Asia Tenggara : ASEAN Sebagai Zona Deklarasi Perjanjian Perdamaian ZOPFAN

ASEAN yang memiliki kepanjangan Association of Southeast Asian Nations atau Perhimpunan Bangsa-Bangsa di Asia Tenggara, yang telah berdiri selama 53 tahun didirikan pada 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. Adalah sebuah perhimpunan yang didirikan oleh beberapa negara anggotanya, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Beranggotakan 10 negara di kawasan Asia Tenggara. Dengan memiliki tujuh tujuan, salah satu diantaranya adalah meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan menghormati keadilan dan tertib hukum di dalam hubungannya dengan negara-negara di kawasan ini. Lalu, dibentuklah Zone of Peace, Freedom and Neutrality atau dapat di singkat ZOPFAN adalah sebuah zona perdamaian, kebebasan, dan netral, yang telah di tandatangani pada 27 November 1971 di Kuala Lumpur, Malaysia. Yang secara terbuka berniat untuk menjaga Asia Tenggara, untuk dapat bebas dari ikut campur tangan dari kekuatan pihak luar, dan dapat memperluas kerja sama. Oleh para Menteri Luar Negeri anggota ASEAN yaitu diantaranya Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Singapura. Dan bisa juga disebut dengan Deklarasi Kuala Lumpur. Negara-negara di kawasan khususnya Asia Tenggara ingin mempertahankan keamanannya dengan semangat hidup yang saling berdampingan, juga pengertian, dan serta melakukan kerja sama. Negara Asia Tenggara berkeinginan untuk merelaksasi ketegangan di kawasan internasional untuk mendapatkan perdamaian yang abadi. Negara-negara ASEAN menandatangani Treaty of Amity and Cooperation/TAC (yaitu Traktar Persahabatan dan Kerja Sama) yang juga menjadi komponen penting ZOPFAN. Hal penting lainnya bagi ZOFPAN adalah Treaty on the Sotheast Asia Nuclear Weapon Free Zone (Traktat Kawasan Bebas Senjata Nuklir di Asia Tenggara). Yang telah diatur pada Undang-Undang Pasal 5 ayat (1), Pasal 11, dan Pasal 20 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945; dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1978 tentang Pengesahan Perjanjian mengenai Penyebaran Senjata-senjata Nuklir (DPR RI, 2016). Sudah pula di tandatangani pada 15 desember 1995 di Bangkok, Indonesiapun telah menandatanganinya.

ASEAN tetap bukan kawasan yang terbebas dari konflik. Kalau kita kembali ke awal 2013, terjadi konflik bersenjata anatara Philipina yang mengakui sisi Sabah sebagai wilayah negara mereka. Yang mengakibatkan korban jiwa kedua negara, hingga Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) juga masyarakat internasional bereaksi dan berusaha agar kedua negara dapat menghentikan konflik bersenjata itu. Juga ada sengketa di Kuil Preh Viheaar dan kawasan Ambalat yang terjadi antara Indonesia dengan Malaysia. Juga kasus etnis Rohingnya di Thailand. Dari sinilah kita semua dapat melihat bahwa ASEAN bekerja secara pasif akibat kekerasan, pelanggaran HAM, konflik bersenjata dan berdarah terjadi. Untuk itu ASEAN membuat ASEAN Way sebagai cara menghadapi berbagai masalah dan Konflik ini, dengan ZOFPAN. ASEAN Way ini semakin memiliki dan menonjolkan kekuatannya, saat dinyatakan lagi dalam ASEAN Charter dengan berbagai prinsip-prinsip yang dilmilikinya. Pasifnya ASEAN dalam menyelesaikan konflik bersenjata Sulu-Malaysia, karena adanya sengketa di kawasan Asia Tenggara. (Sefriani, 2014). Untuk itu, ZOPFAN sebagai pendamai, penetral, dan bebas atau bisa kita sebut sebagai penengah, dan jalan keluar atas permasalahan atau konflik-konflik yang sudah atau akan terjadi di kawasan Asia tenggara bersama dengan ASEAN.

Daftar Pustaka

DPR RI. (2016). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1997 Tentang Pengesahan Treaty On The Southeast Asia Nuclear Weapon Free Zone (Traktat Kawasan Bebas Senjata Nuklir di Asia Tenggara) No.21, TLN. No.3675, LL Setkab, 1-10. https://dpr.go.id/dokjdih/document/uu/515.pdf

Sefriani, (2014, April) ASEAN Way Dalam Perspektif Hukum Internasional. Yustisia, 3(1), 89-95 C:/User/USER/Downloads/10128-18324-1-PB.pdf

Author:

9 thoughts on “Asia Tenggara : ASEAN Sebagai Zona Deklarasi Perjanjian Perdamaian ZOPFAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *