KETEGANGAN POLITIK DI AMERIKA LATIN

Tumbuhnya partai – partai kiri di Amerika Latin seperti di Venezuela, Cile, Brasil, Bolivia, Argentina, Urugay, Ekuador, dan Paraguay membuat kata Sosialisme, kata yang haram bergema kembali di Amerika Latin. Hugo Chaves, seorang presiden terpilih Venezuela 1999 menjadi sosok yang menngerakkan sosialis / sayap kiri dan anti – imperialism. Disusul oleh Partai Buruh Brazil pada tahun 2002, begitu juga Argentina yang mengusung politik kiri yaitu Nestor Kirchner dan Christina yang berturut – turut menduduki jabatan kepresidenan. Begitu juga ada Evo Morales pada tahun 2005 yang menjadi presiden Bolivia dan Rafael Correa di Ekuador.


Program dan retorik pemerintahan sayap kiri di Amerika Latin umumnya serupa: nasionalisasi industri, redistribusi pendapatan, dan menolak resep-resep neoliberalisme ala International Monetary Fund atau biasa disebut IMF. Emir Sader, memberikan petuah bahwa Amerika Latin merupakan rantai terlemah dalam pusaran dunia. Petuah dari Emir Sader inilah yang membuat kepercayaan terhadap neoliberal menurun.


Dominasi sayap kiri mulai terkikis.di Argentina semenjak terpilihnya partai sayap kanan Cambienos berhasil menghentikan masa berjayanya partai sayap kiri yang selama 12 tahun. Namun di Venezuela masih tetap berada di sayap kiri. Perlahan – lahan sayap kiri mulai tumbang, Rafael Correa yang menjabat di Ekuador terpaksa meletakkan jabatannya dikarenakan mengalami resesi ekonomi di Ekuador. Disusul oleh Evo Morales yang tersandung skandal seks dan kalah telak pada tahun 2016. Di Brazil juga terjadi keributan unjuk rasa atau penyampaian pendapat untuk menuntut turunnya Presiden Dilma Rouseff dari jabatannya karena berasal dari sayap kiri. Rouseff dimakzulkan karena terlibat korupsi dan krisis ekonomi. Michel Temer menggantikan posisi Rouseff dan Michel Temer berasal dari sayap kanan(Hochstetler, 2011)


Pada tahun 2015 diungkapkan oleh lembaga jejak pendapat bahwa kepuasan publik terhadap pemerintah dan kepercayaan terhadap demokrasi sangat rendah. Hal ini menyebabkan beberapa Negara di Amerika Latin mengalami dampak dari krisis ekonomi seperti Honduras yang mengalami pergolakan politik dan keamanan sehingga presiden Juan Orlando Hernandez mengerahkan para pasukan militer setelah masyarakatnya melakukan unjuk rasa melawan pemerintahannya yang mengakibatkan adanya korban jiwa. Protes terhadap Hernandez telah berkembang terkait reformasi yang direncanakan yang dikritik oleh para pengritiknya akan mengarah pada privatisasi layanan kesehatan dan pendidikan publik.


Dampak pada Venezuela adalah krisis ekonomi yang melebihi Kuba, Uni Soviet dan Zimbabwe. Krisis ekonomi di Venezuela diperparah oleh sanksi Amerika Serikat untuk memaksa Presiden Nicolas Maduro menyerahkan kekuasaan kepada pemimpin oposisi negara itu, Juan Guaido. Amerika Serikat melarang memperdagangkan obligasi Venezuela, mempersulit Venezuela untuk mengimpor barang, termasuk makanan dan obat-obatan. Dampak pada Chile yaitu Ibu Kota Santiago pada Oktober 2019 berubah menjadi lautan massa yang memprotes mencoloknya kesenjangan sosial di negara itu. Demonstrasi di Chile meletup ketika pemerintah menaikkan harga tiket kereta api, yang menjadi sarana transportasi utama di negara ini.


Keijakan Pasar Bebas membuat perekonomian Amerika Latin memburuk serta berjalan lambat. Partai sayap kiri mengambil kesempatan untuk tampil dan merebut kekuasaan politik sehingga pada tahun 2008 dikuasai oleh partai sayap kiri. Krisis pemerintahan kiri di Amerika Latin pun tak bisa dilepaskan dari pengaruh Washington. Meskipun krisis ekonomi dan korupsi dirasa jadi alasan utama namun Amerika Serikat memiliki peran bernama Atlas Network. Operasi Atlas Network di Amerika Latin memiliki peranan mendorong Negara – Negara dalam upaya mendorong perubahan rezim di Brazil, Argentina sampai Cile( Irfan, 2017)

Daftar Pustaka


Irfan, M., F., R. (2017, 25 September) Benarkah Amerika Latin Bergerak ke Kanan? Tirto https://tirto.id/benarkah-amerika-latin-bergerak-ke-kanan-cw3A


3 Negara di Amerika Latin Dilanda Ketegangan Politik. (2019, 13 November). Tempo. Indonesia. https://dunia.tempo.co/read/1271862/3-negara-di-amerika-latin-dilanda-ketegangan-politik

Hochstetler, K. (2011). The Fates Of Presidents in Post – Transition Latin America: From Democratic Breakdown to Impeachment to Presidential Breakdown. Journal of Politics in Latin America, 125 – 141.

Author:

2 thoughts on “KETEGANGAN POLITIK DI AMERIKA LATIN

  1. Pingback:robux free codes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *