Mengenal Jepang Melalui Mekanisme Pengelolaan Masalah Lingkungan di Negaranya

Lingkungan hidup merupakan salah satu aspek dasar yang tidak terlepas dari kehidupan manusia dan juga lingkungan hidup berada disekitar manusia. Karena lingkungan hidup tidak terlepas dari segala kegiatan manusia, hal itu membuat masalah terhadap suatu lingkungan hidup bisa berdampak bagi suatu negara baik dari segi ekonomi maupun hal lainnya, oleh karena itu masalah lingkungan hidup penting untuk ditanggapi (Wijaya, 2015).

Jepang yang merupakan salah satu negara maju yang berada di Asia pun mengalami masalah lingkungan hidup. Faktor, sebagai salah satu negara yang perkembangan industrinya pesat membuat Jepang tidak terlepas dari masalah lingkungan hidup seperti polusi udara, polusi air, maupun polusi tanah serta tidak berfungsinya pengelolaan lingkungan yang baik membuat kerusakan lingkungan hidup di Jepang menjadi suatu masalah yang harus serius untuk ditangani.

Sebelum Jepang peka terhadap perlunya pengelolaan masalah lingkungan di negaranya. Pada tahun 1960-an, Jepang sempat lebih dulu mengalami di kondisi masyarakatnya yang kekurangan terhadap edukasi tentang Pendidikan Lingkungan (EE). Pengetahuan yang dangkal menyebabkan masyarakat Jepang pada masa itu belum memiliki kesadaran tinggi terhadap perlunya menjaga dan menyelesaikan tugasnya sebagai pemelihara masalah lingkungan di negaranya (Imamura, 2017). Hingga seiring waktu, sosialisasi terus dilakukan dan dikembangkan oleh Jepang. Salah satunya melalui upaya penanaman pengetahuan pendidikan konsumen yang berkelanjutan. Tujuan ini sekaligus untuk mempromosikan upaya implementasi pengemasan berkelanjutan dan daur ulang. Melalui kampanye yang disebut dengan 3R yaitu kurangi (reduce), gunakan kembali (reused), dan daur ulang (recycle) ( Lim et al., 2019).

Jepang yang sadar terhadap kerusakan lingkungan hidup yang terjadi di negaranya, melakukan upaya-upaya untuk menanggulangi masalah lingkungan yang terjadi dengan membentuk badan khusus yang menanggulangi masalah lingkungan yaitu Environment Agency pada tahun 1971. Environment Agency ini bertugas untuk mengawasi dan mengelolah lingkungan hidup di Jepang. Badan khusus ini juga merumuskan langkah yang harus diambil pemerintah jepang dan merumuskan kebijakan tentang lingkungan hidup (Wijaya, 2015).

Pada November 1993 Jepang juga membuat hukum konservasi lingkungan yaitu Basic Environment Law. Hukum ini dibuat untuk mengatur dasar dan arah pembuatan kebijakan lingkungan hidup di Jepang serta mendefinisikan pembagian tanggung jawab dalam menanggulangi masalah keberlangsungan hidup di Jepang (Wijaya, 2015).

Salah satu aspek yang menjadi perhatian bagi Pemerintahan Jepang yaitu, sebuah tindakan mengenai pengelolaan tingkat konsumsi dan produksi yang dilakukan warga Jepang. Sebagai negara industri maju, tentunya Jepang memiliki tingkat kebiasaan konsumsi dan produksi yang tak biasa dari kegiatan ekonomi masyarakatnya. Yang menyumbang cukup signifikan pengaruhnya pada dampak perubahan iklim. Dalam hal ini, Jepang mengerahkan pendekatan kebijakan “Konsumsi Keberlanjutan” sebagai layanan pengelolaan dan pengarahaan mengenai konsumsi produk yang lebih ramah lingkungan. Jepang membuat kampanye pendidikan kepada masyarakat serta rekan bisnis perusahaan yang ada di negaranya. Untuk bersama-sama mengedepankan penggunaan 3R (reduce, reuse, dan recycle) di setiap olahan produksinya. Mengandalkan dukungan peran selektif dari warga negaranya untuk lebih bisa memilih dan mengolah produk yang akan dikonsumsi agar lebih bijak dikemudian harinya. Dengan target dapat mengurangi risiko perubahan iklim, mengurangi penggunaan sumber daya alam, serta menciptakan hidup yang lebih berkualitas untuk generasi masa depan (Lim et al., 2019)

Keseriusan Jepang tidak hanya sampai pada kebijakan domestiknya, namun juga ditunjukan melalui sebuah kerjasama antar negara. Berlandaskan pada tujuan dan respon upaya penanggulangan masalah lingkungan yang sama yang dirasakan antar negara maju  di wilayah Asia Timur. Jepang melakukan kerjasama multilateral dengan Tiongkok dan Korea Selatan dalam menanggulangi masalah lingkungan hidup yaitu, Tripartite Environment Minister Meeting (TEMM) yang terbentuk pada tahun 1999. Kerjasama ini terbentuk karena kesadaran masing- masing negara terhadap isu lingkungan, karena mereka juga berbagi laut dan udara, pada setiap pertemuan TEMM ketiga negara saling bertukar informasi, memberi sudut pandang masing- masing terhadap isu lingkungan, dan juga mengutarakan kebijakan masing- masing negara terhadap masalah lingkungan. TEMM telah menghasilkan beberapa kebijakan domestik terhadap lingkungan di Jepang seperti Integrated Improvement of the Environment, Economy and Society pada tahun 2005 , Environment Strategy for the 21st Century pada tahun 2006, dan juga Asia Initiative dan the Action Plan for Law Carbon Society (Wijaya, 2015).

Setelah banyaknya usaha dan upaya yang dilakukan oleh Jepang cukup berpengaruh bagi lingkungan hidup di negara tersebut. Pada intinya, Jepang berusaha mengandalkan pendekatan publik, karena Jepang percaya bahwa masyarakat adalah salah satu unsur terpenting dalam penanggulangan risiko masalah lingkungan.  Jepang mencoba menjembatani kesenjangan yang terjadi diantara masyarakat yang masih awam terhadap sikap hidup berkelanjutan dan yang sudah mengedepankan konsumsi berkelanjutan sebagai gaya hidup di negaranya. Karenanya Jepang percaya publik sebagai media utama yang mampu memobilisasi warga menjadi konsumen berkelanjutan (Lim et al., 2019)

DAFTAR PUSTAKA

Lim, E., Arita, S., & Jeong, S. (2019). Advancing sustainable consumption in Korea and Japan-from re-orientation of consumer behavior to civic actions. Journal of Sustainability, 11(23), 1-22. https://doi.org/10.3390/su11236683

Imamura, M. (2015). Beyond the Limitations of Environmental Education in Japan. Educational Studies in Japan, 11, 3-14. https://doi.org/10.7571/esjkyoiku.11.3

Wijaya, A. (2015). Efektifitas Tripartite environment Ministers Meeting (TEMM) terhadap penanggulangan masalah lingkungan di Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan. [Skripsi, Universitas Hasanudin]. Core UK. https://core.ac.uk/download/pdf/77622512.pdf

Author:

43 thoughts on “Mengenal Jepang Melalui Mekanisme Pengelolaan Masalah Lingkungan di Negaranya

  1. Pingback:Black Market

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *