Investasi China di Myanmar Dalam Bentuk Proyek Pembangunan Bendungan Myitstone

Hubungan internasional merupakan sebuah disiplin ilmu yang mana ditandai dengan banyaknya peristiwa yang bisa dilihat dari banyak perspektif. Kata perspektif digunakan untuk menjelaskan bagaimana cara pandang dunia yang memprioritaskan tampilan, isu – isu atau proses tertentu (Steans & Pettiford, 2009). Salah satu perspektif yang akan dibahas pada tulisan kali ini adalah perspektif hubungan Bilateral. Hubungan bilateral adalah hubungan yang dijalain oleh dua Negara dalam satu kawasan yang sama maupun kawasan yang berbeda. Dalam hubungan bilateral banyak kerjasama yang dapat terjalin, seperti kerjasama pendidikan, ekonomi dan lainnya. Hubungan bilateral dapat menciptakan hubungan baik dan berkelanjutan dari pihak yang menjalankan. Namun tentu saja dari setiap kerjasama yang dijalin pasti ada saja masalah yang akan dilewati (Steans & Pettiford, 2009).

Salah satu contoh kerjasama bilateral yang telah terjalin adalah hubungan kerjasama bilateral antara Myanmar dan China. Myanmar dan China telah menjalin hubungan bilateral sejak tahun 1990 atas apa yang menimpa Myanmar yakni sanksi dari barat. Selain itu Myanmar memiliki sumber daya alam yang melimpah. Myanmar telah menjadi mitra yang strategis untuk China saat China meluncurkan kebijakan Negara berkembang di tahun 2001. Banyak proyek yang dijalankan China di Myanmar, seperti proyek pertambangan tembaga di Letpadaung dan proyek pembangunan bendungan Myitstone. Dalam menjalankan proyek – proyek tersebut China mengalami banyak masalah. Seperti contoh sedikit apa yang terjadi di proyek penambangan Letpadaung, dimana saat itu pada 2015 China mendapatkan aksi demonstrasi besar – besaran dari warga lokal karena ingin mengekspansi lahan menjadi 1000 hektar. Di dalam demonstrasi yang sedang berlangsung pihak China menembak seorang perempuan hingga meninggal dunia, sehingga membuat gelombang demosntrasi menjadi semakin masif (Mark & Zhang, 2017).

Dalam proyek pembangunan bendungan Myitstone, China juga menjumpai banyak rintangan. Pada 19 Januari 2020 proyek bendungan Myitstone ini sempat terhenti pada tahun 2011 karena banyaknya kritik dan penolakan yang terjadi. Lalu pada 18 Januari 2020 proyek ini kembali akan dilanjutkan setelah Presiden China Xi Jinping menandatangani kesepakatan proyek tersebut bersama dengan pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi. Pemerintah China dan Myanmar sepakat untuk menandatangani kerja sama proyek bendungan Myitstone ini dengan dana sebesar US$ 3,6 miliar. Proyek ini juga merupakan bagian dari China-Myanmar Economic Corridor (“China dan Myanmar Sepakati Proyek “, 2020).

Xi Jinping datang ke Myanmar selama dua hari ditengah protes keras terhadap Myanmar dari dunia barat atas apa yang terjadi di Rohingya. Peneyelidik PBB menagatakan bahwa itu merupakan salah satu pembantain massal atau genosida yang dilakukan militer Myanmar terhadap minoritas muslim di Rohingya. Suu Kyi mengatakan sebagai Negara tetangga kita tidak punya pilihan lain selain berdiri bersama sampai akhir dunia. Saat ini China merupakan investor terbesar di Myanmar dengan proyek di dalamnya yaitu pembangunan kereta cepat, dermaga laut dalam, dan beberapa zona ekonomi. Di lain sisi penduduk Myanmar melakukan protes terhadap pemerintahan Myanmar dengan menentang proyek pembangunan bedungan di Myitstone yang didukung oleh China. Muncul ke tidak percayaan terhadap rencana China sebagai pemegang proyek bahwa proyek tersebut akan memberikan keuntungan bagi ekonomi masyarakat Myanmar (“China dan Myanmar Sepakati”, 2020). Proyek ini akan memakan 7868 hektar tanah pertanian yang disita dan 26 desa yang terdampak. Pada bulan Juli 2010 saat proyek ini akan dimulai  hak atas proyek ini diakuisisi oleh Norinco (Perusahaan Induk Wanbao), China North Industries Coorporetaion, dan Union of Myanmar Economic Holding Limited, sebuah konglomerat militer (Mark & Zhang, 2017). Proyek Myitstone merupakan proyek bendungan dengan tujuan untuk menciptakan listrik tenaga air terbesar. Namun sekitar 90% daya akan disalurkan ke wilayah China dan 10% sisanya untuk Myanmar. Dalam kasus lain BUMN Power China melihat adanya perbedaan yang sangat signifikan dalam penyakuran daya ini, sehingga bersedia untuk bernegosiasi ulang (Mark & Zhang, 2017). Akhirnya setelah kurang lebih 9 tahun proyek ini berjalan dan mengalami banyak penundaan dan penolakan pada awal tahun 2020 proyek ini kembali akan terus dilanjutkan setelah kedua kepala Negara yakni Myanmar dan China sepakat.

Daftar Pustaka

Steans, J., & Pettiford, L. (2009). Hubungan Internasional Perspektif dan Tema. Pustaka Pelajar

Mark, S., & Zhang, Y. (2017). From Impediment to Adaptation: Chinese Investments in Myanmar’s New Regulatory Environment. Journal of Current Southeast Asian Affairs, 36(2), 71–100. https://doi.org/10.11777/186810341703600203

China dan Myanmar Sepakati Proyek Bendungan US$3,6 Miliar. (2020, 19 Januari). CNN Indonesia. https://m.cnnindonesia.com/ekonomi/20200118155532-92-466565/china-dan-myanmar-sepakati-proyek-bendungan-us-36-miliar

30 thoughts on “Investasi China di Myanmar Dalam Bentuk Proyek Pembangunan Bendungan Myitstone

  1. Pingback:world market url
  2. Pingback:Home Value

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *