Kerja sama Indonesia dengan Tiongkok dalam Pembangunan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Seperti yang kita ketahui, kepentingan nasional merupakan salah satu bahasan penting dalam studi hubungan internasional , hal ini dikarenakan epentingan nasional  merupakan kepentingan yang berkaitan  dengan tujuan dan cita-cita negara untuk  mencapai keadaan yang sejahtera dalam  berbagai bidang (Oppenheim, 1987), walaupun erat kaitannya dengan tujuan bersama masyarakat dalam bernegara namun kepentingan nasional juga dapat  diwujudkan dengan cara bekerja sama  dengan negara lain, ini disebabkan karena setiap negara memiliki kondisi yang berbeda beda akan sumber daya.Salah satu bentuk kerja sama suatu negara dengan negara lain dapat kita lihat dengan adanya FDI(Foreign Direct Investment) FDI sendiri memang dapat dirasakan dan berdampak sangat baik terhadap negara penerima investasi yaitu FDI mampu berperan  sebagai modal awal untuk menggerakkan  roda perekonomian suatu negara, Kemudian FDI juga berdampak yang sangat positif seperti adanya transfer teknologi  dan transfer ilmu pengetahuan yang juga  akan berdampak kepada peningkatan  taraf hidup bagi masyarakat negara terutama kepada negara penerima investasi, Indonesia sendiri telah ikut dan juga menjalin kerja  sama dengan negara lain untuk  memenuhi kebutuhan atau kepentingan  negaranya, Salah satu hal yang mampu melihat untuk mendapatka Investasi dengan bentuk kerja sama  Indonesia dengan negara lain sendiri  terwujud dari masuknya FDI ke  Indonesia.

Dalam proyek kereta cepat Indonesia melakukan kerja sama dengan Negara Tiongkok karena dipandang Tiongkok sebagai mitra startegis kerja yang selama ini sudah banyak membantu perekonomian Indonesia, suatu negara dapat dikatakan mitra strategis pada saat negara tersebut memiliki pengaruh yang dapat  dikatakan signifikan dalam isu-isu atau  permasalahan global atau di suatu  wilayah tertentu, sehingga dalam hal ini  Tiongkok dapat dikatakan sebagai mitra  strategis karena tidak hanya memiliki  pengaruh yang signifikan di satu negara  saja, tetapi pengaruh Tiongkok juga  dapat dikatakan besar bagi banyak  negara di dunia; sehingga posisi  Tiongkok tidak dapat dianggap remeh  bahkan oleh negara-negara besar  lainnya.

Setelah melewati beberapa  proses yang dilalui pada akhirnya, pemerintah  Indonesia mengambil keputusan untuk  memilih Tiongkok sebagai mitra  dibandingkan dengan Jepang,  Hal ini  tentu saja merupakan suatu hal yang dapat  dikatakan mengagetkan mengingat  kontribusi Jepang dalam investasi dan  kerja sama infrastruktur transportasi, di  Indonesia dapat dikatakan yang lebih  besar jika dibandingkan dengan negara  Tiongkok yang terbukti pada   realisasi investasi yang telah dilakukannya dan kerja sama yang  telah dibahas  pada tulisan di awal sebelumnya. Namun, perlu  dicermati bahwa investasi asing yang  terlalu banyak atau yang mendominasi di  suatu negara, dapat berujung kepada  tidak hanya permasalahan ekonomi, dan  juga permasalahan ketergantungan saja,  tetapi juga permasalahan lainnya seperti  permasalahan politik Kemitraan  strategis, kemudian menjadi salah satu  cara negara untuk dapat mengurangi  dominasi negara lain dalam  perekonomian negaranya. 

Pemilihan Tiongkok terlibat dan menjadi mitra strategis dalam pengerjaan proyek  kereta cepat Jakarta–Bandung dapat  dikatakan sebagai salah satu pemilihan yang tepat untuk dapat menyeimbangkan dan melakukan pengaruh atau dominasi Jepang dalam  perekonomian Indonesia, Hal ini  terjadi dikarenakan, dalam perkembangan  kereta cepat,  dapat dilihat sendiri bahwa  teknologi yang diusung dalam kereta  cepat buatan Tiongkok, tidak jauh  berbeda dengan kereta buatan Jepang,  ditambah dengan penawaran biaya total  proyek yang lebih murah (Deny,2016). Nilai-nilai strategis yang dimiliki  oleh Tiongkok juga secara tidak langsung  membantu Indonesia menegaskan  posisinya sebagai middle power yang  memiliki salah satu fungsi sebagai  stabilitator bagi kekuatan-kekuatan lain  yang muncul dalam dunia internasional 

Indonesia sendiri memiliki tangtangan setelah memilih Tiongkok sebagai mitra proyek kerta cepat Jakarta-Bandung, keputusan yang diambil oleh Indonesia memang dapat dipandang sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapi Indonesia saat ini, hal hal yang kemudian menjadi sebuah tantangan bagi Indonesia setelah pemilihan Tiongkok yaitu pertama ,tantangan atas sikap yang akan di berikan Jepang kepada Indonesia karena Jepang sendiri ikut dan mau melakukan investasi terhadap proyek kereta cepat Jakarta Bandung , hal lain juga yang harus dihadapi Indonesia ialah tantangan masa depan yaitu terkait hutang Indonesia terhadap Tiongkok yang hari ini sudah semakin banyak dan harus segara dibayarkan, apabila Indonesia tidak mampu membayarkan hutan terkait proyek kereta cepat Jakarta Bandung maka akan sangat berdampak tidak  hanya kepada perekonomian Indonesia  saja, tetapi juga berpotensi pada semakin  kuatnya pengaruh Tiongkok di Indonesia  dan berpotensi menjadi bumerang  tersendiri dalam hubungan Indonesia Tiongkok di masa depan. Konsikuensi tersebut harus diambil oleh Indonesia untuk memajukan transportasinya dan dalam proyek ini Indonesia sudah mengambil satu langka yang sangat tepat sekali dan akan mampu merubah dan menjalankan roda perekonomian dalam sektor transportasi

Referensi

Oppenheim, F. E. (1987). National Interest, Rationality, and Morality. Political Theory, 15(3), 369-389. https://doi.org/10.1177/0090591787015003006

Deny, S. (2016 12 Februari). Ini Cerita Cepat  Proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung. Liputan6. http://bisnis.liputan6.com/read/2434749/

Author:

One thought on “Kerja sama Indonesia dengan Tiongkok dalam Pembangunan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *