Globalisasi Ekonomi bagi Tiongkok dan Jepang: Kesempatan atau Ancaman ?

Semakin berkembangnya kondisi ekonomi serta politik global, telah menghasilkan beberbagai sistem pada bidang perekonomian dari berbagai negara di seluruh dunia. Diantara sistem tersebut terdapat salah satu sistem yang mengalami perkembangan yang cukup signifikan yaitu sistem perdagangan bebas atau terintegrasinya  pasar global, dengan menjanjikan kemudahan serta keuntungan di dalam penciptaan sistem tersebut. Pada negara-negara Asia Timur yang merupakan perintis tingkat pertumbuhan ekonomi di kawasannya, pertumbuhan ekonomi yang terjadi karena menggunakan model pembangunan yang  disadari oleh tiga pilar utama: reformasi pertanian, manufaktur yang berorientasi pada ekspor dan penindasan keuangan (Voinea,2019). Negara – negara dahulu sebagai negara berkembang merubah haluannya sebagai negara industri seperti Tiongkok dan Jepang.  Kedua negara tersebut merupakan negara yang bisa dibilang berhasil dalam menekankan konsep Developmental State.

Pada negara-negara di Asia Timur mampu dikatakan telah berhasil dalam globalisasi ekonominya melalui konsep Developmental state. Konsep ini merupakan konsep yang membahas relasi antara negara terhadap kegiatan pembangunan di negaranya, dengan menempatkan negara sebagai aktor utama dalam mendorong pembangunan tersebut dengan prioritas pada aktivitas pembangunan. Ketika adanya suatu pembangunan pada negara yang perlu diperhatikan adalah pola politik pemerintahannya. Jadi pada konsep ini  menuntut adanya good governance (pemerintahan yang baik).

Kesinambungan dari konsep Developmental State ini dengan globalisasi ekonomi merupakan kedua hal yang tidak bisa dipisahkan. Ketika adanya negara yang ingin menerapkan konsep ini maka globalisasi ekoominya akan terus meningkat jikalau konsep itu dijalan dengan benar. Salah satu tokoh yang terkenal akan konsep ini adalah Kenichi Ohmae. Globalisasi biasanya dipandang sebagai fenomena sosio-ekonomi yang terwujud dalam perubahan structural dalam lingkup dan skala perubahan budaya, aliran modal dan semacamnya (Ohmae,1995). Fenomena ini merupakan hal yang mendorongnya suatu pembangunan ekonomi pada negara.

Globalisasi ekonomi Tiongkok dan Jepang

Antara Tiongkok dan Jepang telah mereformasi ekonominya sejak dahulu kala. Sejarah menuliskan bahwa isolasionalisme yang terjadi pada kedua negara ini mampu merubah haluan ekonominya. Pada era Tiongkok dikenal dari kebijakan Mao Zedong sedangkan pada Jepang dikenal dengan restorasi Meiji.

Sejarah yang telah terjadi pada kedua negara ini membuat Tiongkok dan Jepang mampu merubah sudut pandangnya. Tiongkok dan Jepang merupakan negara yang menerapkan Isolasionalis pada eranya masing-masing. Karena menilai globalisasi ekonomi merupakan suatu langkah melepas dari kegagalan maka Tiongkok dan Jepang percaya akan adanya pasar ekonomi global.

Kesempatan atau Ancaman

Globalisasi adalah proses menyatukan dunia melalui peningkatan modal, produk, jasa, ide, dan orang-orang melintasi batas-batas internasional. Dalam konteks ekonomi, globalisasi menyatukan pasar dan menghapus batas kebangsaan (Mas’Oed,1994). Demi mencapai kepentingan nasional, suatu negara dituntut untuk menerapkan globalisasi ekonomi agar mencapai pembangunan perekonomian negaranya.

Pada kenyataanya negara akan mendapati dampak dari proses globalisasi, akan tetapi harus menuntut reformasi ekonomi. Kerja sama internasioanl bukan hanya sebagai tolak ukurnya harus juga dipersiapkan dinamika pemerintahan dalam negerinya. Untuk mencapainya pembangunan harus mempersiapkan kematangan dari dinamika poltik dalam negerinya. Tentunya suatu reformasi ekonomi harus meliputi kebijakan ekonomi. Agar mampu melanjutkan pembangunan ekonomi nasional

Jadi globalisasi ekonomi telah membawa serangkaian dampak bagi suatu negara. Suatu kesempatan jikalau negara mampu menerapkan globalisasi ekonomi. Hal tersebut didukung dengan sifat institusi negaranya yang profesioanalitas dan tidak menerapkan poltik praktis. Sebagai negara yang memiliki institusi baik dan tidak adanya politik praktis dalam dinamika poltik dalam negerinya Tiongkok dan Jepang merupakan negara yang patut dicontoh untuk negara-negara berkembang seperti negara pada Asia Tenggara.

Daftar Pustaka

Mas’oed, M. (1994). Politik, Birokrasi dan Pembangunan . Pustaka Pelajar.

Ohmae, K. (1995). The End of the Nation-State: the Rise of Regional Economies. Harper collins Publisher. https://doi.org/10.2307/2623575.

Voinea, I. (2019). The role of Japan in the development of emerging markets in Asia. Key lessons learned for China. Associatia Generala a Economistilor din Romania – AGER, 2(619), 47-62. https://ideas.repec.org/a/agr/journl/vxxviy2019i2(619)p47-62.html.

Author: Anselmus Lagudo

20 thoughts on “Globalisasi Ekonomi bagi Tiongkok dan Jepang: Kesempatan atau Ancaman ?

  1. Pingback:exchange mail
  2. Pingback:homes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *