Demi Mempertahankan Keamanan Regional, Jepang Siap Hadapi Semua Tantangan

Perubahan sistem internasional yang terjadi pasca Perang Dingin memberikan pengaruh terhadap dinamika dunia internasional. Sejak perang dingin berakhir, kondisi sistem internasional menjadi tidak stabil. Masalah-masalah yang berdampak buruk terhadap dunia internasional mulai bermunculan, salah satu masalah tersebut ialah isu keamanan internasional dan regional (Perwita & Yani, 2006). Akibat ketidakstabilan tersebut kawasan Asia Timur terkena imbasnya, seperti yang kita ketahui sampai sekarang kawasan tersebut masih dibanjiri beragam konflik yang dapat menyebabkan kawasan menjadi tidak kondusif. Hal ini membuat negara-negara yang terletak di kawasan Asia Timur lebih waspada terhadap keamanan regionalnya, salah satunya ialah negara Jepang. Negara Jepang merupakan negara yang selalu menarik perhatian dunia internasional karena sikap ambisius yang dimiliki neraga ini. Dengan begitu Jepang sering dihadapi oleh berbagai macam tantangan keamanan regional yang biasanya disebabkan oleh Korea Utara dan Tiongkok. Salah satunya ialah tantangan tradisional. Dengan adanya tantangan tradisional tersebut membuat Jepang terus menaruh perhatian lebih terhadap transformasi kebijakan keamanannya.

Tantangan tradisional yang perlu dihadapi oleh Jepang dalam mempertahankan keamanan regional datang dari negara Korea Utara dan Tiongkok. Seperti yang kita ketahui, Korea Utara adalah salah satu negara yang termasuk menjadi tantangan tradisional bagi Jepang. Hal ini terjadi karena Korea Utara terus melakukan pengembangan senjata nuklirnya yang bertujuan untuk keamanan rezim dan antisipasi terhadap ancaman Amerika Serikat. Menurut Menteri Pertahanan Jepang Takeshi Iwaya, ia beranggapan Korea Utara merupakan negara yang menjadi sumber ancaman bagi keamanan global. Menteri Pertahanan Jepang tersebut menghimbau kepada komunitas internasional untuk melakukan kerja sama untuk mewujudkan denuklirisasi di Semenanjung Korea. Selain itu Iwaya memberikan kritik terhadap Korea Utara yang melakukan uji coba misil jarak pendek, ia menilai perlakuan tersebut adalah bentuk pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB (Haryono, 2019). Dilansir dari pidatonya di KTT Keamanan Asia pada 1 Juni 2019 yang berlangsung di Singapura, Menteri Pertahanan Jepang Takeshi Iwaya mengatakan bahwa belum ada perubahan esensial terhadap program nuklir dan misil Korea Utara dan ia mengingatkan kepada sesama untuk menyadari hal itu (Haryono, 2019). Dengan adanya agresifitas Korea Utara lewat aksi-aksi militeristiknya dapat menimbulkan ancaman bagi Jepang. Ancaman tersebut akan menjadi meningkat apabila senjata nuklir Korea Utara mulai digunakan. Selanjutnya tantangan tradisional yang dapat mengancam keamanan Jepang ialah datang dari Tiongkok. Hal ini disebabkan oleh modernisasi militer yang dilakukan oleh Tiongkok guna untuk mengamankan kepentingannya. Lalu dengan adanya usaha yang dilakukan oleh Tiongkok dengan menyusup ke perairan teritorial Jepang di wilayah kepulauan Senkaku semakin menunjukkan tantangan tradisional yang sedang dihadapi oleh Jepang (Ministry of Foreign Affairs of Japan, 2016).

Dari apa yang telah dijelaskan diatas, terlihat sekali bahwa tantangan yang diberikan oleh Korea Utara dan Tiongkok merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh Jepang dalam menjaga kemanannya. Karena bisa saja terjadi kemungkinan kalau hal ini akan terus berlanjut di masa yang akan datang, dan dari segi geografis memaksa Jepang untuk menghadapinya. Respon yang diberikan Jepang untuk menghadapi tantangan tersebut ialah melalui pencegahan kerusakan dan perbaikan lingkungan keamanannya. Maksud dari pencegahan kerusakan ini ialah Jepang melakukan pencegahan eskalasi melalui peningkatan kemampuan pertahannya dan membentuk aliansi dengan Amerika Serikat. Selain itu untuk menjaga pertahanannya, Jepang juga perlu melakukan diplomasi yang sifatnya multilateral atas sikapnya guna untuk mendapatkan dukungan internasional. Karena dengan adanya dukungan internasional dari negara-negara lain, Jepang dapat meningkatkan posisinya dalam menghadapi tantangan tradisional yang ada walaupun hasilnya tidak didapatkan secara langsung setidaknya Jepang sudah memiliki pengaruh di negara lain. Namun bagi Jepang, negaranya tetap harus memikirkan cara yang paling efektif untuk menghalau tantangan tradisional dari Korea Utara dan Tiongkok agar dapat menjaga pertahanan keamanannya.

Salah satu dari beberapa pilihan yang akan dilakukan oleh Jepang yaitu dengan menggunakan bentuk ancaman untuk menyerang atau memaksa perubahan perilaku, namun menurut Jepang pilihan ini kurang realistis karena memiliki kendala politik dan hukum yang mengatur. Lalu terdapat pilihan lain yaitu dengan memberikan sanksi ekonomi terhadap Korea Utara, akan tetapi Jepang tetap merasa kurang optimis dengan pilihan tersebut. Karena bersamaan dengan komunitas internasional, Jepang telah mencoba untuk mempengaruhi perilaku Korea Utara dalam penerapan sanksi ekonomi selama lebih dari satu dekade tetapi hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan ekspetasi yang diharapkan oleh Jepang. Dengan beberapa pilihan yang dibuat oleh Jepang dalam menghadapi tantangan tradisional yang disebabkan oleh Korea Utara dan Tiongkok membuat Jepang tetap harus untuk lebih memikirkan semua kemungkinan yang akan terjadi di masa yang akan datang, serta melakukan evaluasi keadaan secara konstan, dan menanggapi tantangan secara fleksibel. Karena Jepang tidak akan lepas dari berbagai macam tantangan yang ada di kawasan Asia Timur dan respon yang ditunjukkan ialah tindakan yang diperlukan.

Daftar Pustaka

Haryono, W. (2019, 1 Juni). Menhan Jepang Tegaskan Korut Masih Jadi Ancaman Global. Medcom ID. https://www.medcom.id/internasional/asia/ybJVXeWb-menhan-jepang-tegaskan-korut-masih-jadi-ancaman-global

Ministry of Foreign Affairs of Japan. (2016). Status of activities by Chinese government vessels and Chinese fishing vessels in waters surrounding the Senkaku Islands. https://www.mofa.go.jp/a_o/c_m1/senkaku/page1we_000012.html

‌Perwita, A. A. B., & Yani, Y. M. (2006). Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Remaja Rosda Karya.

Author: Siti Nuurul Iman Hidayat

Jepang dan Negara Industri Klp C

53 thoughts on “Demi Mempertahankan Keamanan Regional, Jepang Siap Hadapi Semua Tantangan

  1. Makasi kak, kebetulan ini yg saya cari2 kak buat nambah2 bahasan soal tugas politik asia timur, bahasanya jg kaga bertele2 jd gampang dingartiin dah

  2. Artikel yang menarik mengingat bahwa jepang dapat kembali bangkit pasca keterpurukannya dari insiden perang dunia II, bahasa yang digunakan dapat mencakup semua kalangan dan sangat edukatif. terimakasih mba nuurul.

  3. Pembahasan menarik dan pengemasan kontennya juga pas, pembaca menjadi lebih mudah memahami fenomena dengan bahasa yang digunakan penulis! untuk author semangat memperkaya penulisan, kita siat menungguuuu karya2 lainnya!

  4. Pingback:world market url
  5. Pingback:buy dumps 101

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *