Tragedi Nuklir Fukushima: Dari Tragedi Menuju Dilema Abadi

Tragedi Nuklir Fukushima bisa dibilang sebagai salah satu bencana nuklir terbesar yang terjadi di Jepang, dengan segala dampak buruk yang ditimbulkannya. Tetapi, sebelum masuk kesana sebaiknya kita harus tahu terlebih dahulu nih tentang nuklir, supaya nantinya kita bisa ada gambaran tentang energi nuklir itu sendiri. Ada pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang, maka dari itu kita harus kenal terlebih dahulu, energi nuklir itu apa sih? Apa kegunaannya?

Seutas tentang Energi Nuklir

Penelitian dan pengembangan tentang energi nuklir ini telah dilakukan sejak berpuluh tahun yang lalu oleh para ilmuwan sains dan sampai sekarang aktivitas tersebut juga masih terus dilakukan. Menurut Petruzzello (2020), energi nuklir adalah suatu energi atau daya yang didapatkan dari hasil reaksi kimia, biasanya berasal dari reaksi yang terjadi antara unsur dasar plutonium dan uranium. Pembelahan inti atau reaksi fisi dan penggabungan beberapa inti dari reaksi fusi adalah dua macam cara atau mekanisme yang bisa dilakukan untuk menghasilkan energi nuklir, yang tentu saja reaksi-reaksi ini harus berlangsung atau dilakukan didalam reaktor nuklir yang telah memenuhi komponen dasar  atau semacam SOP-nya gitu deh.

Setelah kita tahu dari mana asal usul nuklir, sekarang kita akan membahas tentang kegunaan atau manfaat yang didapat dari menggunakan energi nuklir. Dari proses reaksi kimia yang sudah kita bahas sebelumnya, energi nuklir yang dihasilkan dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang. Salah satu pemaanfaatnya yang paling sering ditemukan sebagai sumber energi untuk memenuhi kebutuhan listrik di suatu negara, seperti apa yang dilakukan oleh Jepang.

Energi Nuklir dan Tragedi Fukushima

Jepang adalah salah satu negara industri yang hasil produk-produk industri-manufakturnya telah populer dalam pasar internasional, sebut saja Sony yang mengeluarkan berbagai barang elektronik yang paling menjadi daya tarik yaitu game console PlayStation. Produk-produk yang demikian tentu sudah tidak asing lagi bagi kita, namun dibalik kesuksesannya ini, Jepang mengalami kekurangan pasokan bagi energi listrik yang diguanakan untuk kehidupan dan kebutuhan masyarakatnya sehari-hari.

Kekurangan pasokan energi listrik ini disebabkan karena Jepang tidak memiliki sumber daya alam seperti fosil yang cukup banyak. Untuk menyiasati hal ini, Jepang mengembangkan energi nuklir yang nantinya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi listrik bagi masyarakat Jepang itu sendiri. Sumber energi nuklir yang jauh lebih mudah dan murah untuk didapat menjadi salah satu faktor yang membuat Jepang memilih untuk menggunakan energi nuklir, maka dari itu didirikanlah reaktor nuklir di daerah Fukushima, yang disebut dengan Fukushima Daiichi Nuclear Power Plant (PLTN Fukushima).

Fukushima Daiichi pertama kali didirikan pada tahun 1960-an yang selanjutnya dapat beroperasi mulai tahun 1970-an untuk menghasilkan energi listrik. Pada saat mendirikan Fukushima Daiichi, ada perusahaan energi listrik Jepang yang ikut andil didalamnya, yaitu Tokyo Electtric Power Company (TEPCO). Keberadaan TEPCO disini sekaligus menjadi tanda atau isyarat bahwa Fukushima Daiichi adalah salah satu proyek yang dimilikinya, sehingga TEPCO memliki tanggung jawab besar atas kelangsungan Fukushima Daiichi.

Singkat cerita, Fukushima Daiichi berhasil menjadi salah satu alternatif namun juga memegang peranan penting bagi sektor kebutuhan energi di Jepang. Adanya Fukushima Daiichi yang menghasilkan energi listrik dengan masif setidaknya dapat membantu Jepang untuk memenuhi kebutuhan energi listrik masyarakatnya, sekaligus dapat mengurangi pengeluaran negara untuk impor batubara dari negara lain. Selama berpuluh-puluh tahun lamanya, kehadiran Fukushima Daiichi seperti menjadi angin segar bagi pemerintah Jepang dalam hal pemenuhan energi listrik.

 Namun, โ€œromantismeโ€ yang terjalin selama berpuluh-puluh tahun antara Fukushima Daiichi dengan pemerintah Jepang akhirnya harus pupus. Pada tanggal 11 Maret 2011, bencana gempa bumi dan tsunami yang dahsyat melanda Fukushima, yang juga turut menghantam Fukushima Daiichi. Bencana ini telah menyebabkan kerusakan pada reaktor nuklir Fukushima Daiichi, yang didiikuti dengan ledakan dan melehnya reaktor nuklir tersebut.

Setelah tragedi ini, dilakukan berbagai penelitian dan penelusuran mengenai tragedi yang terjadi terhadap reaktor nuklir Fukushima Daiichi. Penelitian dan penelusuran tersebut menghasilkan berbagai temuan, mulai dari ketidaksiapannya pemerintah Jepang terhadap kondisi tersebut, hingga ditemukan adanya tindak kecurangan antara pembuat kebijakan dengan pemangku kepentingan yang bermain dalam Fukushima Daiichi tersebut.

Menurut Sarjiati (2018), Jepang dinilai sebagai negara yang selalu memperhitungkan bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu dan cara menanggulanginya. Jepang juga dinilai memliki cara penanganan yang dipercaya seabagai salsh satu model pengelolaan bencana di dunia. Namun, Tragedi Nuklir Fukushimia ini menunjukkan bahwa Jepang telah lalai dalam urusan tata kelola penggunaan nuklir, kurang komunikasi antara perusahaan operator nuklir dan pemerintah menyebabkan Jepang kesulitan untuk menangani bencana seperti ini.

Kecurangan gimana? Satu contoh tindak kecurangan yang terjadi adalah dalam proses menentukan kebijakan, instansi pemerintah memang menjadi aktor utama, namun adanya tekanan dari kelompok kepentingan pribadi yaitu para pengusaha dan pebisnis energi memberikan pengaruh tersendiri bagi rancangan kebijakan tersebut. Kebijakan yang harusnya dapat memenuhi kepentingan rakyat Jepang, seringkali dijadikan alat bagi kelompok kepentingan tersebut supaya bisa mempertahankan monopoli yang dilakukan oleh industrinya. (Vivoda & Graetz, 2015)

Dari Tragedi Menuju Dilema Abadi

Bencana yang disebabkan oleh kelalaian dalam regulasi dan tata kelola ini telah menimbulkan rasa kecurigaan dan ketakutan bagi masyarakat Jepang dalam hal industri energi nuklir, terutama alasan keamanan dan keselamatan. Berbagai demonstrasi penolakan terhadap penggunaan nuklir juga telah digaungkan oleh mayoritas dari masyarakat Jepang.

Sembilan tahun pasca Tragedi Nuklir Fukushima, berbagai kebijakan telah dirumuskan dan diterapkan dalam hal penelitian, pengembangan, serta penggunaan energi nuklir. Salah satu kebijakan Jepang adalah membatasi penggunaan nuklir untuk mengurangi risiko terulangnya bencana nuklir. Ya, hanya mengurangi. Sampai saat ini, Jepang masih terus menggunakan energi nuklir sebagai salah satu sumber energi listrik yang digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Gimana bisa banyak penolakan tapi masih pake nuklir? Pemerintah Jepang nggak mendengar aspirasi rakyatnya dong? Disini letak dilemanya.

Seperti sudah dibahas sebelumnya, bahwa Jepang tidak dapat mengandalkan sumber daya alam yang dimilikinya, karena jumlahnya yang sangat terbatas. Lalu, apabila mengandalkan impor sumber energi seperti batubara dari negara lain, pengeluaran Jepang pasti akan membuncit, karena impor batubara memerlukan biaya yang cukup besar. Jadi, demonstrasi penolakan yang disuarakan oleh masyarakat digunakan oleh pemerintah Jepang sebagai tolak ukur untuk terus memperbarui kebijakan energi nuklir. Kedepannya juga kemungkinan energi nuklir masih menjadi pilihan yang tepat bagi Jepang, sebab belum ada pilihan lain yang lebih baik bagi Jepang untuk dapat memenuhi kebutuhan energinya, selain menggunakan energi nuklir.

Demikian, semoga artikel singkat ini dapat bermanfaat baik bagi pembaca, maupun bagi penulis. Terima kasih.

Daftar Pustaka

Sarjiati, U. (2018). Risiko Nuklir dan Respon Publik Terhadap Bencana Nuklir Fukushima di Jepang. Jurnal Kajian Wilayah, 9(1), 46-60. https://doi.org/10.14203/jkw.v9i1.785

Vivoda, V. & Graetz, G. (2015). Nuclear Policy and Regulation in Japan after Fukushima: Navigating the Crisis. Journal of Contemporary Asia, 45(3), 490-509. http://dx.doi.org/10.1080/000472336.2014.981283

Petruzzello, M (Eds). (2020, 4 Maret). Nuclear Energy: Definition, Sources, Uses, & Facts. Britannica. https://www.britannica.com/science/nuclear-energy

Author: Mohammad Diego Ar-Rasyid

Kelas Jepang dan Negara Industri - C

26 thoughts on “Tragedi Nuklir Fukushima: Dari Tragedi Menuju Dilema Abadi

  1. Fenomena yang diangkat menarik sekali, apa yang dipaparkan mengingatkan kita kembali atas duka tragedi Fukushima, terimakasih Author telah menyediakan salah satu artikel yang menolak-lupa sejarah dunia! Maju Terusssss

  2. Tentu dengan kejadian bencana nuklir ini pasti membuat Jepang memikirkan kembali dalam penggunaan energi nuklir. Keep it up, Diego!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *