Penyelesaian Sengketa Laut China Selatan melalui Indonesia dan ASEAN

Laut China Selatan merupakan laut yang terletak pada sekitar wilayah benua ASIA pada bagian tepi dari Samudera Pasifik yang membentang dari Selat Karimata dan Selat Malaka hingga Selat Taiwan. Laut China Selatan membentuk konflik kepemilikan wilayah oleh beberapa negara, dikarenakan Laut China Selatan merupakan wilayah strategis untuk jalur pelayaran internasional dan beraneka ragam kekayaan alam yang dapat digunakan sepertinya hal cadangan ikan, minyak dan gas bumi. Salah satu negara yang mengklaim kepemilikan Laut China Selatan adalah Negara China berdasarkan nilai historis dan teori nine dash line atau sembilan garis putus putus yang membentang di antara kawasan tersebut (Toruan, 2020).

China dalam klaim sepihak tersebut, mendapatkan reaksi dari beberapa negara anggota The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) berupa penolakan dan menyatakan bahwa Laut China Selatan merupakan bagian dari milik mereka juga. Indonesia merupakan salah satu negara yang tidak menyetujui klaim sepihak yang dilakukan oleh China dan usaha yang akan dilakukan Indonesia untuk menyelesaikan sengketa Laut China Selatan dengan menggunakan cara multilateral karena Indonesia mempunyai catatan yang baik dalam penyelesaian berbagai kasus di kawasan, namun pihak China lebih memilih menggunakan penyelesaian secara bilateral.

Keterlibatan Indonesia dalam kasus sengketa Laut China Selatan didasarkan oleh dua hal. Pertama, mengantisipasi potensi timbulnya ancaman ketika sengketa Laut China Selatan melahirkan konflik yang masif. Kedua, mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial yang tertulis dalam UUD 1945 (Toruan, 2020). Secara garis besarnya, keterlibatan Indonesia yaitu mencegah terjadinya konflik secara militer yang akan merugikan negara-negara wilayah benua ASIA termasuk Indonesia. Tentu, Indonesia tidak sendirian melainkan bersama ASEAN berupaya menyelesaikan sengketa dan konflik yang berlangsung di Laut China Selatan. Tujuan dari ASEAN membantu Indonesia karena memiliki tujuan yang sama untuk menjaga ketertiban di wilayah ASIA, di sisi lain Indonesia memiliki figur kepemimpinan yang berpengaruh besar di ASEAN dan berharap mampu menghindari konflik secara militer yang dapat merugikan negara-negara anggota ASEAN.

Tindakan yang dilakukan oleh Indonesia dan ASEAN untuk menekan konflik permasalahan sengketa Laut China Selatan dengan mengadakan workshop setiap tahunnya yang bertemakan Managing Potential Conflicts in the South China Sea, penyelenggaraan workshop mengenai pengurusan Laut China Selatan dengan berkerja sama memanfaatkan potensi wilayah tersebut, sekaligus preventive diplomacy agar tercipta kepercayaan terhadap negara-negara yang terlibat konflik dan Indonesia melakukan pendekatan melalui ASEAN Senior Official Meeting di kota Surabaya yang bertujuan untuk melakukan pembahasan mengenai garis acuan Declaration On the Conduct of Parties (DOC) meminta negara-negara berpegang pada DOC yang telah disepakati pada tahun 2002 untuk menciptakan keamanan dan kedamaian saat terdapat konflik dan sengketa Laut China Selatan (Wahyudi, 2016). Langkah selanjutnya keputusan dari Permanent Court of Arbitration (PCA) yang menyatakan klaim China atas Laut China Selatan berdasarkan historis dan nine dash line tidak valid menurut hukum internasional, China tidak memberikan balasan atau mengabaikan keputusan dari PCA. Namun Indonesia beserta ASEAN memanfaatkan keputusan PCA agar menjadi leverage untuk mendorong China menyelesaikan permasalahan sengketa secara multilateral.

Indonesia memanfaatkan penyelesaian secara multilateral bersama ASEAN dalam membentuk forum internasional yaitu, ASEAN Regional Forum (ARF) merupakan organisasi yang tepat untuk Indonesia dalam membahas tema mengenai keamanan dan keanggotaan dari ARF sangat menghormati Indonesia karena telah membantu berbagai macam permasalahan kawasan di dunia internasional, keanggotaannya terdiri dari berbagai macam negara termasuk Amerika Serikat dan Jepang untuk menyelesaikan permasalahan sengketa melalui dialog dialog secara multilateral (Wahyudi, 2016).

Keterlibatan kedua negara tersebut terpaksa membuat China untuk mengikuti forum internasional dengan upaya memenuhi kepentingannya di Laut China Selatan dan menyingkiran pengaruh dari Amerika Serikat terhadap negara-negara anggota di wilayah ASIA dalam forum internasional tersebut, China memperkirakan hasil keputusan dalam forum internasional akan membawa kerugian. Tetapi sebaliknya keputusan dalam forum internasional memberikan keuntungan kepada dirinya karena keputusan dari ARF sebagai forum internasional bertujuan memberikan keuntungan terhadap semua pihak yang terlibat. Pada hasil keputusannya membuat China menandai keinginannya untuk menjalin hubungan kerja sama yang lebih baik dengan negara-negara anggota ASEAN termasuk Indonesia.

Penyelesaian sengketa Laut China Selatan yang dilakukan oleh Indonesia dan ASEAN membawa keberhasilan dengan menggunakan berbagai macam cara untuk dapat meredakan konflik karena tidak mudah membujuk China untuk menyelesaikan sengketa secara multilateral dengan mengedepankan kepentingannya. Walaupun sampai saat ini wilayah Laut China Selatan sering menimbulkan permasalahan yang ditimbulkan akibat adanya kepentingan oleh individu atau negara, namun akan selalu mencari jalan keluar untuk tidak terjadinya konflik yang merugikan semua pihak.

Daftar Pustaka

Wahyudi, A. (2016). Peran dan Strategi Indonesia bersama ASEAN Dalam Upaya Meredakan Konflik Laut China Selatan [The Role and Strategy of Indonesia with ASEAN to Reduce Conflict in the South China Sea]. Verity: International Relations Journal, 8(16), 17. http://dx.doi.org/10.19166/verity.v8i16.723

Toruan, G., T., L. (2020). Peran Strategis Indonesia dalam Penyelesaian Konflik Laut China Selatan dalam Perspektif Stabilitas Keamanan Regional. Jurnal Keamanan Nasional, 6(1), 111-129. https://doi.org/10.31599/jkn.v6i1.449

Author: Aslam Syam

Mahasiswa jurusan Hubungan Internasional, Politik Internasional.

39 thoughts on “Penyelesaian Sengketa Laut China Selatan melalui Indonesia dan ASEAN

  1. Konflik di Laut Cina Selatan emang harus banget segera diselesaikan. Terima kasih untuk artikel yang bermanfaat ini. Saya jadi tahu upaya-upaya yang dilakukan ASEAN untuk menyelesaikan permasalahan ini.

  2. Pingback:Pokeriranian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *