Kunci Sukses Jepang dan China: Model Pembangunan Negara

Dunia terus berputar dan mengalami perubahan setiap harinya. Perubahan-perubahan yang terjadi di dunia tidak seolah-olah berubah begitu saja, banyak aktor yang bergerak dalam membantu terjadinya perubahan. Negara-negara berlomba-lomba menunjukkan eksistensinya di dunia internasional dan saling menempuh perjalanan panjang hingga mampu membuktikan siapa yang paling berpengaruh. Perjalanan panjang yang ditempuh demi pengaruh kuat pada dunia internasional tentunya tidaklah mudah dan membutuhkan berbagai macam proses. Karena ketika suatu negara dapat memegang pengaruh kuat di dunia internasional, negara tersebut akan mendapatkan keuntungan bagi kemajuan negaranya dalam berbagai macam sektor terutama perekonomian yang dipercaya sebagai hal yang vital bagi setiap negara.

JEPANG
Jepang merupakan negara Asia pertama pertama yang berhasil mencapai industrialisasi. Dalam pencapaiannya tersebut, Jepang menempuh perjalanan yang sangat panjang dimana jatuh dan bangun sudah dialami oleh negaranya. Jepang pernah mengalami kehancuran yang besar akibat PD II dan mampu bangkit sebagai negara dengan perekonomian yang kuat dan saat itu dikenal dengan Japanese Miracle. Pemerintah berperan sangat besar dalam memberikan insentif kepada masyarakat bisnis melalui adanya peraturan administratif, proteksi, subsidi, sampai dengan peninjauan pasar. Negara dibuat secara langsung terlibat dalam pembangunan ekonomi dan memiliki pengaruh besar terhadap keputusan publik (Sagena, 2005). Model pembangunan Jepang dapat dilihat melalui stabilitas makroekonomi, pengembangan sumber daya manusia, dan infrastruktur ekonomi (Kimura, 2009).

Jepang sangat memusatkan perhatian pada pengelolaan makroekonomi negaranya karena stabilitas makroekonomi dianggap penting dalam pembangunan ekonomi Jepang. Dalam hal ini, pengelolaan mata uang asing dan neraca pembayaran dianggap sangat penting bagi Jepang dan memerlukan pengawasan yang ketat. Jepang memiliki kebebasan dalam menetapkan tarifnya sendiri dan menetapkan sistem tarif baru. Jepang secara bertahap telah menetapkan tingkat tanggungan domestik yang dapat memungkinkan tingkat investasi yang tinggi atau canggih. Terkait sumber daya manusianya, Jepang melakukan pengembangan dalam memberikan bantuan sumber daya manusia terutama melalui kerja sama teknis untuk menerima mahasiswa asing, peningkatan kapabilitas dan fungsi lembaga pendidikan tinggi atau canggih, melakukan pengembangan dalam meningkatkan keterampilan vokasi, meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja, serta memperkuat daya saing industri di dunia internasional. Melalui infrastruktur ekonominya, Jepang menerima pinjaman dari Bank Dunia pada tahun 1953-1966 yang bertujuan untuk investasi negaranya terutama pada pembangkit listrik, pabrik baja, konstruksi jalan bebas hambatan, dan kereta peluru. Sebagian besar pinjaman negaranya dialokasikan untuk sektor energi dan transportasi laut pada tahun 1950-an hingga 1960-an yang menekankan pada pembangunan infrastruktur ekonomi. Jepang menempuh kecepatan pembangunan infrastruktur yang sangat mengesankan pada pertengahan 1950-an hingga 1970-an yang tentunya memberikan dampak baik pada negaranya.

Jepang memiliki instrumen kebijakan yang ampuh melalui instrumen kebijakan finansial, perdagangan luar negeri, hingga investasi luar negeri. Pemerintah melakukan konsultasi dalam menerapkan kebijakannya untuk mempengaruhi manajemen perusahaan secara informal dan membentuk organisasi pemerintahan demi memajukan lembaga ekonomi dalam masyarakat. Jepang memiliki prestasi ekonomi yang unggul karena keterlibatan pemerintah yang sangat memfokuskan pembangunan perekonomian jepang yang dapat membawa negara tersebut sebagai salah satu developmental state.

CHINA
Menurut Kiely (2008), China berhasil melakukan perubahan pada negaranya yang sempat menjadi negara dunia ketiga yang miskin dan terbelakang menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia dalam kurun waktu 30 tahun. Dari 1978 hingga 2001, tingkat pertumbuhan rata-rata tahunan China menempati 8,1% yang tingkat pertumbuhan industri tahunannya menduduki 11,5%. China melakukan industrialisasi yang dipimpin oleh sektor ekspor. Banyak negara yang merasakan bantuan dari adanya ekspor China, hal tersebut membuat dipercaya sebagai negara eksportir. China juga memfokuskan pembangunan negaranya dengan melakukan inovasi dan peningkatan teknologi. China mulai melakukan modernisasi terhadap sistem pendidikan negaranya, meningkatkan kemampuan sains dan penelitian dalam negaranya, serta melakukan partisipasi dalam produksi berteknologi tinggi atau canggih. Sejak tahun 1990-an, banyak perusahaan asing yang memindahkan aktivitas penelitian dan pengembangan mereka ke China, seperti Microsoft, Oracle, Motorola, Siemens, dan Intel yang telah mendirikan laboratorium penelitian di China yang dapat mengartikan bahwa perkembangan China dipercaya sebagai salah satu pasar yang dapat mengembangkan teknologi canggih dimana masyarakatnya juga dipercaya bersemangat untuk melangkah ke arah modern dengan munculnya teknologi adanya teknologi-teknologi baru. Menurut UNDP (2006), China juga berhasil menanggulangi kemiskinan yang ada di negaranya yang, dimana dulu 64% penduduknya 64% penduduk China hidup dengan kurang dari dari US $1 per hari pada tahun 1981 dan kemudian mengalami penurunan menjadi 16% pada tahun 2006. China secara efektif mampu mengangkat 400 juta orang keluar dari kemiskinan absolut (So, 2014).

Dalam pembangunannya, China banyak mengandalkan badan usaha milik negara atau yang dikenal sebagai BUMN (Voinea, 2019). China berhasil menunjukkan bagaimana menyesuaikan diri sehingga negaranya dapat benar-benar merdeka dalam melindungi cara hidup dan pilihan politiknya di dunia dengan kekuatan dari model pengembangannya. Jadi, model pengembangan yang dilakukan oleh China adalah mereka berupaya melakukan pertumbuhan ekonomi yang cepat, industrialisasi negaranya yang didorong kuat oleh ekspor, melakukan inovasi dan peningkatan teknologi dan melakukan pemberantasan kemiskinan.

Daftar Pustaka

Kimura, F. (2009, April). Japan’s Model of Economic Development Relevant and Nonrelevant Elements for Developing Economies (Wider Research Paper No. 2009/22).UNU-WIDER.
https://www.wider.unu.edu/sites/default/files/RP2009-22.pdf

Sagena, U. (2005). Pergeseran Model Pembangunan Ekonomi Developmental State Jepang. Portal Karya Ilmiah FISIP Universitas Mulawarman 6(12), 59-76.
https://portal.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2013/03/jsp_vol6_no12_unisagena%20(03-14-13-04-13-13).pdf

So, A.Y. (2014). The Chinese Model of Development: Characteristics, Interpretations, Implications. Perspectives on Global Development and Technology, 13(4), 444-464.
http://dx.doi.org/10.1163/15691497-12341311

Voinea, I. (2019). The Role of Japan in the Development of Emerging Markets in Asia. Key lessons learned for China. Asociatia Generala a Economistilor din Romania – AGER, 2(619), 47-62.
https://ideas.repec.org/a/agr/journl/vxxviy2019i2(619)p47-62.html

Author: Evita Nabilla

67 thoughts on “Kunci Sukses Jepang dan China: Model Pembangunan Negara

  1. Artikel yang sangat menarik untuk dibaca, dikemas dengan bahasa yang sangat mudah dipahami, dan menambah wawasan bagi para pembacanya. Good job, author🙏

  2. Membaca artikel ini sangat membabtu untuk memahami model pembangunan China dan Jepang, mudah dipahami dan sangat edukatif. Thanks author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *