Dinamika Politik di Korea Selatan

Negara-negara di kawasan Asia Timur mampu memberikan sebuah gambaran atau petunjuk sebagai contoh dari kawasan yang mayoritas negaranya mampu mewujudkan kawasan yang pertumbuhan ekonominya sangat maju dan kuat, tentu saja dibalik kesuksesan negara-negara dikawasan Asia Timur ini terdapat latar belakang yang sangat panjang. Pertumbuhan ekonomi bagi negara-negara di Asia Timur sangatlah penting dengan menjaga sebuah persatuan dan kesiapan nasional. Adanya authoritarian developmentalism yang berada di tiap-tiap negara Asia Timur dapat menjaga sebuah konflik pada suatu rezim politik jika sewaktu-waktu bergejolak timbul suatu masalah di antara negara-negara tersebut. Authoritarian developmentalism dapat  mengejar  pertumbuhan ekonomi dengan mematahkan sebuah  jebakan  yang  menimbulkan  kemiskinan  pada suatu negara,  bahkan rezim ini dikatakan terlalu keras dan sensitif bagi negara-negara berkembang. untuk melepaskan diri dari kemiskinan dan untuk memulai pertumbuhan sebagian besar negara termasuk Asia Timur memasang developmentalisme otoriter, atau negara otoriter dengan kemampuan ekonomi dan terdapat unsur penting dalam developmentalisme otoriter yaitu dibutuhkan kecakapan pemimpin yang kuat dan paham ekonomi, pembangunan merupakan tujuan, ideologi, dan obsesi nasional tertinggi, adanya kelompok teknokrat elit mendukung pemimpin dalam merancang dan melaksanakan kebijakan, dan adanya legitimasi politik yang diperoleh dari pembangunan yang sukses (Ohno, 2013).

Korea  Selatan sendiri sudah tidak menggunakan developmentalisme otoriter dan saat ini sedang bergerak maju menuju transformasi ekonomi dan politik lebih lanjut. saat ini Korea Selatan dapat secara kompetitif menghasilkan produk berteknologi tinggi seperti mobil dan barang elektronik lainnya. saat ini Korea Selatan menggunakan sistem Pemerintahan demokrasi liberal dan kapitalisme.   Pada Awal kemerdekaan Korea Selatan dibawah kepemimpinan  Syngman Rhee bernama Republik Korea Selatan atau bisa disebut dengan The First Republic atau “Republik Pertama”.Saat Korea Selatan berada di bawah pemerintahan Syngman Rhee sangat jauh dari kata demokrasi yang seharusnya dianut oleh sistem pemerintahan republik nyatanya sangat jauh dari sistem Republik yang dianut oleh Korea Selatan saat itu. Syngman Rhee sering melanggar Undang – Undang Dasar yang berlaku di Korea Selatan dengan tujuan agar dia tetap bisa memegang pemerintahan Korea Selatan dan juga pada masa pemerintahan ini  juga sangat Korup  dan cenderung pemerintahan secara otoriter.  Sehingga masyarakat Korea selatan melakukan demo untuk melengserkan Syngman Rhee. mereka menuntut adanya revolusi untuk perubahan yang lebih baik bagi Korea Selatan.

Setelah lengsernya Syngman Rhee Korea Selatan dipimpin oleh  Chang Myon sebagai Perdana Menteri, selama masa pemerintahan ini beberapa langkah politik yang diambil dianggap hanya sebatas memperjuangkan pergantian kekuasaan dari pemerintahan sebelumnya yang sangat anti demokrasi menjadi pemerintahan yang lebih demokratis. namun Chang Myon tidak memperhatikan akan adanya masalah yang dialami oleh Korea Selatan seperti masalah semenanjung Korea, tidak memperhatikan perlunya hubungan luar negeri antar negara, dan masalah adanya kelas di Korea Selatan. dan akhirnya mengakibatkan kondisi  Korea Selatan saat itu menjadi panas sehingga terjadinya kudeta militer yang dipimpin  Oleh Park Chung Hee, meski demikian Pemerintahan Korea Selatan pada masa jabat Chang Myong bisa  dikatakan berhasil dalam  menjalankan sistem parlementer dan sistem pemerintah  demokratis serta mampu mengurangi organisasi-organisasi yang melanggar hak asasi manusia di Korea Selatan. Sehingga Republik Korea Selatan pada saat itu  partisipasi dan kebebasan politik masyarakat Korea diperluas. Setelah berakhirnya masa pemerintahan Chang Myong  Korea Selatan dipimpin oleh Park Chung Hee, yang cara kepemimpinannya cenderung ke arah otoriter, namun masa pemerintahannya tidak lah bertahan lama akhirnya masa pemerintahan Park Chung Hee berakhir dengan Park Chung Hee tewas tertembak saat menghadiri pertemuan KCIA, hal ini terjadi dikarenakan banyak  tekanan dari mahasiswa yang menginginkan ia untuk mundur terlebih setelah adanya kejadian tewasnya salah seorang pekerja sebagai bentuk protes dari kebijakan eksploitasi pekerja yang dikeluarkan oleh Park ( Levenia, 2017).

Oleh Karena itu masyarakat Korea selatan sadar bahwa  pembangunan Korea Selatan memerlukan dukungan dari masyarakat Korea Selatan. Hal tersebut diwujudkan melalui adanya  peranan mereka yang bisa dibilang berhasil menjatuhkan pemerintahan otoriter dari Syngman Rhee dan Park Chung Hee yang selepas pemerintahan Rhee, membentuk pemerintahan yang cenderung ke arah otoriter. namun hal itu tidak berlangsung lama saat ini Korea Selatan termasuk ke dalam New Industrial Countries, yang menjadikan negaranya sebagai kekuatan besar ekonomi di Asia Timur. selain itu Korea Selatan saat ini juga sudah berkembang dengan pesat, karena sistem pemerintahan saat ini memudahkan Korea Selatan untuk membuka hubungan dengan negara lain seperti memelihara hubungan antar negara di kawasan sehingga dapat membawa  manfaat bagi Korea Selatan itu  sendiri.  seperti Korean wave yang telah diterima secara luas di berbagai negara, tidak dapat dipungkiri bahwa Korean wave ini juga merupakan kebijakan Korea Selatan untuk menarik wisatawan dan investor untuk masuk ke negaranya yang mana Tentu saja dapat memberikan pengaruh positif bagi negara. Ini bisa terjadi karena sistem pemerintahan yang mereka taati memudahkan mereka untuk mempromosikan gelombang Korea ini sehingga dapat menarik investor untuk berinvestasi di Korea Selatan dengan demikian ekonomi Korea selatan akan semakin berkembang. Di bidang politik, Korea  Selatan juga  aktif menjalin kerja sama antar negara dan kawasan bahkan hingga kancah internasional seperti keterlibatannya di APEC, APT, ARF, ASEAN (mitra wicara), Australia Group, dll.

Melalui dinamika politik yang terjadi di Korea Selatan membuktikan bahwa sistem pemerintahan otoriter tidak dapat diandalkan lagi, dan banyak negara berkembang telah berkembang dengan menggunakan sistem demokrasi, karena sistem terbukanya menciptakan peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi negara dan wilayah yang lebih besar. , meski masih bergantung pada negara lain dalam urusan politik dan sistem internasional. Selain itu, demokrasi memiliki pengaruh yang lebih besar pada tahapan pembangunan dibandingkan dengan perkembangan sistem otoriter Asia Timur di masa lalu. Sistem demokrasi juga dapat memudahkan siapa saja yang ingin menyampaikan aspirasinya baik dalam politik dalam maupun luar negeri, sedangkan sistem otoriter jauh lebih sentralistik. Intinya, sistem demokrasi dirasa lebih menguntungkan daripada rezim otoriter, karena keterbukaan terhadap dunia luar memudahkan pencapaian kepentingan dan keuntungan suatu negara. Korea Selatan pada akhirnya memeluk sistem demokrasi dalam proses politik tetapi ketika menyentuh perekonomian, pemerintah Korea Selatan melakukan intervensi pada ekonomi. hingga saat ini  sistem intervensi yang digunakan oleh Korea Selatan masih berlaku, guna memproteksi ekonomi Korea Selatan dalam pasar Internasional. Selain itu Korea Selatan juga menyetujui perdagangan bebas dikawasan dan perekonomian Korea Selatan ini kian meningkatkan keterbukaan akan transparansinya terhadap investasi asing ( Natalia, 2014).

Daftar Pustaka

Levenia, U.(2017). Dinamika Demokrasi di Korea Selatan Dan Peran Masyarakat Sipil Dalam Membangun Demokrasi: Studi Transisi Pemerintahan Park Chung Hee. docplayer.info. https://docplayer.info/73002721-Dinamika-demokrasi-di-korea-selatan-dan-peran-masyarakat-sipil-dalam-membangun-demokrasi-studi-transisi-pemerintahan-park-chung-hee.html

Natalia, C. (2014). Keterkaitan Tipe Rezim Dengan Pembangunan Ekonomi Suatu Negara Studi Kasus East Asian Miracles. Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional, 10( 2) . https://doi.org/10.26593/jihi.v10i2.1308.%25p

Ohno, K . (2013), The East Asian Growth Regime and Political Development Dalam K.Ohno & I. Ohno (Eds), Eastern and Western Ideas for African Growth : Diversity and Complementarity in Development Aid (eds. 1, 37-61). Routledge.

Author:

36 thoughts on “Dinamika Politik di Korea Selatan

  1. What an interesting topic you came up with and also well-written one. Thank you for sharing with us Septi! Keep up the good work, stay healthy, safe, sane, and God Bless🌻

  2. Because this articel , gua jadi tau dinamika negeri ginseng dan ekonomi nya seperti apa. You open my eyes wildly about hallyu republic . Good Job septi as the author

  3. Pingback:taurus the judge
  4. Pingback:chevy beretta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *