ASEAN-China Free Trade Area

ASEAN China Free Trade Area (ACFTA) merupakan kesepakatan antara Negara-negara anggota ASEAN dengan China untuk mewujudkan kawasan perdagangan bebas dengan menghilangkan atau mengurangi hambatan-hambatan perdagangan barang dan jasa , meningkatkan akses pasar jasa, peraturan dan ketentuan investasi, serta meningkatkan aspek kerja sama ekonomi untuk mendorong hubungan perekonomian para pihak ACFTA dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat ASEAN dan China (Kusuma, 2017). ACFTA pertama kali dirilis sejak saat ditandatanganinya Trade in Goods Agreement dan Dispute Settlement Mechanism Agreement pada tanggal 29 November 2004 di Vientiane, Laos setelah melalui berbagai negosiasi. Persetujuanโ€“persetujuan lainnya juga telah ditandatangani seperti Persetujuan Jasa ACFTA yang ditandatangani pada Januari 2007 pada pertemuan ke-12 KTT ASEAN di Cebu, Filipina dan Persetujuan Investasi ASEAN yang ditandatangani pada tanggal 15 Agustus 2009, di Bangkok, Thailand melalui pertemuan ke-41 Tingkat Menteri Ekonomi ASEAN.
Dasar hukum ACFTA adalah perjanjian di bidang kerja sama ekonomi antara ASEAN dan Cina yaitu Framework Agreement on Comprehensive Economic Co-operation between ASEAN and the People”s Republic of China (Framework Agreement). Pada 5 November 2002 perjanjian ini ditandatangani dan menghasilkan kesepakatan perdagangan di bidang barang pada 29 November 2004, perdagangan di bidang jasa pada 14 Januari 2007, dan yang terakhir yaitu di bidang investasi pada 15 Agustus 2007.

Tujuan pembentukan ACFTA sendiri adalah :(1) memperkuat dan memperluas kerja sama ekonomi, perdagangan dan penanaman modal di kawasan ASEAN dan China; (2) meningkatkan perdagangan barang dan jasa (3) mengeksplor tempat atau daerah yang baru dan mengembangkan kerja sama ekonomi yang lebih erat antara ASEAN dan China; dan (4) memfasilitasi penyatuan ekonomi yang lebih efektif dan efisien dari negara-negara anggota baru ASEAN (Kusuma, 2017). ASEAN melihat bahwa dengan adanya kesepakatan kerja sama mengenai perdagangan bebas dengan China, negara-negara anggota ASEAN akan dapat meningkatkan perekonomiannya melalui keuntungan yang diperoleh dari kegiatan kerja sama ini (dimana China merupakan negara yang mempunyai penduduk terbanyak didunia). Selain itu karena adanya prinsip bebas hambatan dalam ACFTA contohnya pemberlakuan tarif khusus, membuat kegiatan perdagangan terutama ekspor dan impor barang dan jasa akan menjadi semakin mudah.

Kerja sama ACFTA, dilihat dengan positif dapat dipandang sebagai akses dari negara-negara anggota ASEAN untuk dapat memperluas pasar luar negerinya melalui kerja sama dengan China. Namun setiap kerja sama pasti memiliki dampak baik positif maupun negatif. Contohnya Indonesia, salah satu hal yang dapat menjadi dampak negatif bagi Indonesia sendiri adalah adanya potensi produk yang sejenis yang akan memenuhi pasar domestik. Hal ini dapat mengancam kestabilan pasar dalam negeri. Hal ini menjadi salah satu tantangan terbesar bagi Indonesia karena harus mempersiapkan diri dalam persaingan antara produk lokal dengan produk-produk yang di impor dari China. Disisi lain dampak positif yang didapatkan Indonesia melalui ACFTA adalah memudahkan Indonesia untuk memperbesar nilai ekspor. Adanya pengurangan hambatan perdagangan baik tarif maupun non-tarif dapat sangat membantu mengurangi beban para eksportir Indonesia dalam menjual produknya kepada China. Selain itu, adanya kerja sama ACFTA juga dapat mempengaruhi perdagangan baik Indonesia maupun China. Produk ekspor Indonesia berpotensi meningkatkan surplus dari neraca perdagangan Indonesia. Indonesia juga memiliki potensi ekspor yang baik karena Indonesia mempunyai flora dan fauna yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain sehingga menjadikan Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat banyak. Indonesia juga memiliki letak geografis yang bisa dibilang sangat strategis sehingga Indonesia memiliki peluang besar dalam menjalankan perdagangan internasional yang menguntungkan (Putra & Yasa, 2016).

Daftar Pustaka :

Kusuma, A.A. (2017) Dampak ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 15(1), 1-14. https://doi.org/10.29259/jep.v15i1.8778

Putra, A.A.N.A., & Yasa, I.N.M. (2016) Pengaruh Inflasi Dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Kurs Dollar Amerika Dan Ekspor Indonesia. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan, 5(7), 2165-2194.

Author: Merry

33 thoughts on “ASEAN-China Free Trade Area

  1. Informasi yang sangat bagus, jelas dengan tujuan dan dampaknya serta banyak poin penting yang menambah wawasan. Thanks for sharing ๐Ÿ™

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *