Kerja Sama ASEAN Dalam Menjaga Laut Utara Dari Terorisme

Salah satu isu yang menjadi perhatian negara-negara di dunia adalah keamanan di laut. Hal tersebut telah menarik perhatian negara-negara di Asia. Jalur utama terjadinya tindakan kejahatan berada pada jalur maritim (Cipto, 2007). ASEAN membentuk negara di sekitar kawasan yang tentu memiliki tujuan kedalam sistem regional partnership untuk memajukan perdamaian, meluruskan kesenjangan dan stabilitas kawasan bagi Asia Tenggara dengan prinsip utama yaitu ASIAN way sebagai kunci dari kerjasama atas negara-negara yang terlibat. Pada awalnya ASEAN diprediksikan hanya dapat bertahan 10 tahun pada awal dibentuknya ASEAN di tahun 1967 karena alasan historis serta gagalnya integrasi konsep The Association of Southeast Asia and the MAPHILINDO telah berakhir hanya beberapa tahun setelah pembentukannya. Sikap skeptis ASEAN yang dinilai tinggi membuat organisasi ini kurang dapat diandalkan perannya dalam menghubungkan negara di Asia Tenggara dalam konteks kerjasama di ranah regional kawasan. Hal ini dibuktikan oleh lemah nya pengambilan keputusan, mengorganisir sebuah bencana dan hubungan yang panas akibat intensi konflik baik bilateral maupun didalam sebuah agenda. Hal ini membutuhkan waktu dan banyak dan diplomasi yang panjang. Akibatnya, modus operandi dan kapasitas mereka untuk melakukan proses perdamaian bergantung pada semua elemen dari tiap-tiap konflik yang terjadi dengan melihat lebih dalam pada aspek negara anggota mereka: aturan keterlibatan mereka, dan mandat mereka; budaya organisasi, sumber daya, dan rangkaian nilai mereka. Selain itu, tekanan untuk memberikan hasil yang cepat dalam menangani lanskap konflik yang terus berubah, perselisihan yang melibatkan banyak aktor negara dan non-negara serta kurangnya sumber daya untuk memastikan pengawasan dalam implementasi perjanjian perdamaian, hanyalah sebagian dari faktor eksternal yang menguji efektivitas organisasi regional secara teratur sebagai pembuat perdamaian. Namun, dalam beberapa kesempatan ASEAN mampu menggunakan kesempatan yang paling baik hanya sebagai mediator, tetapi juga sebagai katalisator yang berpotensi menciptakan kondisi yang kondusif. Khusus mengenai isu non tradisional yaitu terorisme, penulis melihat langkah ASEAN yang konkrit dengan membentuk upaya ASEAN untuk memperkuat hubungan dan kerja sama dalam menjawab isu-isu yang membutuhkan dialog dan tindakan kerjasama. Namun penulis tidak melihat secara spesifik mengenai poin dari setiap program yang diciptakan dalam paper tersebut. Didalam paper tersebut pengerang menjelaskan bahwa adanya sebuah bentuk kerjasama yang dibentuk didalam sebuah program baik dalam ASEAN Plus Three, AS-JSCC, ASEAN Defense Ministers ‘Meeting Plus, ASEAN Political and Security Community , dan ASEAN Regional Forum.

Secara universal, definisi terorisme belum ditentukan dikarenakan perbedaan kepentingan nasional setiap negara. Misalnya di Filipina, menurut undang-undang nomor 9372 yaitu setiap orang yang melakukan tindakan yang dapat dihukum berdasarkan ketentuan yang telah ditentukan yaitu pertama, pembajakan yang dilakukan di laut Filipina. Kedua, pemberontakan. Ketiga, pembunuhan. Keempat, penculikan dan penahanan hukum yang cukup serius. Kelima, kejahatan yang menyebabkan kehancuran melalui perencanaan, membuat situasi menjadi melebar ke beberapa wilayah dan menyebabkan ketakutan besar juga menciptakan kepanikan dalam masyarakat. Meskipun definisi setiap anggota negara ASEAN mengenai terorisme berbeda namun mereka bersatu untuk memerangi isu terorisme. Menurut Penulis, dalam memberantas kejahatan terorisme membutuhkan analisis dan penilaian dari beberapa lembaga kontra-terorisme, antar lembaga harus saling koordinasi, berbagi informasi intelijen, mengembangkan beberapa institusi dan meningkatkan kemampuan militer yang menuntut semua negara anggota ASEAN untuk bekerja sama dan berkoordinasi lebih lanjut, seperti kesepakatan, perjanjian, atau lebih spesifiknya lagi kerjasama antara sub-wilayah.

Di daerah perbatasan membutuhkan komitmen yang kuat oleh negara-negara yang terlibat seperti isu teroris asing perlu ditangani oleh Indonesia, Malaysia, dan Filipina di Sulu dan Laut Sulawesi. Laut Sulu dan Sulawesi atau disebut juga dengan tri-border area yang menghubungkan Indonesia dengan Malaysia dan Filipina menjadi tantangan yang cukup berat serta peluang potensial untuk kerjasama multilateral di antara tiga negara. Krisis utama saat ini adalah Kelompok Maute yang mengabdi kepada Khalifah IS Abu Bakr al-Baghdadi pada April 2015. Sejak diketahuinya lokasi mereka yang saat ini berada di Provinsi Lanao del Sur, kelompok tersebut melabeli diri mereka sebagai ‘IS Ranao’. Saat ini, sifat terorisme telah berubah menjadi modern terorisme dianggap menjadi ancaman transnasional oleh sebagian besar negara karena kapabilitas kelompok radikal diperlihatkan dalam membangun rencana lalu melaksanakannya ke negara-negara yang telah ditargetkan. Namun apabila meninjau kembali upaya yang telah dilakukan negara-negara anggota ASEAN dapat dikatakan ada peningkatan dimana banyak bentuk kerjasama dengan dua atau lebih negara anggota ASEAN dan negara-negara di luar ASEAN seperti berbagi informasi intelijen dan kerjasama melawan terorisme contohnya seperti menanggapi isu-isu regional sebagai ancaman bersama di atas agenda dan prioritas ASEAN. Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh negara-negara anggota ASEAN adalah kehadiran ‘ISIS Asia Tenggara’ karena ISIS menyatakan ketertarikannya terhadap Asia Tenggara.

DAFTAR PUSTAKA

Cipto, B. (2007). Hubungan Internasional di Asia Tenggara. Pustaka Pelajar.

Suryadi, M., & Timur, F. G. C. (2018). Fronting the Return of Foreign Terrorist Fighters: the Rise and Fall of ASEAN Border Cooperation to Combat Non-Traditional Threats. Jurnal Hubungan Internasional , 7(1). 72-78. https://doi.org/10.18196/hi.71126

Author:

25 thoughts on “Kerja Sama ASEAN Dalam Menjaga Laut Utara Dari Terorisme

  1. Artikel ini sangat berguna untuk kita yang sedikit mengetahui informasi tentang dunia luar,sangat baik dan menambah ilmu,kembangkan terus informasinya yaa 👍🏻

  2. Pingback:Gun Shops In USA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *