Mengenal Apa yang Dimaksud Developmental State Melalui Pembangunan Singapura

Development State adalah suatu paradigma yang mempengaruhi arah dan kecepatan pembangunan ekonomi dengan secara langsung mengintervensi proses pembangunan , yang berbanding terbalik dengan cara berpikir yang mengandalkan kekuatan pasar dalam mengalokasikan sumber daya ekonomi.Namun demikian dalam menjalankan konsep Developmental State, adalah penting untuk memiliki birokrasi yang bertanggung jawab dan kompeten. Dalam hubungan ini, menjelaskan bahwa organisasi harus terdiri atas individu-individu yang sangat mampu (capable) yang direkrut melalui persaingan yang terbuka.Ini adalah sebuah keharusan, karena apabila tidak terpenuhi maka paradigma ini tidak akan dapat membangun ekonomi dengan arah yang benar.(Beeson, 2002) menjelaskan bahwa kunci untuk menjalankan development state yang efektif adalah kapasitas negara (state capacity), yaitu kemampuan untuk memformulasikan dan mengimplementasikan kebijakan pembangunan. Selain birokrasi yang kompeten juga diperlukan hubungan yang efektif dengan dunia usaha sebagai titik penting dalam inisiatif-inisiatif pembangunan yang berhasil.

Istilah Negara Pembangunan banyak digunakan setelah periode Perang Dunia II diman terjadi pertumbuhan ekonomi yang pesat di negara-negara Asia Timur seperti jepang,Korea selatan,Hongkong,Singapura,dan Taiwan. Menurut Chalmers Johnson (Irawan, 2017),Pembangunan negara terdiri dari beberapa ciri: (1) pentingnya tindakan negara dalam mengatur pembangunan ekonomi. Negara berfokus pada penggabungan kebijakan pertumbuhan ekonomi , daya saing dan produktivitas daripada kebijakan kesejahteraan, (2) negara berkomitmen pada pasar dan kepemilikan pribadi, (3) pasar dipandu oleh negara melalui instrumen yang disusun oleh birokrasi ekonomi elit. Badan percontohan dibentuk untuk melaksanakan perencanaan ekonomi, (4) negara ditunjuk dengan beberapa lembaga untuk memelihara koordinasi dan konsultasi dengan sektor swasta.(5)pemisahan tugas dalam hal memerintah dan memerintah.

Perkembangan negara di Singapura juga terbentuk karena beberapa kondisi dan tantangan. Ancaman Finansial dan Teritorial,ketidakstabilan ekonomi dan bahaya geopolitik merupakan alasan paling signifikan untuk membenarkan munculnya negara berkembang. Singapura memperoleh status pemerintahan sendiri dari inggris pada tahun 1959 dan menghabiskan 6 tahun sebelum kemerdekaannya (pada tahun 1965) sebagai bagian dari federasi Malaysia. Dikelilingi oleh Malaysia, Indonesia dan Brunei membuat Singapura menjadi lokasi yang strategis bagi para pebisnis dan turis internasional (Irawan, 2017) .Perkembangan Singapura dalam sektor ekonomi  dan industri tidak terlepas dari intervensi pemerintah, seperti pernyataan (Perry et al., 2017), Yaitu: “Intervensi Negara dalam pengambilan kebijakan ekonomi di singapura dimulai dengan pembentukan.The Strategic Plan of Economic Growth.Hal ini menggambarkan posisi Singapura sebagai kota global yang akan menjadi ‘total business hub’ di Asia-Pasifik.Singapura juga menawarkan daya tarik industri pada pengetahuan dan teknologi tinggi bersama dengan investasi untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja dan kapasitas inovasi”

(Perry et al., 2017)  Juga menyatakan bahwa terdapat lima model intervensi negara yang dilakukan oleh Pemerintah Singapura. Pertama, pembentukan instansi sebagai biro perencanaan pusat yang merumuskan perencanaan dan pelaksaan ekonominya,yang Kedua,pemerintah Singapura juga memberikan subsidi dan insentif pajak yang ekstensif untuk menarik calon investor dalam mengembangkan usahanya.Ketiga, negara melengkapi sektor ekonomi dengan infrastruktur berstandar tinggi yang menjamin pertumbuhan ekonomi dapat berjalan efektif. Selain itu, yang Keempat, pemerintah Singapura mengontrol pasar tenaga kerja secara luas dalam hal pengaturan kinerja produktivitas, pembentukan keterampilan, pengupahan,hubungan industrial dan perekrutan tenaga kerja asing. Dan yang terakhir yaitu Kelima,pemerintah Singapura juga turut mengatur kebijakan ekonomi makro dengan sangat hati-hati untuk menjaga angka inflasi agar tetap rendah dan menginvestasikan surplus anggaran pemerintah dalam infrastruktur sosial dan fisik.

Struktur ekonomi Singapore Development state yang telah disebutkan di atas menunjukkan bahwa pemerintah Singapura memberikan perencanaan yang matang untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang efektif dapat dicapai. Menurut Johnson (Irawan, 2017) konsep Development state sampai saat ini masih relevan karena konsep ini akan terus menjadi strategi praktis dan pelajaran tentang sifat cair dari kebijakan industri dan konsep Development state mampu menggambarkan situasi perekonomian Singapura.

Referensi

Irawan, D. R. (2017). The Origin of Developmental State in Singapore. Jurnal Analisis Sosial Politik, 1(1),2-3. http://jurnal.fisip.unila.ac.id/index.php/jasp/article/download/368/279

Perry, M.K.L., & Yeoh, B.S.A. (1997). Singapore: a developmental city state. Jurnal Analisis Sosial Politik,1(1),3-4. https://doi.org/10.1111/j.1745-7939.1998.tb02087.x

Author:

9 thoughts on “Mengenal Apa yang Dimaksud Developmental State Melalui Pembangunan Singapura

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *