Respon Pemerintah Jepang Terhadap Isu Aging Society

Zaman sekarang hampir seluruh negara khususnya bagian negara maju, memiliki masalah dalam menangani populasi atau tingkat grafik penduduk yang ketika mengalami masalah ini, tingkat populasi bagi negara maju mendekati penurunan. Faktor yang mempengaruhi salah satunya rendah minat bagi kaum anak muda untuk memiliki keluarga atau menikah. hal ini berdampak sekali terhadap angka kelahiran, bisa dilihat akibat rendahnya angka kelahiran ini, bagi jumlah penduduk yang sudah memasuki usia renta atau tua mengalami grafik populasi meningkat jauh, oleh karena itu, terjadilah kesenjangan populasi bisa disebut Aging Population. Aging Population atau bisa juga disebut Aging Society dirasakan juga oleh negara maju bagian asia timur yaitu negara jepang. Jepang termasuk salah satu negara maju yang mengalami masalah ini, tentunya ada beberapa faktor yang dialami. Maka penulis, ingin menjelaskan seputar permasalahan dan juga solusi dalam Aging Society yang dialami oleh negara Jepang.

Ketika Aging Society ini menimpa negara Jepang, terjadi penyusutan populasi sehingga adanya ketimpangan bagi masyarakat di usia produktif lebih sedikit dibanding kaum lansia atau pensiunan. Dampak adanya kejadian ini, salah satunya mempengaruhi di bidang ketenagakerjaan dan sektor finansial ekonomi. Penulisan artikel mengenai Aging Society didukung oleh adanya landasan teori. Landasan teori yang ingin digunakan yaitu Teori Demografi. Bahwa pergeseran penduduk yang mempengaruhi populasi serta pemerataan yang tidak sesuai mengakibatkan konsekuensi teritorial dan dinamika wilayah (Perwita & Yani, 2017). Penjabaran teori demografi menjelaskan bahwa meledak jumlah penduduk yang berkaitan dengan ketidakseimbangan populasi seperti angka kelahiran yang rendah dan angka lansia meningkat di Jepang.

Di tahun 1970, Aging Society atau Aging Population di Jepang sudah menjadi perhatian pemerintah. Kapabilitas nilai-nilai pengaruh budaya di jepang yang dikenal dalam lingkup kesejahteraan masyarakat dan gaya hidup, Kaum usia renta atau tua ini mengalami kesejahteraan ekonomi seperti pengeluaraan pajak lebih rendah dan daya tarik pengeluaran harian lebih rendah juga (Prieler & Kohlbacher, 2016). Gaya hidup lingkup Aging Society di Jepang kontribusi pemerintah jepang salah satunya menciptakan sebuah undang-undang untuk mengatur bagi kaum lansia serta mengatasi lonjakan populasi lansia. Peran pemerintah Jepang dalam solusi lonjakan angka populasi kaum lansia ini, adanya program LTCI atau kaigo hoken. Program LTCI ini ditujukan bagi para partisipasi yang memasuki usia 40 tahun ke atas, serta sistemnya penerima perawatan jangka panjang diharuskan membayar 10 persen saja, Layanan ini bisa didukung oleh program asuransi termasuk perawatan di rumah, kunjungan rumah oleh profesional perawatan kesehatan seperti perawat, pembantu rumah tangga, dan terapis fisik, juga konseling di rumah oleh petugas kesehatan masyarakat, dokter umum, dokter gigi, lain-lainnya (Traphagan & Knight, 2003). Program ini juga mendukung layanan mandi di rumah untuk orang tua, layanan penitipan anak di pusat penitipan anak, program jangka pendek di panti jompo, subsidi untuk pembelian atau persewaan peralatan dan untuk membantu renovasi rumah. Menurut Inamori (2017) Jepang memberikan penanganan ekstra menghadapi Aging Society ini, salah satunya dengan adanya pasal-pasal yang berkaitan dengan ketenagakerjaan, keluarga, asuransi jangka panjang.

Kesimpulan dalam pembahasan Aging Society ini mencakup pertumbuhan penduduk jepang tak stabil antara angka kelahiran. Pengaruhnya yaitu kaum anak muda enggan untuk menikah atau berkeluarga karena bagi mereka pekerjaan yang terpenting. Selanjutnya pertumbuhan bagi usia lansia meningkat pesat jumlah grafik pertumbuhan penduduk memasuki fase Aging Society ini. Keterkaitan teori demografi dengan Aging Society adalah pemerataan jumlah populasi penduduk, karena faktor demografi ini sebagai bentuk kritik bagi masa depan berkaitan dengan pembangunan nasional. Perhatian pemerintah Jepang menghadapi kendala ini, yaitu dengan program LCTI. Program yang bisa di bilang mencakup asuransi jangka panjang.

Daftar Pustaka

Perwita, A. A., & Yani, Y. M. (2017). Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Remadja Rosdakarya.

Traphagan, J. W., & Knight, J. (2003). Demographic Change and The Family in Japan’s Aging Society. University of New York Press.

Prieler, M., & Kohlbacher, F. (2016). Advertising in the Aging Society. Palgrave Macmillan.

Inamori, K. (2017). Current Situation and Problems of Legislation on Long -Term Care in Japan’s Super Aging. Japan Labour Review, 14(1), 8-24. https://www.jil.go.jp/english/JLR/documents/2017/JLR53_inamori.pdf.

Author: debi putri

20 thoughts on “Respon Pemerintah Jepang Terhadap Isu Aging Society

  1. Artikel yang sangat menarik untuk dibaca, dikemas dengan bahasa yang sangat mudah dipahami, dan menambah wawasan bagi para pembacanya. Good job, author🙏

  2. Aging society memang permasalahan yang menjadi momok bagi Jepang, untuk itu pemerintah mencanangkan kebijakan untuk menanggulangi permasalahan tersebut sehingga dapat ditangani dengan baik, artikel ini pun telah memuat mengenai jawaban pemerintah jepang terhadap isu aging society di negaranya.

  3. Pingback:Dark0de Link
  4. Pingback:Darknet Links
  5. Pingback:relx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *