Dinamika Hubungan Kerja Sama ASEAN dan Jepang

ASEAN sebagai organisasi regional kawasan Asia Tenggara telah mampu mengembangkan hubungan kuat dengan negara lain yang berada di luar kawasan, seperti contohnya dengan para mitra eksternal yaitu Amerika Serikat, Selandia Baru, Cina, Jepang, Korea Selatan, Australia, India, dan Rusia. Jepang merupakan salah satu mitra eksternal yang memulai kerjasama informal pada tahun 1973 yang kemudian diresmikan tahun 1977. Sekitar tahun 1970-an Jepang telah menjadi sumber kekuatan bagi ASEAN, dilihat dari dukungan berkelanjutan Jepang kepada ASEAN. Berfokus akan persaingan Cina dan Amerika Serikat yang tidak pernah selesai, Jepang selalu berhati-hati akan dampak yang diberikan dari hubungan kedua negara besar ini. Jepang dan ASEAN selalu berusaha untuk dapat menangani semua kekurangan dengan hati-hati sehingga jalinan hubungan dapat terus berkembang baik dalam semua aspek. Meskipun pada kenyataannya posisi antara Jepang dan ASEAN berbeda, dimana Jepang sebagai negara yang selalu tegas serta jelas dalam memberikan tanggapan sedangkan ASEAN sebagai organisasi yang belum terlalu jelas tanggapannya dikarenakan beragamnya kepentingan nasional dari negara-negara anggota.

Wilayah Asia Tenggara selalu menjadi bagian terpenting bagi kebijakan luar negeri Jepang. Dimulai dari Perang Dunia ke-II, wilayah Asia Tenggara telah menjadi sumber kebijakan bagi kekaisaran Jepang terutama disaat dunia internasional tidak memberikan keuntungan sama sekali. Disaat pasar Cina resmi ditutup untuk Jepang, Asia Tenggara hadir sebagai wilayah yang mampu menjadi sumber bahan baku, pasar penting bagi produk Jepang serta kekuatan setelah kekelahan dalam Perang Dunia ke-II. Hubungan ini makin berjalan dengan baik disaat Jepang bangkit kembali dari keterpurukannya. Dilihat secara ekonomi, hubungan Jepang dan Asia Tenggara juga dilandasi dengan adanya kerjasama ekonomi yang kuat dan saling membutuhkan sehingga membuat kerja sama ini dapat berkembang luas dalam segala bidang seperti salah satu contohnya adalah keamanan negara.

Pembahasan yang sedang sering dibicarakan di dunia adalah bagaimana dengan keamanan yang baik suatu negara dapat bertahan dari gangguan luar. Teori sekuritisasi adalah lanjutan dari teori keamanan tradisional, dimana teori sekuritisasi pada masa ini berfokus pada masalah ancaman militer dan pemahaman pengertian negara sebagai aktor yang harus bertahan. Teori sekuritisasi didorong untuk dapat mampu merespon ketakutan dari pengertian teori keamanan tradisonal, yang berpendapat bahwa keamanan adalah apa yang dibuat oleh para aktor (Buzan dkk., 1998, hlm.23). Dari teori sekuritisasi ini, baik Jepang maupun ASEAN ingin memperkuat hubungan kerja sama dalam hal keamanan negara melalui aktivitas bilateral maupun multilateral (Djelantik, 2016). Ada dua tujuan yang sebenarnya ingin dicapai Jepang dari hubungan kerjasama ini yaitu negara Jepang berusaha untuk membangun kerja sama yang lebih luas lagi dengan para negara anggota ASEAN dan untuk mencari solusi bersama dalam menghadapi ketegasan Cina dalam hal pengakuan akan kepemilikan Laut Cina Selatan. Bantuan yang dipimpin oleh Kementerian Pertahanan Jepang berturut-turut diberikan kepada ASEAN dengan tujuan menjadi salah satu cara untuk membuat hubungan kedua mitra eksternal ini makin kuat dalam hal keamanan negara. Selain bantuan yang diberikan oleh pihak Jepang, ada juga pendekatan dasar yang dilakukan Jepang didalam kerja sama multilateral dengan cara menempatkan keamanan maritim disetiap agenda kegiatan supaya sengketa teritorial yang selama ini ada dapat diselesaikan secara damai sesuai dengan aturan hukum yang ada. Jepang juga melakukan kerja sama bilateral yaitu dengan mendorong negara anggota ASEAN dalam pertahanan keamanan pesisir pantai.

Perubahan yang signifikan sangat terlihat dari hubungan kedua mitra eksternal ini dimulai dari KTT 2003 yang berfokus pada bidang ekonomi dan dilanjutkan KTT 2013 yang berfokus pada bidang keamanan. Dalam hal ini kedua mitra sangat menunjukan keseriusan untuk tetap mengutamakan kepentingan bersama, menjaga perdamaian, dan stabilitas ekonomi masing-masing. Perbedaan fokus dalam kedua KTT yang telah dilakukan ini telah memberikan gambaran bahwa kerja sama Jepang dan ASEAN bergerak dari ekonomi menuju keamanan. Jepang secara terbuka memberitahukan niatnya untuk lebih membantu negara anggota ASEAN dalam pelatihan militer bersama maupun melakukan transfer teknologi dan alusista demi menjaga keamanan negara terutama di wilayah yang sering terjadi konflik territorial. Kerja sama ini menjadi babak baru bagi Jepang maupun ASEAN,  yang semuanya dimulai dari masa dimana Perdana Mentri Abe menjabat. Walaupun banyaknya hubungan  naik turun dalam kerja sama ini, Jepang dan ASEAN diharapkan dapat terus berhubungan dengan baik sehingga dapat memperkuat keamanan negara dari ancaman luar serta menjadi contoh yang baik bagi semua negara di dunia sebagai mitra eksternal dimana saling menjalin hubungan kerja sama yang menguntungkan bagi semua pihak (Shoji, 2015).

Daftar Pustaka Buzan, B, Wæver, O, & De Wilde, J. (1998). Security: A New Framework for Analysis. Lynne Rienner Publisher, Inc. Djelantik, S. (2016). Sekuritisasi dan Kerjasama ASEAN dalam Meningkatkan Keamanan di Perairan Kawasan. Jurnal Global dan Strategis, 10(2), 186-203. http://dx.doi.org/10.20473/jgs.10.2.2016 Shoji, T. (2015). Japan’s Security Cooperation with ASEAN: Pursuit of a Status as a “Relevant” Partner. Journal of Defense and Security, 16, 97-111. http://www.nids.mod.go.jp/english/publication/kiyo/pdf/2015/bulletin_e2015_5.pdf

Author: Audrey Chantiqa

23 thoughts on “Dinamika Hubungan Kerja Sama ASEAN dan Jepang

  1. Hubungan Jepang dengan negara lain memang menarik untuk dibahas, artikelnya sangat menarik dan informatif, terima kasih yaa ditunggy artikel selanjutnya 👍🏻

  2. Aaa Nice article Kak.. jadi tahu deh hubungan kerjasama ASEAN dan Jepang yang bisa di jadikan bahan informasi dan materi tambahan.. thank you kak..

    Semangat selalu kak!! 🙏🏻🙏🏻

  3. Pingback:instagram hack

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *