Keberhasilan Vietnam dalam Menangani Penyebaran COVID-19

Pada Desember 2019, China melaporkan bahwa terdapat penemuan wabah penyakit baru yang tersebar di Kota Wuhan. Virus tersebut merupakan turunan dari virus SARS yang ditemukan pada tahun 2003 yang kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2) dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 atau yang kita kenal dengan COVID-19. Virus ini menyebar dengan cepat ke berbagai negara di seluruh dunia dan menyebabkan jumlah penemuan kasus yang terinfeksi virus tersebut terus meningkat. Tingkat infeksi semakin mengkhawatirkan karena jumlah kematian semakin meningkat diberbagai negara di dunia, sehingga pada 11 Maret 2020 World Health Organization (WHO) mengumumkan bahwa COVID-19 sebagai pandemi global. Penyebaran COVID-19 yang cepat membuat banyak negara kesulitan dalam menghadapi virus tersebut, bahkan negara maju seperti Amerika Serikat dan juga negara-negara Eropa mengalami kesulitan dalam mengatasi penyebaran COVID-19.

Negara-negara di kawasan Asia Tenggara juga tidak luput dari serangan COVID-19 yang saat ini menjadi salah satu ancaman non-tradisional bagi negara di kawasan Asia Tenggara. Dalam upaya mengatasi penyebaran COVID-19, negara anggota ASEAN mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) khusus ASEAN terkait COVID-19 yang dilakukan melalui video daring. KTT yang dilakukan pada 14 April 2020 tersebut dipimpin oleh Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Xuan Phuc, dalam kapasitasnya sebagai Ketua ASEAN. Pandemi ini telah memberikan dampak negatif pada kesejahteraan manusia dan juga berdampak pada perkembangan kegiatan sosial-ekonomi secara global. Dalam KTT tersebut para negara anggota ASEAN telah membuat beberapa keputusan yang terdiri dari beberapa poin, diantaranya memperkuat langkah-langkah kerja sama kesehatan dalam upaya untuk menahan penyebaran virus dan berupaya melindungi rakyat dengan cara bertukar informasi secara transparan, berbagi pengalaman dan best practices dalam penelitian dan perkembangan epidemiologi, pengobatan klinis, dan melakukan penelitian bersama dalam mengembangkan vaksin dan obat anti virus. Memberikan prioritas bantuan dan perlindungan terhadap warga negara dari negara anggota ASEAN yang terkena COVID-19 di masing-masing negara atau di negara ketiga. Meningkatkan komunikasi publik yang efektif dan transparan terkait kebijakan pemerintah, termasuk memperkuat bidang infomasi untuk melawan berita dan informasi palsu yang tersebar. Negara anggota ASEAN juga berkomitmen untuk mengambil tindakan kolektif dan berkoordinasi dalam setiap kebijakan dalam upaya mengurangi dampak ekonomi dan sosial yang disebabkan oleh pandemi ini. Menugaskan Menteri Ekonomi dan pejabat senior ekonomi untuk menjaga supply chain connectivity, khususnya diantara negara anggota ASEAN agar perdagangan dapat terus berjalan serta mendukung realokasi dana yang ada dan mendorong secara teknis dan finansial dari mitra kerja ASEAN untuk memfasilitasi kerja sama COVID-19, termasuk pembentukan dari COVID-19 ASEAN Response Fund (Association of Southeast Asian Nation, 2020).

Pandemi ini memberikan tantangan bagi regionalisme ASEAN, pasalnya prinsip menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas wilayah nasional, dan identitas nasional setiap negara anggota membuat para negara anggota tidak dapat melakukan intervensi terhadap kebijakan domestik yang dikeluarkan setiap negara anggota. Oleh karena itu, kebijakan 10 anggota ASEAN dalam mencegah penyebaran COVID-19 berbeda-beda. Malaysia bersama dengan Vietnam dan Filipina memilih untuk menerapkan kebijakan lockdown, sedangkan Indonesia lebih memilih untuk melakukan social distancing. Dari 10 negara anggota ASEAN, Vietnam merupakan negara yang berhasil menekan laju penyebaran dari COVID-19. Penemuan kasus COVID-19 di Vietnam diumumkan pada 23 Januari 2020 ketika pria China berusia 65 tahun terserang demam pada 17 Januari, empat hari setelah dia dan istrinya mengunjungi Wuchang, sebuah distrik yang ada di Wuhan. Penemuan kasus di Vietnam terus mengalami kenaikan, pada 4 April 2020 terdapat 240 kasus terkonfirmasi tanpa kematian.

Keberhasilan Vietnam dalam menekan penyerabaran COVID-19 karena kesigapan dari Pemerintah dalam mengatasi kasus COVID-19. Satu minggu setelah penemuan kasus pertama, pemerintahan Vietnam langsung membentuk gugus tugas pencegahan COVID-19 yang terdiri dari 24 anggota dari 23 kementerian dan dipimpin oleh Wakil Menteri Vu Duc Dam. Setelah gugus tugas dibentuk, beberapa kebijakan untuk melawan COVID-19 dilakukan, seperti menghentikan seluruh penerbangan dari China dan negara dengan kasus COVID-19 lainnya menuju Vietnam dan sebaliknya. Vietnam juga membatasi kerumanan massa terutama dalam acara seperti festival yang ditiadakan oleh pemerintah Vietnam, selain itu Vietnam juga telah menutup sekolah sejak awal Februari. Kunci keberhasilan Vietnam juga dipengaruhi oleh kinerja pemerintahan mereka, Perdana Menteri Vietnam mengatakan bahwa memerangi virus sama seperti memerangi musuh. Pemerintahan Vietnam rela mengorbankan keuntungan dan kepentingan ekonomi dalam jangka pendek demi melindungi kesehatan masyarakat yang akan berguna dalam jangka waktu lama (Thu Ha et al., 2020)

Dalam memerangi virus, Kementerian Kesehatan memiliki peran penting. Pusat Darurat Kesehatan Publik beroperasi dibawah Departemen Umum Pencegahan dan Pengobatan untuk membantu Pusat Pengendalian Penyakit (Center for Diseases Control). Vietnam merupakan negara pertama di Asia Tenggara yang menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh WHO. Vietnam akan memberlakukan isolasi bagi masyarakat yang mengunjungi China sejak 25 Januari 2020 dan untuk masyarakat asing yang datang dari tempat lain terhitung sejak 7 Maret 2020, bahkan Vietnam memberlakukan penangguhan pembebasan visa serta membatasi entri. Untuk biaya pemeriksaan, perawatan, bahkan isolasi masyarakat semuanya ditanggung oleh pemerintahan Vietnam. Upaya yang dilakukan Pemerintah Vietnam tidak hanya dalambidang kesehatan saja, namun seluruh media baik dari koran, website resmi pemerintahan, website Kementerian Kesehatan, hingga saluran televisi diminta untuk selalu menayangkan informasi terkait perkembangan dari penyebaran COVID-19. Jika negara lain memberlakukan jarak minimal 1 meter dari satu orang ke orang lain,  maka Vietnam meminta masyarakatnya untuk menjaga jarak minimal 2 meter. Lebih lanjut, Kementerian Kesehatan Vietnam membuat official account di sosial media bernama Zalo, yang merupakan pasar baru dari aplikasi pengirim pesan dengan fitur menarik. Dengan aplikasi tersebut, Kementerian Kesehatan selalu mengirimkan pesan kepada masyarakatnya untuk selalu waspada dalam melawan COVID-19 (Thu Ha et al., 2020).

Dalam memerangi virus, setiap negara diharuskan memilih antara dua pilihan yaitu kepentingan ekonomi atau human security. Keputusan pemerintah Vietnam dalam memerangi virus tersebut adalah mengorbankan kepentingan ekonomi demi menjaga keselamatan dari masyarakatnya. Dampak dari keputusan lockdown yang diambil Vietnam yaitu menurunnya tingkat investasi perusahaan asing sejak Januari-September sebesar US$ 21,2 miliar atau turun 19 persen dari tahun 201. Selain itu sektor pariwisata yang menyumbang setidaknya 10 persen dari PDB Vietnam mengalami penurunan sejak diberlakukannya lockdown (“Lepas dari Resesi, Ekonomi Vietnam tumbuh 2,6%”, 2020 ). Langkah-langkah yang dilakukan oleh Vietnam seharusnya dapat dicontoh oleh negara anggota ASEAN lainnya sebagai upaya memerangi COVID-19. Hingga saat ini Vietnam menjadi negara Asia Tenggara dengan jumlah kasus COVID-19 terendah yaitu kasus positif 1.397 ribu dan sembuh sebanyak 1.242 ribu, sedangkan kasus meninggal dunia sebanyak 35 orang.

Daftar Pustaka

Association of Southeast Asian Nation. (2020). Declaration of the Special ASEAN Summit on Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). https://asean.org/declaration-special-asean-summit-coronavirus-disease-2019-COVID-19/

Thu Ha, B. T., Quang, L. N., Mirzoev, T., Tai, N. T., Thai, P. Q., & Dimh, P. C. (2020). Combating the COVID-19 Epidemic: Experiences From Vietnam, 17 (3125), 1-7. International Journal of Environmental Research and Public Health. https://doi.org/10.3390/ijerph17093125

Lepas dari Resesi, Ekonomi Vietnam Tumbuh 2,6 Persen. (2020, 30 September). CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200929184214-532-552390/lepas-dari-resesi-ekonomi-vietnam-tumbuh-26-persen

Author:

37 thoughts on “Keberhasilan Vietnam dalam Menangani Penyebaran COVID-19

  1. Memang kita wajib mencontoh suatu negara dalam menangani dan memberi perlindungan bagi semua orang tanpa terkecuali, dengan begitu negara dapat mampu mempertanggung jawabkan kehidupan rakyatnya, terima kasih dan tetap semangat πŸŽ†πŸŽ‡

  2. Informasi yg diberikan sangat membantu dalam penanganan yg semestinya pemerintah lakukan selama pandemic covid 19 ini berlangsung. Terimakasih penulis telah membagikan ilmunyaπŸ‘

  3. Harusnya pemerintah indonesia juga menanggapi serius perihal corona virus seperti yang dilakukan pemerintah vietnam. Bagaimanapun nyawa rakyat lebih penting dari apapun. Salut buat pemerintah vietnam yang mengesampingkan kepentingan selain keselamatan rakyatnya

  4. Artikel ini dapat membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat kita terkait covid-19, terima kasih penulis telah membagikan informasi yang sangat dibutuhkan saat ini!

  5. Seharusnya langkah yang diambil Vietnam dapat dipertimbangkan oleh negara ASEAN lainnya untuk melakukan upaya yang sama dalam pencegahan Covid-19, terima kasih penulis atas artikelnya sangat bermanfaat πŸ™

  6. Artikel yang bermanfaat sekali
    Seharusnya pemerintah indonesia mencontoh pemerintah vietnam dalam menangani covid-19 .Mungkin pertimbangan setiap negara berbeda-beda dalam menghadapi covid-19, namun tidak ada salahnya untuk belajar dari kesuksesan negara lain

  7. Andai Indonesia bisa mencontoh negara tetangga,
    Hmm..
    Thanks to penulis artikel, sudah berbagi informasi yg sangat mudah dipahami , semoga Indonesia bisa segera pulih seperti dulu lagi .

  8. Semoga keberhasilan Vietnam dapat dipertahankan dan negara ASEAN lain juga bisa mengurangi penyebaran covid-19. Terima kasih penulis atas artikelnya

  9. Wabah covid-19 membawa keresahan bagi semua negara, pertimbangan antara ekonomi negara atau keselamatan warga negara memang menjadi dilema bagi negara dalam mengambil keputusan. Terima kasih penulis untuk informasi yang mudah dipahami

  10. Vietnam berhasil menekan penyebaran covid-19 karena masyarakatnya mampu bekerjasama dengan baik, semoga kita bisa mencontoh warga Vietnam.

  11. Wahh terima kasih Puji untuk artikelnya, sangat memberikan wawasan kepada pembaca terkait negara Vietnam dan juga covid-19. Keep it up untuk artikel selanjutnya!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *