Kondisi Politik di Timur Tengah Pasca Arab Spring

Negara Negara timur tengah seperti Mesir, Arab Saudi, Turki, Qatar, Kuwait, Pakistan, Bangladesh dan Iran merupakan Negara yang dikenal menerapkan jenis budaya kepemimpinan yang otoritarian. Menurut Mangunhardjana (1997) Kata otoritarian merupakan terjemahan dari authoritarian. Kata authoritarian sendiri berasal dari kata authority, Kata authority memiliki arti, pengaruh, kuasa, wibawa, otoritas. Dengan kekuasaan yang dimilikinya, seseorang atau kelompok kecil dapat mempengaruhi pendapat, pemikiran, gagasan, dan perilaku orang lain.

Dalam pengetahuan otoritarian lebih luas lagi dan lebih banyak digunakan dalam bidang politik, dalam bidang politik otoritarian berarti dijalankannya roda pemerintahan suatu Negara dengan hanya satu orang pemimpin atau kelompok kecil saja yang memiliki hak total kekuasaan dan mutlak untuk dipatuhi oleh seluruh rakyatnya. Dengan menggunakan politik otoritarian ini pemerintahan Negara di Timur Tengah ini sangat jauh dari jangkauan kritik serta memiliki kontrol masyarakat secara penuh dan memiliki masa kekuasaan yang sangat lama. Pada saat para petinggi dan pemegang kekuasaan berada di puncak kekuasaannya mereka dihadapkan dengan kebangkitan kekuatan rakyat yang mengguncang kekuasaan mereka.

Menurut Burdah (2014: 21) masyarakat Arab menyebut peristiwa pergejolakan politik  ini dengan sebutan al-Tsaurat al-Arabiyyah yaitu revolusi yang mengubah tatanan suatu Negara untuk menuju masyarakat dan bangsa ideal, setelah sekian lama mereka dipimpin dengan sistem otoriter yang kekuasaannya tidak ada pembatasan, yang mengekang kebebasan masyarakat dan kesenjangan antara penguasa yang hidup mewah dengan rakyat yang hidup susah. Masyarakat barat menyebut peristiwa ini dengan sebutan Arab Springs (Musim Semi Arab) yaitu musim/peristiwa yang menjadi titik awal munculnya demokrasi di negara-negara Arab.

Dengan munculnya peristiwa Arab Spring tersebut maka berakhirlah pemerintahan yang otoriter dan dimulai dengan demokrasi yang sudah lama didambakan oleh masyarakat Arab. Dengan tatanan pemerintahan yang baru yang lebih transparent dan para pemimpin tetap memiliki kekuasaan namun tidak penuh serta ada batasan batasannya. Peristiwa arab spring ini juga merupakan awal tatanan pemerintahan yang baru dimana masyarakat juga memiliki hak untuk bersuara, memilih dan dipilih, hak berpolitik dan mempunyai suara dalam roda pemerintahan, dengan tujuan agar segala masalah yang dihadapi masyarakat terdengar dan diperhatikan dan agar tidak ada lagi yang namanya kesenjangan ekonomi serta mengurangi pengangguran.

Tidak hanya berfokus pada revolusinya saja, walaupun pemerintahan arab yang otoriter telah jatuh namun tetap ada efek dari sebuah revolusi tersebut terhadap hubungan strategis antara Negara Negara Timur Tengah atau dampak Regional dan Internasional, relatif sedikit analisis yang membahas partisipasi politik, mobilisasi, dan sebagainya dalam konteks politik masyarakat sipil, partai, dan organisasi regional secara luas. Dampak perubahan ini tidaklah mudah bisa saja berlangsung lama untuk membangkitkan roda pemerintahan dan perekonomian, seperti halnya Negara Negara eropa yang sudah terdahulu melakukan revolusi. Negara Negara Arab harus menyusun berbagai institusi-institusi politik yang handal sebagai pendahulu agar berjalan sesuai keinginan masyarakat arab dan untuk mencegah para elite memanfaatkan celah kekosongan kekuasaan untuk menyebarkan instabilitas dan menyebabkan konflik.

Ketika terjadinya kekosongan kekuasaan banyak kelompok kelompok sosial yang semakin dominan dan timbullah konflik konflik antara kelompok sosial yang saling merebutkan kekuasaan dikarenakan adanya perbedaan kepentingan dan perbedaaan paham antara kelompok. Kemudian munculah kelompok kelompok okupasional yang terdiri dari kalangan kalangan orang terpelajar dan professional hingga mampu mempengaruhi masyarakat dan kelompok kelompok sosial lainnya sehingga mereka diakui oleh masyarakat umum dan kelompok kelompok sosial lainnya.

Setelah bergejolaknya arab spring mejadikan Negara Negara arab sebagai arena perebutan pengaruh Negara Negara besar untuk memenuhi kepentingan nasionalnya masing masing. Keterlibatan pihak asing pasca arab spring ini terbagi menjadi 3 yaitu dalam bentuk bantuan kerja sama seperti investasi, tekanan, dan peran media sosial dalam memengaruhi opini publik dan arah kebijakan politik Negara. Seperti AS yang sangat aktif dalam menjaga kepentingan politiknya mesir serta ikut mengawal proses transisi politik mesir. AS berharap pemimpin Mesir setelah Hosni Mubarak ialah pemimpin yang terus menjaga dan melindungi kepentingan nasional AS, termasuk menjaga dan melindungi eksistensi Israel. Berbeda lagi di Negara suriah AS justru berusaha keras untuk menggulingkan pemerintahan rezim Assad, seperti melakukan doktrin doktrin yang buruk melalui media media sosial dan pemberitaan yang isinya memojokkan rezim Assad. Namun Cina, Rusia, dan Iran berbeda dengan AS ketiga Negara tersebut bersatu untuk mendukung kepemimpinan rezim Assad. Itulah salah satu alasan mengapa rezim Assad sampai saat ini masih belum bisa digulingkan oleh kelompok oposisi yang mendapatkan dukungan dari AS.

Daftar Pusaka

Seeberg, P. (2015). Bringing people back in politics: The role of civil society, political parties, and regional organizations in a changing Middle East. Democracy and Security, 11(2), 98-110. https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/17419166.2015.1036235

Fauzie, A., & Machrus, H. (2003). Kepribadian otoritarian dan ideologi politik : studi kualitatif terhadap fungsionaris dan simpatisan empat partai politik di surabaya[Doctoral dissertation, Universitas Airlangga]. Journal Unair. http://journal.unair.ac.id/filerPDF/03%20Fauzi,%20Kepribadian%20Otoritarian%20dan%20Ideologi%20Politik-Jurnal.pdf

Author: Fahmi Abyan

34 thoughts on “Kondisi Politik di Timur Tengah Pasca Arab Spring

  1. Wah sangat menarik sekali,informatif dan menambah ilmu.
    Saya membaca ini sambil ditemani secangkir kopi liong dan sebungkus Djarum Coklat.
    Cukup menarik

  2. Topik artikel yang menarik dengan isi pembahasan yang cukup lengkap, mudah dipahami, dan disertai literatur yang jelas.
    Thank you author for your information. Good job! ^^

  3. Menurut saya masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh penulis. Diantaranya adalah besar-kecilnya huruf, tanda baca dan keefektifan kalimat. Namun secara keseluruhan, artikel ini mudah dipahami dan jelas. Keep it up! ๐Ÿ™‚

  4. Wih keren ini informatif artikelnya, harusnya yang kaya gini yang dibaca millenial dan bahasa yang digunakan juga enteng jadi bisa dibaca sekali duduk. Makasih mas author

  5. dengan adanya artikel ini membuat pengetahuan saya tentang negara timur tengah bertambah, ditunggu update artikel sejarah lainya

  6. Artikelnya keren dn bermanfaat, jadi tau ttg negara timur tengah itu sperti apa .. Berasa sekolah sejarah lagi good luck author ๐Ÿ˜‰

  7. Topik artikel yang menarik dengan isi pembahasan yang cukup lengkap, mudah dipahami, dan disertai literatur yang jelas.
    Thank you author for your information. Good job! ^^

  8. ใ‚ใ‚ŠใŒใจใ†ใ”ใ–ใ„ใพใ™!
    Informasinya sangat menarik dan bermanfaat sekali bagi saya
    (สƒฦช๏ผพ3๏ผพ๏ผ‰

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *