Kompleksitas dan Integrasi Politik di Kawasan Asia Timur: Apa yang Terjadi?

Kawasan Asia Timur merupakan sebuah kawasan yang memberikan suatu pandangan terhadap dunia internasional akan kemajuan negara di dalamnya. Dunia internasional melihat bahwa negara-negara di kawasan Asia Timur memiliki kualitas yang sudah tidak perlu diragukan lagi akan keadaan sistem ekonominya. Baik itu sistem ekonomi yang bersifat perdagangan internasional maupun investasi. Hal itu tentu membuat negara-negara tersebut yang tergabung ke dalam kawasan Asia Timur harus bisa untuk meningkatkan distribusi global agar bisa melakukan penyesuaian di suatu kawasan. Era globalisasi membuat suatu kawasan yang memiliki cita-cita regionalisme harus kuat untuk muncul sebagai kekuatan global dan menjadi aktor domestik ketika dalam membentuk kebijakan nasional masing-masing negara agar mencapai kepada keuntungan mereka. Politik kawasan Asia Timur membuat negara yang tergabung menemukan adanya kegunaan dan keuntungan secara potensial ketika melakukan kerja sama dengan negara-negara tetangga karena dianggap sebagai kawasan mitra yang sangat dekat.

Secara umum, pengalaman itu lah yang memberikan negara-negara di dunia internasional untuk mendorong agar bisa menjadi negara yang bersifat dinamis secara regional dan global dengan mengedepankan sebuah pembangunan. Tentu melakukan pembangunan di suatu negara harus didasari oleh pembangunan daerah itu sendiri. Negara-negara di Asia Timur melakukan sebuah perubahan terhadap negaranya dan berhasil dilakukan karena terdapat sebuah ancaman yang berasal dari luar, yaitu adanya sebuah ancaman militer dari musuh-musuh mereka saat itu. Sehingga negara-negara Asia Timur dapat tumbuh dengan sebagai negara perekonomian yang kuat.

Pertumbuhan ekonomi yang kuat dijadikan sebagai bentuk persatuan antar negara-negara di kawasan Asia Timur dan sebagai kesiapan nasional mereka untuk berdaya saing secara global. Adanya authoritarian developmentalism yang berada di tiap-tiap negara Asia Timur dapat menjaga sebuah konflik pada suatu rezim politik jika sewaktu-waktu bergejolak timbul suatu masalah di antara negara-negara tersebut. Sistem authoritarian developmentalism diterapkan oleh negara-negara di Asia Timur agar dalam mengejar pertumbuhan ekonomi, mereka tidak akan mengalami jebakan yang memicu kepada collapse suatu negara (Ohno, 2013, Chapter 2). Terlepas dari itu semua, kawasan Asia Timur tercakup kepada kekutan besar yakni Jepang dan Tiongkok. Kedua negara tersebut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap negara-negara di Asia Timur lainnya dalam sifatnya yang berjangka panjang. Industrialisasi Jepang membuahkan hasil dan kekuatan yang besar bagi negerinya dan menjadi letak strategis dalam urusan internasional.

Kompleksitas politik di kawasan Asia Timur juga tentu berdampak kepada kekuatan negara-negara besar seperti Jepang dan Tiongkok. Bagaimana tidak? Tiongkok mengalami demografi wilayah yang populasinya sangat besar dan Jepang mengalami penurunan angka produktivitas karena penduduknya yang menua begitu cepat. Intensitas persaingan yang muncul bagi negara-negara di Asia Timur membawa kebangkitan bagi Tiongkok sendiri dalam dinamika persaingan saat melakukan pembangunan institusi global. Menurut Beeson (2014), kedua negara tersebut yakni Jepang dan Tiongkok pada tahun 1910 melakukan aneksasi atas Korea yang menciptakan sumber ketegangan pada saat itu. Namun hal tersebut merupakan masa silam yang dijadikan lessons bagi negara-negara di kawasan Asia Timur agar menjadikan mereka bisa bertumbuh dan berkembang yang maju dan pesat hingga saat ini.

Kemunculan Tiongkok pun menghadirkan peluang dan tantangan yang sangat besar bagi negara-negara yang ada di dunia, termasuk Amerika Serikat. Tiongkok sendiri merupakan alternatif yang sangat penting dan menarik dalam menjadi pembangunan global. Sejak berakhirnya Perang Dunia II, Asia Timur memang ditafsirkan sebagai perubahan yang sangat besar. Hal tersebut didasarkan kepada demokrasi yang stabil, makmur, dan damai. Pada awal abad ke-20, Jepang telah mencapai pada sebuah transformasi ekonomi yang besar. Tidak hanya Tiongkok dan Jepang, namun Korea Selatan dan Taiwan pun ikut mengalami perkembangan yang pesat dan dramatis baik secara politik maupun ekonomi. Menurut Lim (2015), secara politik antara Korea Selatan dan Taiwan muncul dari dekade kolonial dalam keterlibatannya pada perjuangan pasca perang yang begitu intens antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet.

Dalam kasus Korea, kasus ini membagi dua rezim yang sangat bermusuhan ketika dimana Korea Selatan pro terhadap Amerika Serikat dan Korea Utara yang pro terhadap Uni Soviet. Afiliasi Korea Selatan dengan Amerika Serikat yang membuat terjadi pembentukan pemerintahan yang demokratis pada tahun 1948. Di Taiwan, perjuangan saat Perang Dingin juga mengalami efek langsung bagi penduduk asli setempat karena menjadi sasaran invasi. Namun pada tahun 1943 saat terjadinya kesepakatan dengan mendeklarasikan Cairo Declaration yang dirumuskan oleh Tiongkok, Inggris, dan Amerika Serikat bahwa Taiwan akan dikembalikan kepada Daratan Tiongkok. Kemiskinan bagi negara-negara Asia Timur merupakan masalah yang krusial dan harus dituntaskan dengan secepatnya. Untuk negara-negara Asia Timur, pengentasan kemiskinan bukan tujuan utama yang harus dilakukan dari upaya pembangunan. Faktanya, mengurangi kemiskinan adalah tujuan yang bukan prioritas bagi mereka.

Negara-negara Asia Timur selalu mengejar tujuan yang lebih ambisius untuk meningkatkan teknologi, daya saing, dan standar hidup agar dapat bergabung dengan negara-negara maju dan membangun status yang dihormati dalam ekonomi dunia. Sehingga negara Asia Timur muncul sebagai integrasi yang berbasis pembangunan. Pembangunan tersebut dicapai dengan adanya pertumbuhan ekonomi yang dijadikan sebagai arena interaksi ekonomi antar anggota di kawasan tersebut. Melihat kompleksitas politik di kawasan Asia Timur, tentu berbekal pengetahuan akan sejarah yang terjadi di kawasan Asia Timur sebelumnya menjadikan kawasan ini memiliki intensitas yang tinggi.

Masalah integrasi yang terjadi di Asia Timur menjadi kasus pada sebuah fenomena dan dapat dianalisa dengan menggunakan teori integrasi kawasan. Menurut Buttler (1997), integrasi tidaklah mesti dilihat sebagai suatu proses dan hasil akhir, melainkan sebagai kemunculan dari aspek formal dan non-formal. Dalam konteks formal (conscious political decision), integrasi didesain untuk mempererat saling keterhubungan dan pertukaran antar kelompok negara dengan berbagai macam bentuk. Sedangkan dalam konteks non-formal, integrasi didasarkan pada arus ekonomi, sosial, dan kultural. Kawasan Asia Timur sebagai subsistem bagian dari kawasan yang lebih besar dari Asia Pasifik.

Kawasan Asia Timur dianggap sebagai subsistem tersendiri yang dipisahkan dengan kawasan lainnya seperti Asia Tenggara, Amerika Utara, Asia Selatan, dan Pasifik Selatan. Dalam interaksi di bidang ekonomi, tidak diragukan lagi bahwasanya negara-negara di kawasan Asia Timur mencatat pertumbuhan pesat secara global hingga saat ini. Secara umum, Tiongkok sudah berkembang menjadi pesaing dengan Amerika Serikat dan Eropa. Sedangkan pertumbuhan ekonomi Jepang dan Korea Selatan menjadikan kedua negara tersebut sebagai sumber modal bagi negara-negara di kawasan Pasifik lainnya (Dobson et al., 2001).

Daftar Pustaka

Beeson, M. (2014). Regionalism and Globalization in East Asia. Palgrave Macmilan.

Buttler, F. (1997). Regionalism and Integration. Oxford University Press.

Dobson, H., Gilson, J., Hook, G., D., & Hughes, C.,W. (2001). Japan’s International Relations: Politics, Economics and Security. Routledge.

Lim, T. (2015). Politics in East Asia: Explaining Change and Continuity. Calfornia State University.

Ohno, K. (2013). The East Asian Growth Regime and Political Development. Dalam K. Ohno & I. Ohno (Eds.), Eastern and Western Ideas for African Growth: Diversity and Complementarity in Development Aid (eds. 1, 37-61). Routledge.

Author: Leo Gusanda

47 thoughts on “Kompleksitas dan Integrasi Politik di Kawasan Asia Timur: Apa yang Terjadi?

  1. Terimakasih,
    Artikelnya dimuat dengan singkat, Namun tetap menarik dan jelas sehingga memudahkan pembaca untuk memahami. ๐Ÿ‘๐Ÿ‘

  2. Topik pembahasan ini menarik banget sih menurut aku, kita pun bisa lebih aware sama bagaimna kondisi politik, maupun perekonomian di negara” asia timur. Aku sendiri jg tertarik dengan pembahasan tetutama mengenai negara china dengan kekuasaannya yg impact yg cukup besat terhadap dunia dan korea yg menurut aku isunya sudab sangat sering di dengar di masyarakat, tentang bagaimna negara itu harus terpisah menjadi 2 dan saling kontradiksi satu sama lain. Secara keseluruhan aku suka drngan artikel ini. Nah hanya saja untuk saran, menurut aku masih terdapat beberapa kata dan kalimat yg masih kurang familiar / kurang dimengerti untuk masyarakat awam, oleh karen itu mungkin saat ingin mencantumkan istilah tertentu bisa dilengkapi dengan pengertiannya. Selain itu, penyusunan paragraf nya aku kira masih kurang rapih dan kalimat” nya pun seperti itu, sehingga saat membaca agak susah dimengerti, dan pokok pembicaraan tiap paragraf kalau bisa masih dalam sub topik yang serupa. Namun, secara keseluruhan artikel ini sudah baik๐Ÿ™

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *