Perjanjian Keamanan Jepang dengan Amerika Serikat

Hubungan keamanan yang terjadi antara Jepang dengan Amerika Serikat diwujudkan dalam “ Perjanjian kerjasama antara Jepang dengan Amerika Serikat “ telah menjadi faktor penting yang ikut berkontribusi pada tataan Internasional Asia-Pasifik. Perjanjian itu ada sejak pertama kali penyusunan ulang pada tahun 1960, dan sudah stabil keseimbangan strategis di kawasan dan hubungan bilateral antara Washinton dan Tokyo. Perjanjian tersebut telah menjalankan fungsinya dengan baik selama Perang Dingin. Awalmulanya maksud tersebut untuk menghalangi dan mengusir ekspansi komunis di Asia Timur Jauh,  untuk memastikan penyebaran pasukan Amerika Serikat, dan memberikan Jepang payung nuklir Amerika Serikat. Berakhirnya Perang Dingin dan perubahan Domestik di kedua negara menimbulkan keraguan tentang kegunaan perjanjian untuk masa depan tersebut. Perjanjian keamanan Jepang dengan Amerika Serikat sangat di perlukan untuk stabilitas dan kemakmuran kawasan dalam jangka panjang. Perjanjian Jepang dengan Amerika Serikat asli dibuat oleh konferensi Perdamaian San Francisco. Dengan tandatangan perjanjian damai empat puluh delapan negara, Jepang mendapatkan kembali kedaulatannya pada 8 September 1951, dan mengakhiri kedudukan yang dipimpin Amerika Serikat oleh Sekutu. Perjanjian 1951 memasukkan beberapa ketentuan asimetris. Salah satunya memberikan intervensi militer Amerika Serikat, oleh permintaan Tokyo. Perjanjian 1951 menggambarkan yaitu kemenangan Amerika Serikat dalam Perang Pasifik, tekad tersebut untuk mempertahankan pengaruh dari Jepang pada pasca-PD II.  Perjanjian pertama yaitu kewajiban Amerika Serikat untuk membela Jepang dibuat lebih eksplisit dengan Pasal V yang menetapkan bahwa setiap pihak mengakui serangan bersenjata oleh salah satu pihak diwilayah tersebut dibawah kuasa pemerintahan Jepang mengakibatkan bahaya bagi perdamaian dan keamanannya sendiri dan menyatakan bahwa mereka akan bertindak untuk menindaklanjuti bahaya bersama yang sesuai dengan ketentuan dan proses konstitusionalnya. 

 Berbagai macam pendapat dalam daftar refesensi keamanan Jepang mencerminkan kurangnya consensus yang kuat diantara orang-orang Jepang pada umumnya tentang tingkat Profil Militer Jepang dan ukuran pertahanan diri Jepang. Menurut Julian R. Friedman (1970 dalam Listiana & kurniawati, 2018) aliansi dalam Hubungan Internasional menunjukkan sebuah hubungan kerjasama diantara dua atau lebih negara yang mencakup kolaborasi dalam waktu yang telah ditentukan mengenai isu-isu yang saling menguntungkan serta penyatuan kemampuan negara yang tergabung untuk berpartisipasi dalam urusan internasional (Friedman, 1970, hlm. 4-5). Aliansi berkaitan erat dengan bantuan militer dari negara lain yang bertujuan sebagai pertahanan dalam menghadapi musuh dari luar (Friedman 1970 dalam Listiana & Kurniawati, 2018). Hal yang paling pertama ialah konstitusionalitas sistem keamanan Bilateral yang dibentuk didalam perjanjian akan terus jadi masalah yang besar bagi Jepang karena usul Konstitusi sulit dilakukan, mengingat keterikatan rakyat pada klausul perdamaian. Pemerintah Jepang ingin bertekad untuk serius dan terikat pada kolaborasi keamanan yang kuat dengan Amerikat Serikat untuk satu-satunya kebijakan keamanan yang layak dan jelas untuk Jepang. Belum lama ini, pada bulan Juni 1997, Jepang dan Amerika Serikat mengumumkan Laporan terkait sementara tentang Peninjauan Pedoman Pertahanan 1997, Jepang dan Amerika Serikat mengumumkan hasil Laporan Sementara terkait Peninjauan Pedoman Pedoman Pertahanan 1978, disaat itu Jepang setuju untuk mempeluas dukungan logistic Amerika Serikat ke luar wilayahnya selama perang di Asia Timur Laut. Hal tersebut akan diselesaikan pada akhir tahun 1997, dengan memberikan Jepang Profil Militer tertinggi dalam sejarah pasca-PD II. Perdebatan domestic yang sedang berlangsung sedang dalam prospek apakah Pedoman melanggar Konstitusi atau tidak, namun tidak ada prospek bahwa Jepang akan membalikkan posturnya saat ini.  

Perjanjian Jepang dengan Amerika serikat tetap menjadi bagian utama dari perdamaian dan kemakmuran Asia-Pasifik di tahun yang akan dating. Yang akan dipertaruhkan kepentingan bersama, jika Perjanjian tersebut dibuang. Untuk Amerika Serikat. Menurut Sakura D, perjanjian tersebut mendukung keterlibatan Amerika Serikat dikawasan yang menjamin perdangangan regionalnya hingga $ 394 miliar pertahun, jumlah tersebut yang berarti peluang kerja bagi kurang lebihnya 2,8 juta orang Amerika Serikat (Sakurada, 1997). Jepang juga akan terus merasakan manfaat ekonomi dan keamanan yang diberikan oleh hubungan yang dekat dengan Amerika Serikat. Perjanjian itu menjaminkan dasar politik yang kuat untuk macam-macam kerjasama antara kedua negara. Saat dalam masa sulit dengan ketidak pastian dalam tatanan Internasional, Jepang dan Amerika Serikat dapat memastikan, mempertahankan perjanjian, lingkungan yang bagus bagi semua negara di kawasan untuk mengejar pertumbuhan ekonomi dan kerja sama politik. Perjanjian keamanan Jepang dengan Amerika Serikat tidak menurun dengan berakhirnya Perang Dingin dengan kenyataannya justru sebaliknya.

Daftar Pustaka                                         

Listiana, E., & Kurniawati, E.,. (2018). Perpanjangan Aliansi Keamanan Jepang-Amerika Serikat Pada Tahun 2013 (Perspektif Jepang). Paradigma, 19(2). http://jurnal.upnyk.ac.id/index.php/paradigma/article/view/2430/2068

Sakurada, D. (1997, Juni). For mutual benefit: the Japan-US security treaty: from a Japanese (Working Paper No. 07). Centre for Strategic Studies Victoria University of Wellington. https://www.wgtn.ac.nz/strategic-studies/documents/working-papers/wp-07.pdf

Author:

27 thoughts on “Perjanjian Keamanan Jepang dengan Amerika Serikat

  1. Pingback:versus market

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *