Perkembangan Ekonomi Asia Timur ? Perkembangan Sistem Otoriter dan Integrasi Regional

Asia Timur merupakan kawasan regional yang banyak menawarkan kajian menarik dalam dinamika Hubungan Internasional, kompleksitas interaksi dan hubungan antar negara di kawasan Asia Timur memberikan pengaruh dalam politik internasioan dan sisten global, regional Asia Timur mengalami kemajuan yang sangat signifikan dalam perekonomian era pasca perang dingin. Kawasan Asia Timur ini terdapat new emerging economics seperti China, Jepang dan Korea yang mendukung berkembangnya perekonomian di Asia Timur. China dengan kapasitas penduduk terbesar di dunia mengalami peningkatan perekonomian yang signifikan sehingga mampu mengalokasikan dana yang besar untuk pertahanan militernya, Jepang dengan kemampuan teknologi, dan Korea utara dengan kemampuan nuklir serta Korea selatan dengan korean wavenya membuat kawasan ini semakin menarik untuk dikaji. Interaksi  negara-negara yang berada di regional  Asia Timur dapat memberikan sebuah petunjuk untuk menjadikan suatu negara bisa menjadi kawasan yang kuat pertumbuhan ekonominya. Negara-negara di Asia Timur melakukan perubahan untuk menjadi negara yang  yang kuat dan pesat dalam meningkatkan pertumbuhan ekonominya. Bagi negara-negara di regional Asia Timur pertumbuhan ekonomi sangat penting untuk menjaga stabilitas dan keamanan nasional negaranya. Penerapan sistem authoritarian developmentalism di tiap-tiap negara Asia Timur dapat menghambat terjadinya  sebuah konflik pada suatu rezim politik jika sewaktu-waktu bergejolak timbul suatu masalah di antara negara-negara tersebut. Authoritarian developmentalism  diterapkan untuk mengejar pertumbuhan ekonomi dan meminimalisir jebakan yang dari negara lain yang akan menimbulkan kemiskinan pada suatu negara,. Tidak hanya menangani tentang masalah kemisikinan, namun masalah-masalah seperti kesenjangan pendapatan, urbanisasi, kerusakan lingkungan, maupun kemacetan juga menjadi salah tugas dari rezim tersebut. Namun, harus diakui bahwa rezim otoriter dengan kebijakan tersebut memang agak terlalu keras dan sensitif bagi negara-negara berkembang di dunia.

Pembangunan ekonomi dan integrasi internasional  merupakan satu hal yang tidak bisa dipisahkan, masuknya produk-produk, ide, teknologi dan sistem asing secara terus-menerus kedalam negara merupakan proses dari pembangunan ekonomi dan proses dari integrasi internasional, proses ini dibawa melalui jalur pribadi seperti mobilitas manusia, perdagangan dan investasi, dengan inisiatif kebijakan atau tekanan donor, integrasi regional, dan organisasi internasional. Dalam meningkatkan pembangunan ekonomi negara diperlukan faktor asing secara selektif dan di modifikasi sesuai dengan kebutuhan lokal negaranya. Kebijakan pembangunan dan kebijakan integrasi harus diintegrasikan secara tepat dan dikelola oleh pemerintahan pusat, dan akan lebih baik lagi jika tidak diserahkan kepada tangan swatsa atau organisasi asing (Ohno, 2000).

Perjalanan Asia timur dalam mengembangkan perekonomiannya membuat negara-negara didunia terkagum atas pencapaian mereka saat ini, ketika kita membicarakan tentang perjalanan Asia Timur, tentu perkembangan ekonomi di Asia Timur lah yang membuat negara di dunia terkagum-kagum atas pencapaian mereka saat ini, Pertumbuhan ekonomi  Asia Timur tidak terlepas dari sebuah pemikiran kompeten dan kebijakan yang tepat, bukan berdasarkan pada ketekunan maupun konfusianisme. Hal tersebut yang membuat beberapa negara gagal dalam melakukan pertumbuhan ekonomi karena tidak berdasarkan atas kompeten dan kebijakan yang tepat sehingga sulit untuk mengikuti pencapaian proses perekonomian yang maju di kawasan regional.

Integrasi pembangunan kawasan regional Asia Timur ini menggunakan bentuk yang sangat khusus di Asia Timur. Pertumbuhan ini dicapai melalui keberadaan wilayah Asia Timur sebagai arena interaksi ekonomi antar anggotanya. satu per satu negara berada dalam tahap perkembangan yang berbeda –beda memulai pertumbuhan ekonomi dengan cara berpartisipasi dalam jaringan produksi yang dinamis direntang oleh perusahaan swasta. terkait dengan pedagangan dan investasi, pembagian kerja internasional dengan urutan yang jelas dan struktur telah muncul di wilayah tersebut. Industrialisasi telah berjalan melalui penyebaran geografis di satu sisi dan pendalaman struktural di dalam setiap negara di sisi lainnya. Istilah angsa terbang mengacu pada sistematik pengembangan sisi penawaran. untuk memahami mekanisme ini, mengevaluasi kebijakan masing-masing negara tidak lah cukup, Asia Timur perlu dianalisis secara keseluruhan dengan strutur produksinya, pedagangan intra-regional, dan investasinya mengalir.

Pertumbuhan ekonomi di Asia Timur tidak terlepas dari intervensi asing yang membantu dalam pertumbuhan ekonominya, untuk itu dalam mengatasi jebakan kemiskinan dan memulai pertumbuhan sebagian negara Asia Timur memasang sistem developmentalisme otoriter atau negara otoriter dengan kemampuan ekonomi. Unsur utama dari rezim devolompentalisme otoriter ini diantaranya : memiliki pemimpin yang kuat dan paham akan ekonomi, menjadikan pembangunan sebagai tujuan, ideologi dan obsesi nasional tertinggi, dukungan dari kelompok elit atau teknokrat yang mendukung pemimpin dalam merancang dan merencanakan pembentukan sebuah kebijakan dan melaksanakan kebijakan, sehingga bisa diperolehnya legitimasi politik akibat dari sukses nya pembangunan yang direncanakan.

Perkembangan sistem developmentalisme otoriter Asia Timur muncul dibawah ancaman keamanan yang parah seperti Korea Selatan diancam oleh keberadaan Korea Utara, dan keberadaan Taiwan terancam dengan kehadiran Tiongkok daratan, politik internal membuat kekacauan dan kerusuhan etnis juga meningkatkan kemungkinan munculnya sebuah rezim otoriter, di beberapa kasus kudeta yang dilakukan oleh militer untuk menahan situasi krisis juga tidak efektif. Satu hal terpenting dalam developmentalisme otoriter adalah perkembangannya yang terjadi secara alamiah, tidak seperti demokrasi sistem developmetalisme otoriter ini tidak diinginkan oleh negara dalam bentuk jangka panjang dan bertahan lama.  Pembangunan ekonomi yang berada di dibawah rezim otoriter jika berjalan dengan sukses, maka ia akan menaburkan benih pembubarannya sendiri (Watanabe, 1995) .

Di tengah perkembangan sistem internasional saat ini, banyak kalangan yang tidak menyetujui akan terbentuknya rezim developmentalisme otoriter seperti para pekerja buruh, kelompok profesional, pemilik usaha kecil dan para mahasiswa, mereka lebih menuntut akan terciptanya rezim yang demokrasi, perkembangan rezim developmentalisme otoriter tidak akan luntur secara otomatis dengan sendirinya jika dalam proses transisinya terdapat pemimpin yang keras kepala, memiliki resistensi akan birokrasi dan dipengaruhi oleh kelompok kepentingan maka sistem developmentalisme otoriter ini akan sangat susah dilunturkan.  Faktanya sejumlah rezim developmentalisme otoriter muncul di negara-negara kawasan Asia Timur namun tidak muncul di kawasan regional lainnya. Negara tetangga selalu bersaing, secara sadar atau tanpa sadar, untuk inisiatif kebijakan dan kinerja tinggi. Hal terakhir para pembuat kebijakan mengakui bahwa mereka memantau dan menyalin kebijakan negara tetangga, tetapi sebenarnya mereka melakukannya. Mereka sensitif terhadap perubahan kebijakan dalam lingkungan, terutama mereka yang memberikan awal untuk beberapa hal dan membuat orang lain merasa tertinggal.

Daftar Pustaka

Ohno, K. (2013). The East Asian Growth Regime and Political Development. Dalam K. Ohno & I. Ohno (Eds.), Eastern and Western Ideas for African Growth: Diversity and Complementarity in Development Aid (eds. 1, 37-61). Routledge.

Watanabe, T. (1995). Designing Asia for the Next Century. Chikuma Shinsho

 

Author:

4 thoughts on “Perkembangan Ekonomi Asia Timur ? Perkembangan Sistem Otoriter dan Integrasi Regional

  1. Pingback:benelli m1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *