Dinamika Politik Perancis: Revolusi Perancis

Perancis adalah salah satu negara di Eropa Barat, Prancis juga menjadi negara terbesar nomor tiga setelah Rusia dan Ukraina di Eropa. Perancis adalah negara yang berbentuk Republik semi-presidensial. Negara ini mengadopsi nilai-nilai “Liberty, Equality, Fraternity“. Selain itu Prancis menjadi salah satu negara yang terlibat dalam peristiwa-peristiwa yang sangat penting dalam sejarah Eropa, bahkan menjadi salah satu negara yang turut ikut serta dalam sejarah penting munculnya liberalisme di Eropa. Munculnya liberalisme di Perancis tidak bisa dipisahkan dengan sejarah peristiwa Revolusi Perancis.

Revolusi Perancis adalah peristiwa dimana terjadinya perubahan sistem politik di Perancis, peristiwa ini memberikan dampak-dampak yang besar di Eropa. Revolusi Prancis terjadi pada tahun 1789. Peristiwa ini terjadi untuk menghapuskan absolutisme yang sudah terjadi sejak lama di Perancis dan untuk memperjuangkan hak-hak rakyat atas Kerajaan Perancis. Revolusi Perancis dianggap sebagai peristiwa yang mendudukkan harkat dan martabat manusia pada tempatnya yang sebenarnya (Az, 2014). Revolusi Perancis sangat dikenal dengan tiga semboyannya, yaitu “Liberte, Egalite, et Fraternite” yang berarti “Kebebasan, Persamaan, dan Persaudaraan” (Christmas & Purwati, 2020). Perjuangan- perjuangan tersebut menghasilkan suatu paham- paham baru seperti Liberalisme, Demokrasi, dan Nasionalisme yang terlahir dari tiga semboyan revolusi ini. Tokoh-tokoh pemikir tersebut adalah H. Grotius, Montesquieu, J. Jacques Rousseau, A. Mably, dan Condorcet, serta John Locke (Az, 2014).

Faktor utama yang menyebabkan terjadinya peristiwa Revolusi Perancis adalah karena ketidakpuasan rakyat terhadap pemerintahan Raja Louis XVI. Kekuasaan Raja Louis terkenal dengan semboyannya “I’Etat, c’est Moi” atau “Negara adalah Aku” menjadi puncak dari pemerintahan absolutisme di Perancis (Sungkar, 2007). Ketidakpuasan rakyat terhadap pemerintahan dari Raja Louis XVI terjadi dikarenakan krisis yang terjadi di kerajaan tersebut. Selain itu kebijakan Louis XVI menaikan pajak membuat rakyat semakin menderita akibat beban pajak yang dipungut oleh kerajaan dan gereja. Selain itu adanya ketidakadilan dalam bidang politik karena yang memegang peran penting dalam pemerintahan adalah kaum bangsawan. Ketidakadilan ini terlihat dalam pemilihan pegawai pemerintahan yang dipilih berdasarkan keturunan bukan berdasarkan profesi dan keahlian, hal ini menyebabkan kekacauan dalam administrasi negara sehingga muncul tindak korupsi dari pegawai pemerintahan.


Kondisi politik di Perancis semakin memanas dan pecah pada saat serangan rakyat terhadap penjara Bastille pada tanggal 14 Juli 1789. Penjara Bastille adalah lambang kekuasaan dari Raja Louis, di tempat ini para pemimpin rakyat dikurung. Diserangnya penjara Bastille oleh rakyat Perancis, maka tahun 1791 akhirnya Perancis berubah menjadi negara Monarki Konstitusi akhirnya pada tahun 1792 raja Louis XVI dijatuhkan hukuman mati dengan cara dipenggal lehernya. Selanjutnya Perancis diubah menjadi bentuk republik dengan membuat Pemerintahan Terror (sistem pemerintahan secara diktator) yang dipimpin oleh Robespierre (1792-1794) lalu ditahun 1795 Pemerintahan Terror diganti oleh pemerintahan Directoire (1795-1799) salah satu anggota Directoire Napoleon Bonaparte berhasil menyelamatkan Perancis dan menghentikan kekacauan yang terjadi bahkan dibawah pemerintahannya keadaan Perancis semakin baik. Akhirnya pada tahun 1804 Napoleon diresmikan menjadi kaisar Prancis. Revolusi Perancis dianggap sebagai peristiwa yang membawa perubahan dan perkembangan yang sangat berpengaruh Dampaknya dibidang politik revolusi ini memberikan pengaruh dan perubahan dimana negara menjadi republik, berkembangnya paham-paham baru seperti demokrasi, dan nasionalisme. Selanjutnya di bidang ekonomi Revolusi Perancis membuat sistem pajak feodal dihapuskan, menghapus sistem monopoli dan lewat Revolusi Perancis ini industri-industri besar mulai bermunculan (Afika, 2020).


Daftar Pustaka

Christmas, S. K & Purwanti, E. (2020). Perkembangan Sistem Pemerintahan dan Konsep Kedaulatan Pasca Revolusi Perancis Terhadap Hukum Internasional. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 2(3), 222-235. https://doi.org/10.14710/jphi.v2i2.222-235


Sungkar, L. (2007). Peranan Golongan Borjuis Pada Revolusi Perancis Tahun 1789. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 11(1), 59- 67. http://dx.doi.org/10.25157/wa.v4i2.742

Az, L., S. (2014). Para Martir Revolusi Dunia. Palapa.

Afika, L. (2020, 24 Juni). Revolusi Perancis. Yukisinau.id. https://www.yuksinau.id/revolusi-perancis/

Author: Merry

33 thoughts on “Dinamika Politik Perancis: Revolusi Perancis

  1. Sangat informatif & bahasanya mudah dipahami. Revolusi Perancis yang sangat terkenal dalam sejarah Eropa, penyebab dan proses serta dampaknya ditulis dengan singkat, padat dan jelas.

  2. Sangat informatif & bahasanya mudah dipahami. Revolusi Perancis yang sangat terkenal dalam sejarah Eropa, penyebab dan proses serta dampaknya ditulis dengan singkat, padat dan jelas.

  3. Dengan adanya artikel ini saya jadi tahu bagaimana politik, sejarah revolusi negara prancis.
    Nice artikel 👍Thankyou author 🙏
    semangat dan tetap terus berkarya 💪

  4. Pingback:play game

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *