Selain US, Jepang Gandeng Autralia untuk Bersatu Menjaga Keamanan di Kawasan Asia Pasifik

Hubungan antara Jepang dan Amerika Serikat adalah suatu hubungan yang menjadi salah satu faktor penting yang berkontribusi bagi tatanan internasional di kawasan Asia Pasifik. Menurut Kodansha (1991) dalam Sakurada (1997) beberapa orang Amerika berpandangan bahwa persaingan ekonomi dari kekuatan Asia termasuk Jepang bersifat mengancam. Maka dari itu, Amerika Serikat menyadari bahwa kerjasama keamanan dengan Jepang adalah hal yang penting. Kedua negara membentuk perjanjian keamanan yaitu San Fransisco Treaty untuk menjaga stabilitas keamanan dan kemakmuran kawasan Asia Pasifik. Perjanjian tersebut merupakan perjanjian yang diharapkan dapat berjalan dalam jangka panjang. Perjanjian tersebut ditandatangani pada tahun 1951 dan sejak penyusunan ulangnya pada tahun 1960, perjanjian tersebut telah menjaga stabilitas hubungan bilateral kedua negara dan menjaga keseimbangan strategis di kawasan.

Ketakutan Jepang terhadap berkembangnya militer China menjadikan Jepang berupaya untuk meningkatkan keamanan di kawasan Asia Pasifik dengan berkerjasama dengan beberapa negara. Menteri Pertahanan Jepang Taro Kono menyatakan bahwa China meningkatkan belanja dana militernya sehingga orang dapat memahami bahwa kita membutuhkan lebih banyak dana.

Walaupun Jepang telah berkomitmen untuk menjaga dan memperluas landasan diplomasi dan keamanan dengan AS yang sudah dijalankan selama 60 tahun (Sakurada, 1997), namun, di tengah pertumbuhan kekuatan aktivitas maritime China, Jepang berusaha memperkuat pertahanan regionalnya dalam bentuk kerjasama dengan negara lain, terutama Australia. Australia dianggap sebagai semi-sekutu oleh Jepang. Dari kesepakatan yang dilakukan kedua negara, pembagian militer pada tahun 2013 dan dari kegiatan perluasan kesepakatan tahun 2017 untuk memasukkan amunisi, lalu Jepang mengurangi pembatasan transfer perlengkapan senjata.

Jepang dan Australia merupakan dua negara aliansi Amerika Serikat yang ingin mempererat hubungan keduanya agar dapat melawan kekuatan China di kawasan Asia Pasifik. Tujuan kerjasama kedua negara tidak hanya untuk melawan kekuatan China, namun juga untuk menjaga keamanan kawasan Asia Pasifik.  Strategi kerjasama kedua negara didasari dari nilai-nilai demokrasi, komitmen terhadap hak asasi manusia, kebebasan dan supremasi hukum serta kepentingan keamanan bersama. Hubungan kedua negara saling menghormati, saling percaya dan hubungan kedua negara ialah persahabatan yang dalam.

Kedua Pemimpin negara yaitu Perdana Menteri Australia Scott Morrison dan dari Jepang Suda Yoshihide, mencapai kesepakatan kerjasama pilar pertahanan yang disepakati pada tahun 2007, yang dimana tertera dalam Perjanjian Akses Timbal Balik akan memungkinkan kedua pasukan negara bekerja lebih erat dan pasukan dari kedua negara dapat bersama-sama latihan dan operasi militer dengan mengunjungi negara satu sama lain. Perjanjian Pertahanan ini merupakan perkembangan “’tengara” untuk Jepang dan Australia yang mana kedua negara merupakan sekutu AS dan dengan China sambil mempertahankan perdagangan yang signifikan. (Yamaguchi, 2020)

Masalah kepentingan strategis di kawasan Aisa Pasifik dan sekitarnya menjadikan hubungan bilateral Jepang dan Autralia semakin kuat untuk bekerjasama. Bentuk kerjasama kedua negara antara lain untuk penyelesaian damai masalah yang terkait dengan Korea Utara, hal ini termasuk pengembangan nuklir yang dilakukan Korea Utara. Jepang dan Australia menyadari adanya ancaman terhadap perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Pasifik yang ditimbulkan oleh terorisme dan untuk mengatasi ancaman ini, kedua negara memperkuat kerjasamanya.  Tidak hanya itu, Jepang dan Australia akan mempererat kerjasama dengan PBB dan organisasi internasional dan regional lainnya dan diskusi terbuka melalui kegiatan seperti perlindungan perdamaian dan aktivitas bantuan kemanusiaan.

Dengan melakukan langkah-langkah khusus Jepang dan Autralia akan mengembangkan rencana aksi yang bertujuan memajukan kerjasama keamanan di bidang-bidang seperti penegakan hukum dalam pemberantasan kejahatan transnasional, keamanan perbatasan, kontra-terorisme, peluncutan senjata, operasi perdamaian, pertukaran penilaian strategis, keamanan maritim dan penerbangan, operasi bantuan kemanusiaan dan perencanaan kontigensi termasuk untuk pandemic.

Keamanan di kawasan Asia Pasifik dan sekitarnya di masa depan, berkaitan dengan keamanan dan kemakmuran Jepang dan Australia. Maka dari itu, Menteri Luar Negeri dari masing-masing negara akan terus melakukan pertemuan setiap tahun untuk mempererat strategi keamanan di kawasan Asia Pasifik. Kedua negara akan memperluas dan memerdalam hubungan bilateral mereka di bidang pertahanan dan keamanan dengan tujuan untuk menaikkan efektivitas pastisipasi gabungan mereka bagi perdamaian dan keamanan kawasan dan internasional, serta keamanan manusia.

Daftar Pustaka

Sakurada, D. (1997, June). For Mutual Benefit: The Japan-US Security Treaty: From a Japanese (Working Paper No. 07). Centre for Strategic Studies
Victoria University of Wellington. https://www.wgtn.ac.nz/strategic-studies/documents/working-papers/wp-07.pdf

Yamaguchi, M. (2020, 18 November) Autralia, Japan to bolster defense ties amid China’s rise. The Diplomat. https://thediplomat.com/2020/11/australia-japan-to-bolster-defense-ties-amid-chinas-rise/

Author:

80 thoughts on “Selain US, Jepang Gandeng Autralia untuk Bersatu Menjaga Keamanan di Kawasan Asia Pasifik

  1. glad to know information like this. Great job Lulu!
    sekedar saran mungkin bisa dibaca lagi untuk mengoreksi karna ada beberapa kata berulang dalam satu kalimat. Thank you❤️

  2. Pingback:dark0de url
  3. Pingback:go to my site
  4. Pingback:cad software

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *