China lebih terpusat karena lebih memiliki program nasionalnya sendiri yang sudah direncanakan oleh pemerintah.

Model pengembangan di China yang terbuka memberikan dampak baik bagi produk impor dengan memberikan manfaat keuntungan tidak hanya untuk di negaranya tetapi untuk negara tetangga. Perekonomian negara China telah mengalami ekspansi seperti cadangan devisa, FDI samapi perkembangan teknologi (Falianty, 2008). China yang dikenal sebagai negara yang memiliki perekonomian sangat baik sehingga membuat kekhawatiran bagi seluruh dunia terutama untuk kawasan Asia karena China menduduki tingkat tertinggi dalam neraca perdagangan dikawasan Asia Timur.

Daftar Pustaka

Falianty, T. A. (2008, 3 Desember ). Dampak Perkembangan China Terhadap Perekonomian Negara-Negara ASEAN. Majalah Ekonomi.https://media.neliti.com/media/publications/4110-ID-dampak-perkembangan-china-terhadap-perekonomian-negara-negara-asean.pdf.

Gilpin, R. & Gilpin, J., M. (2004). Perekonomian Dunia pada Abad ke-21: Tantangan Kapitalisme Global (H. Munandar dan D. Priatna). PT. RajaGrafindo. (Karya asli terbit tahun 2000).

Permatasari, D., I. (2018). Dinamika perubahan bahan keunggulan komparatif di ASEAN-4. [ Skripsi, Universitas Jember]. Unej. https://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/95506/Iis%20Dwi%20Permatasari%201.pdf?sequence=1&isAllowed=y

Sagena, U. (2005). Pergeseran Model Pembangunan Ekonomi Developmental State Jepang. Portal Karya Ilmiah FISIP Universitas Mulawarman, 6(12), 59-76

Voinea, I. (2019). The Role of Japan in the Development of Emerging Markets in Asia: Key lessons learned for China. Asociatia Generala a Economistilor din Romania – AGER, 2(619), 47-62.

Author: Hilfi Nihlatulhusna

Mahasiswa Hubungan Internasional semester 7 di IISIP Jakarta

95 thoughts on “Model Pengembangan Jepang dan China pada Kawasan Asia

  1. Sangat singkat tetapi sangat menarik pembahasannya, Jepang dan China merupakan negara yang masuk 3 besar dalam pengembangan ekonomi di Kawasan Asia. Proud of you..

  2. Thank you author for the article. It’s very an interesting topic, well written, useful, and augment our knowledge. Keep up the good work, stay healthy, safe, sane, and God Bless🌻

  3. Selamat untuk artikelnya yang informatif. Artikel yang sifatnya perbandingan kebijakan negara seperti ini memberikan wawasan yang bermanfaat dan dapat menjadi rujukan.

  4. Artikel yang sangat menarik untuk dibaca, dikemas dengan bahasa yang sangat mudah dipahami, dan menambah wawasan bagi para pembacanya. Good job, author🙏

  5. Artikelnya sangat bermanfaat, sering sering untuk upload artikel seperti ini. Biar yg tidak tahu bisa menambah ilmu

  6. Walaupun saya bukan anak hubungan internasional tp ini sangat membantu, seenggaknya saya mendapatkan sedikit ilmu dr materi di atas, terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *