Kerjasama Keamanan Jepang dengan Amerika Serikat Melalui Perjanjian San Fransisco

Hubungan keamanan antara Jepang dengan Amerika Serikat sudah menjadi suatu faktor yang sangat penting yang berkontribusi pada tatanan internasional di dalam Asia-Pasifik. Perjanjian San Fransisco pada penyusunannya yang dimulai pada tahun 1960 telah menstabilkan keseimbangan di dalam kawasan serta hubungan bilateral antara Washington dan Tokyo. Pada awalnya perjanjian San Fransisco dibuat untuk menghalangi dan mengusir ekspansi komunis di daerah Asia Timur, hal tersebut untuk memastikan penyebaran pasukan militer yang dimiliki oleh Amerika Serikat, dan memberikan Jepang payung nuklir Amerika Serikat. Berakhirnya perang dingin antara Jepang dan Amerika Serikat akan menimbulkan keraguan untuk menggunakan perjanjian San Fransisco di masa yang akan datang. Menurut Julian R. Friedman (1970 dalam Listiana & Kurniawati,2018), aliansi dalam Hubungan Internasional menunjukan sebuah hubungan kerjasama antara dua negara atau lebih yang mencangkup suatu kolaborasi dalam senggang waktu yang telah ditentukan mengenai isu yang menguntungkan serta menyatukan kemampuan negara yang tergabung untuk berpartisipasi dalam urusan internasional. (Friedman 1970 dalam Listiana & Kurniawati,2018)

Latar belakang perjanjian keamanan antara Jepang dengan Amerika Serikat perjanjian keamanan Jepang-Amerika Serikat dibuat oleh konfrensi perdamaian San Fransisco. Dengan penandatanganan perjanjian damai dengan empat puluh delapan negara, Jepang mendapatkan nya kembali pada tanggal 8 September 1951, hal tersebut juga mengakhiri pendudukan yang di pimpin oleh Amerika Serikat dan sekutu (Sakurada, 1997). Perjanjian pada tahun 1951 Amerika Serikat menyatakan bahwa untuk melakukan suatu kepentingan perdamaian dan keamanan yang bersedia untuk mempertahakan angkatan bersenjata Amerika Serikat yang masuk dalam wilayah kawasan yang di miliki oleh Jepang, dengan adanya hal tersebut di harapkan bahwa Jepang sendiri akan dapat semakin memikul tanggung jawab atas pertahannya yang dimiliki oleh Jepang terhadap serangan langsung dan agresi tidak langsung. Dengan adanya suatu perjanjian dalam literature keamanan Jepang berakhirnya perang dingin yang mempengaruhi hubungan bilateral antara Jepang dan Amerika serikat dan perjanjian itu sendiri dalam hal penting.

Dengan hal tersebut Amerika Serikat menutut Jepang untuk membuat suatu angkatan bersenjatanya sendiri yang dikenal sebagai pasukan bela diri. Secara jelas, pemerintah antara Amerika Serikat dan Jepang bahwa mereka akan melakukan suatu konsultasi mengenai perjanjian San Fransisco. Atas permintaan salah satu pihak bahwa setiap kali keamanan Jepang atau perdamaian dan keamanan internasional di Timur terancam (Pasal IV). Selain hal tersebut, pada pasal II mendorong Amerika Serikat dan Jepang untuk “ menghapus konflik uang terjadi antara Amerika Serikat dan Jepang dalam kebijakan ekonomi internasional mereka” dan untuk “mendorong kolaborasi atau kerjasama ekonomi diantara Amerika Serikat dan Jepang”.

Dalam literatul perjanjian San Fransisco Jepang berakhirnya perang dingin mempengaruhi hubungan bilateral yang terjadi terhadap Amerika Serikat dan Jepang dan perjanjian tersebut sendiri ada banyak hal penting. Sebagai satu-satunya negara adidaya di bidang militer Amerika Serikat tidak perlu di pertanyakan. Amerika Serikat tidak memiliki kepentingan timbal balik terhadap Jepang dalam perjanjian San Fransisco terhadap Jepang. Dengan adanya hal tersebut,  tanggapan yang dimiliki oleh militer Jepang terlebih hanya untuk diizinikan apabila Jepang sendiri diserah dikarenakan perjanjian membatasi penggunaan Self Defense Force (SDF) yang berada di wilayah Timur jauh.

Salah satu bukti yang bisa diambil dari kurangnya pihak pertahanan Jepang berada pada suatu kenyataan bahwa Amerika Serikat siap untuk membela Jepang, tetapi tidak sebaliknya untuk Amerika Serikat. Jepang tidak diwajibkan untuk membantu mengirimkan pasukan militer yang dimilikinya untuk membantu mempertahankan kedautlatan yang dimiliki Amerika Serikat di dalam perjanjian, sedangkan Korea Selatan dan Filipina juga tidak di wajibkan berdasarkan perjanjian mereka. Konfrensi perjanjian San Fransisco telah memberikan kesempatan untuk Jepang dalam memperoleh posisinya kembali dalam masyarakat internasional setelah pendudukan sekutu.

Shunji Taoka berpendapat bahwa Jepang tidak perlu membela Amerika Serikat adalah suatu kesalahan tempat. Jika pada perang dingin pasukan militer dari Uni Soviet menyerang tentara Amerika serikat yang berada di wilayah Jepang,maka pihak militer dari negara Jepang akan turut menyatakan bahwa pasukannya berada di pihak Amerika Serikat. Pemerintah bertanggung jawab dalam mengabaikan “tiga prinsip non-nuklir” untuk melaksanakan perjanjian, mengingat ada kemungkinan dalam panggilan pelabuhan oleh pihak Amerika Serikat yang bersenjata nuklir.

Daftar Pustaka

Listiana, E., & Kurniawati, E. (2018). Perpanjangan Aliansi Keamanan Jepang-Amerika Serikat Pada Tahun 2013 (Perspektif Jepang). Paradigma, 19(2). http://jurnal.upnyk.ac.id/index.php/paradigma/article/view/2430/2068

Sakurada, D. (1997, June). For mutual benefit: The Japan-US security treaty: From a Japanese (Working Paper No.07) . Centre for strategic Studies Victoria University of Wellington. https://www.wgtn.ac.nz/strategic-studies/documents/working-papers/wp-07.pdf

Author:

64 thoughts on “Kerjasama Keamanan Jepang dengan Amerika Serikat Melalui Perjanjian San Fransisco

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *