Dukungan Jepang Untuk Afganistan

Jauh sebelum Perang Dunia II berlangsung, adanya persaingan politik dan militer antara Jepang dengan kekuatan Barat. Dengan berakhirnya Perang Dingin menimbulkan rasa aman bagi Jepang apabila bersekutu dengan kekuatan Barat atau menjadi sekutu bagi Amerika Serikat (Irsan, 2007, hlm.52). Mengenai permasalahan terorisme, Jepang bereaksi dengan sangat prihatin terhadap serangan teroris 9/11 karena telah terjadi serangan terorisme yang serupa pada tahun 1995 yang akhirnya Jepang berinisiatif untuk melakukan perlawanan terhadap tindak terorisme di negara nya. Ia berusaha memposisikan dirinya sebagai “Inggris dari Asia” sesuai dengan strategi global AS. Pada masa pemerintahan perdana Mentri Koizumi, dia menyadari bahwa dukungan keuangan tidak akan cukup untuk mengamankan perdamaian di wilayah seperti Afghanistan. Setelah kejadian 9/11, Pemerintahan Afganistan yang dipimpin oleh Taliban runtuh diserang oleh tentara multinasional dari Amerika Serikat. Lalu Pemerintah Afganistan dan komunitas internasional berdiskusi untuk membentuk pemerintahan yang baru. Sejak kejadian 9/11 dan Amerika meyakinkan dunia bahwa Afganistan merupakan surga bagi para teroris, rakyat Afganistan diajak terlibat untuk pembangunan negaranya. Pemerintahan Afganistan yang baru dipimpin oleh Presiden Hamid Karzai mengakibatkan pembangunan negaranya melalui proses yang cukup pelik dan berliku. Amerika Serikat meminta Jepang untuk menjalankan perannya di Afganistan dengan tujuan membantu dan mendukung pembangunan negara Afganistan. Jepang menyatakan keprihatinannya terhadap serangan teroris di Kabul. Jepang memastikan bahwa negaranya akan terus mendukung negara yang dilanda perang untuk memastikan stabilitas negara maupun kawasan terjaga, memberikan bantuan pembangunan dan bantuan kemanusiaan. Mengapa Jepang bersedia membantu negara Afganistan? Menurut saya, karena solidaritas Jepang dan Amerika Serikat yang tercipta. Selain itu, Jepang memiliki rasa balas budi karena Amerika Serikat bersedia membantunya apabila keamanan negara Jepang terancam misalnya seperti adanya serangan teroris. Jepang telah memberikan sebesar US $ 5.791 miliar untuk Afghanistan melakukan rekonstruksi sejak 2001. Jepang berkomitmen untuk mendukung Afghanistan dalam tiga bidang yaitu membantu proses perdamaian, kerjasama keamanan, dan rekonstruksi serta bantuan kemanusiaan.

  • Perdamaian dan Proses Politik

Sejak jatuhnya Rezim Taliban, Afghanistan memutuskan untuk membangun pemerintahan yang demokratis. Untuk membantu upaya tersebut, Jepang mengirimkan ahli hukum ke Kabul untuk membantu Afghanistan dalam perumusan Konstitusi baru dan memberikan dukungan keuangan untuk presiden dan pemilihan parlemen. Jepang meyakinkan Afganistan bahwa negara tersebut harus merumuskan konstitusi baru agar Afganistan tidak lagi menjadi surga bagi para teroris.

  • Kerjasama Keamanan

Meskipun masih banyak pembicaraan di Jepang mengenai pengiriman pasukan ke Afghanistan, kenyataannya hambatan konstitusional menghalangi Jepang untuk mengirim pasukan tersebut. Dalam Pasal 9 Konstitusi Jepang 1947, Jepang tidak dapat membangun dan atau mempertahankan kekuatan militer. Secara eksplisit menurut Penulis, Jepang tidak boleh menggunakan kekerasan militer.

  • Bantuan Kemanusiaan

Pendidikan telah menjadi fokus utama Bantuan Pembangunan Luar Negeri Jepang , yang telah mendukung pembangunan dan pemulihan gedung sekolah lebih dari 830 dan membantu lebih dari satu juta siswa di Afganistan. JICA memberikan pelatihan pada 10.000 guru dan membantu mengembangkan pengajaran materi dan pusat pelatihan kejuruan. Beberapa universitas Jepang, terutama universitas khusus wanita, telah menjadi tuan rumah bagi Profesor Afghanistan untuk pelatihan dan pertukaran budaya. JICA telah membantu pembangunan rumah sakit untuk penyakit menular di Kabul, rehabilitasi rumah sakit provinsi di Provinsi Ghor, pembangunan dan pengembangan sekitar 97 klinik, dan menyediakan peralatan untuk 100 klinik yang dibangun oleh AS. PBB Program Pangan Dunia juga menyediakan layanan udara untuk transportasi dan bantuan terhadap pekerja. Pada tahun 2013, UNHCR memberikan dukungan pemulangan dan reintegrasi Pengungsi Afghanistan serta pengungsi yang terlantar. Bantuan reintegrasi diberikan kepada lebih dari 40.000 orang yang kembali ke Afghanistan oleh Internasional Organisasi untuk Migrasi di bidang transportasi, pembangunan tempat tinggal dan pelatihan kejuruan (Walia, 2020).

Daftar Pustaka

Irsan, A. (2007). Budaya dan Perilaku Politik Jepang di Asia. Grafindo Khazanah Ilmu.

Walia, S. (2020). Securing Peace in Afghanistan: A Primer on Japan’s Role (ORF Issue Brief No. 347). Observer Reseach Foundation. https://www.orfonline.org/wp-content/uploads/2020/03/ORF_IssueBrief_347_Afghanistan-Japan.pdf

Author:

2 thoughts on “Dukungan Jepang Untuk Afganistan

  1. Pingback:Energy Rates

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *