Keamanan di Kawasan Asia Timur : Implikasi Kenaikan Anggaran Militer China

Pasca perang dingin, sistem internasional mengalami kondisi yang tidak stabil. Kawasan Asia Timur juga terkena dampak atau pengaruh dari ketidakstabilan sistem internasional. Keadaan yang tidak stabil ini didukung oleh negara yang berada di kawasan Asia Timur itu sendiri. Adanya rivalitas di antara negara-negara kuat dalam kawasan ini menjadikan kompleksitas keamanan di kawasan Asia Timur semakin bertambah. Dinamika kawasan Asia Timur tidak terlepas dari beberapa isu utama, seperti konfrontasi antara Korea Utara dan Korea Selatan, hubungan antara China dan Jepang yang tidak terlepas dari sejarah masa lalu kolonialisme Jepang, hal ini juga yang menjadi penghalang bagi Korea Selatan untuk bersatu dengan Jepang serta Jepang yang tetap memilih untuk menjadi mitra keamanan Amerika Serikat.

Kepemilikan nuklir Korea Utara dan peningkatan anggaran militer China juga menimbulkan ketegangan di kawasan Asia Timur dan menjadi ancaman besar yang dirasakan negara-negara Asia Timur lainnya. Kekuatan di kawasan Asia Timur dikatakan mampu wewarnai politik internasional dan mampu mengimbangi kekuatan barat (Purwanto, 2010). Ketiga negara yang memiliki kekuatan serta pengaruh di kawasan Asia Timur ini akan saling adu kekuatan dan menunjukkan eksistensinya, baik di kawasan maupun dunia. Salah satu yang menarik perhatian ialah, anggaran militer China yang semakin bertambah setiap tahunnya telah menarik perhatian global dan menimbulkan kecemasan di antara negara-negara khususnya negara di kawasan Asia Timur, yaitu salah satunya Jepang.

Kenaikan anggaran militer suatu negara dipengaruhi oleh faktor keamanan baik di kawasan regional maupun internasional. Berdasarkan data Centre for Strategic and International Studies (CSIS) (dalam Syahrin, 2018, hlm. 09) Pada tahun 2018 anggaran militer China terhadap pertahanannya telah mencapai sekitar $174 miliar, anggaran ini meningkat 8,1 % dari tahun sebelumnya. Kenaikan anggaran China ini dapat membuat negara-negara kawasan Asia Timur bahkan dunia marah dan hal ini dapat memicu instabilitas di kawasan Asia Timur. Kenaikan anggaran militer China juga dilakukan karena kekhawatiran China akan pergeseran kekuatan yang ada di Kawasan Asia Timur. Terbukti pada saat Jepang dan Amerika Serikat (AS) melakukan kerjasama, China melakukan modernisasi alat-alat militernya.

Kenaikan anggaran militer China ini menarik perhatian dari negara-negara di kawasan Asia Timur.  Karena adanya rasa khawatir di antara negara-negara sehingga memunculkan adanya security dilemma yang dimana suatu negara akan memperkuat pertahanannya karena menganggap bahwa peningkatan anggaran China dalam bidang militer ini merupakan ancaman bagi negaranya. China, Jepang, Korea Selatan, Taiwan dan Korea Utara merupakan negara yang memiliki pengaruh kuat di kawasan Asia Timur. Konflik yang terjadi di antara negara di kawasan Asia Timur ini menyebabkan sulitnya penyatuan negara-negara di Asia Timur yang terbilang negara berpengaruh dalam politik internasional.

Negara yang sangat fokus terhadap kebijakan kenaikan anggaran militer China ialah Jepang, Jepang menganggap bahwa China merupakan sumber ancaman yang besar bagi Jepang di kawasan selain Korea Utara. Hendra dalam (Syahrin, 2018) menyebutkan bahwa anggaran militer yang digunakan Jepang adalah untuk menambah jumlah pesawat, serta kapal dan kapal selam yang bertujuan untuk mengawasi kawasan Laut China Timur. Jepang juga mengembangkan sistem pertahanannya dengan bekerja sama dengan AS dalam pengembangan rudal balistik. Tentunya hal yang dilakukan Jepang merupakan hal yang normal bagi sebuah negara, bahwasanya tidak ada negara yang ingin tertinggal dari negara lain dalam mengamankan wilayahnya dan kemampuan militer yang dimiliki oleh negara lain.

Namun Jepang masih terikat dalam pasal 9 konstitusinya yang menyebutkan bahwa negara Jepang mengurangi peran sertanya dalam mengadakan perang dan penggunaan senjata yang terbatas saja. Jepang memiliki pasukan bela diri yaitu JSDF (Japan Self-Defense Force) namun hal ini mungkin tidak mampu dalam membendung perkembangan militer yang dimiliki China (Rachmat, 2017, hlm. 06). Karena hal itu Jepang pun melakukan amandemen terhadap pasal 9 yang mana Jepang memiliki Angkatan bersenjata. Jepang menaikkan anggaran militernya dalam hal pengadaan rudal dan proyek pengembangan kapal selam non nuklir yang lebih senyap. Penggunaan non nuklir ini sesuai dengan kebijakan negara Jepang dimana tidak menggunakan nuklir dalam urusan pertahanan keamanan negara (Satris, 2015, hlm. 102).  Peningkatan pertahanan yang dilakukan oleh Jepang merupakan respon atas kenaikan anggaran dalam modernisasi militer China.

Konflik antara China dan Jepang di kawasan Asia Timur ini sangat sulit untuk diredakan terutama masalah yang terjadi di masa lalu antara kedua negara yang masih cukup sensitif serta kedua negara merupakan negara “kuat” di  kawasan Asia Timur. Kawasan Asia Timur akan senantiasa melakukan perkembangan pertahanan dari negara-negara yang terdapat di dalamnya. Mungkin dapat dikatakan bahwa stabilitas kawasan Asia Timur dapat mereda jika terdapat kerja sama dalam proses penyelesaian konflik di antara negara-negara kawasan. Konflik antara dua negara ini atau lainnya seperti Korea Utara dan Korea Selatan  pula juga dapat diselesaikan dengan mengesampingkan kepentingannya atau melupakan sejarah historis antara negara, namun hal ini sulit bahkan dapat dikatakan mustahil untuk terwujud apalagi kita sudah sering mendengar bahwa tidak ada teman maupun lawan yang abadi, yang abadi hanyalah kepentingan.  

Daftar Pustaka

Purwanto, A. J. (2010). Peningkatan Anggaran Militer Cina dan Implikasinya Terhadap keamanan di Asia Timur. Spektrum Jurnal Ilmu Politik Hubungan Internasional, 7(1), 1-14. https://publikasiilmiah.unwahas.ac.id/index.php/SPEKTRUM/article/viewFile/495/617

Rachmat, A. N. (2017). Security Dilemma Dalam dinamika Hubungan Bilateral China dan Jepang. Jurnal Interdependence, 5(1), 1-9. http://e-journals.unmul.ac.id/index.php/JHII/article/view/1343

Satris, R. (2015). Peningkatan Anggaran Persenjataan Militer China Sebagai Bagian dari Security Dilemma di Kawasan Asia Pasifik. Jurnal Magister Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, 1(1), 1-10. https://journal.unhas.ac.id/index.php/politics/article/view/137

Syahrin, M. N. (2018). Keamanan Asia Timur. Realitas, Kompleksitas dan Rivalitas. Komojoyo Press.

Author: Rosa Lestari

keep moving.

63 thoughts on “Keamanan di Kawasan Asia Timur : Implikasi Kenaikan Anggaran Militer China

  1. Cukup menarik pembahasannya. Semoga di artikel selanjutnya memaparkan informasi yang lebih komprehensif lagi. Terimakasih penulis.

  2. Articles that are interesting and easy to understand. Thank you for sharing. Greatly increasing insight related to world problems in the present century. Good Job!

  3. Artikelnya sangat menarik untuk di baca, dan pembahasannya mudah dipahami..
    Semoga bisa buat artikel yang lainnya, dengan pembahasan yang menarik seperti ini..
    biar bisa berbagi wawasan kepada banyak orang.. sukses selalu…

  4. Pingback:sbobet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *