Di Balik Peran Jepang dalam Menjaga Stabilitas Keamanan di Kawasan Asia Pasifik, Ada Apa?

Dewasa ini, dengan semakin berkembangnya zaman dan teknologi, bukan berarti tidak menimbulkan ancaman baru bagi keamanan suatu kawasan. Seperti halnya dengan kawasan di Asia Pasifik. Jepang merupakan salah satu negara yang berada di kawasan tersebut, yang mana pada kenyataannya memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan di sekitarnya. Hal ini semakin didukung dengan kekuatan yang dimiliki oleh Jepang, yang pada dasarnya bisa disebut sebagai salah satu pemimpin di Asia Pasifik, bukan? Pada dasarnya, kondisi keamanan di sekitar Jepang menjadi semakin parah akhir-akhir ini. Dilansir dari buku resmi miliki Kementerian Luar Negeri Jepang (2015), bukan hanya ancaman yang muncul dari persenjataan yang dimusnahkan secara massal serta rudal balistik saja, tetapi ada pula yang datangnya dari serangan dunia maya atau cyber crime.

Dalam kurun waktu belakangan ini, Jepang cenderung mengambil peran di dunia internasional secara aktif di bidang keamanan regional. Meskipun terkadang di balik upayanya tersebut Jepang masih harus menghadapi hambatan-hambatan lain, baik itu secara domestik ataupun internasional, keterlibatan Jepang semakin terlihat jelas dan nyata dalam mengatasi isu-isu keamanan.

Dapat dipahami dengan berubahnya keseimbangan kekuatan global pada saat ini, selain menimbulkan peluang kerja sama untuk menjaga stabilitas keamanan, terutama di kawasan Asia Pasifik, nyatanya hal tersebut juga menciptakan banyak permasalahan dan ketegangan di dalamnya (Matsumoto, 2015). Nah, melihat terjadinya hal seperti ini, Jepang tentu saja lekas berusaha untuk mempertahankan keutuhan wilayahnya dan juga memastikan selalu terciptanya perdamaian, stabilitas, serta kemakmuran negaranya. Sedangkan untuk stabilitas keamanan di kawasan, Jepang tentunya mengambil peran dengan memberi kontribusi yang cenderung lebih proaktif dengan maksud mengendalikan negaranya sendiri.

Sudah terlihat jelas bahwasanya peran yang sedang berusaha diperkuat oleh Jepang ini memiliki kepentingan lain di baliknya. Komunitas internasional seperti mengharapkan Jepang untuk mengambil peran pemimpin dalam memastikan kestabilan ekonomi internasional (Alagappa, 1988). Selain karena faktor ekonomi, nampaknya Jepang juga ingin berhati-hati dan melakukan tindakan proaktif mengingat perkembangan tatanan regional di kawasan sekitarnya. Tentunya dalam hal ini Jepang sebagai sekutu dari Amerika Serikat ingin ikut berpartisipasi dalam menjaga kestabilan kawasan baik itu dalam bidang keamanan, ekonomi, dan juga politik.

Bukan sebuah rahasia umum mengingat kenyataan bahwa posisi Jepang sebagai kekuatan regional telah dikukuhkan baik sebelum ataupun sesudah Perang Dunia I. Jepang pun pada era Perang Dingin tepatnya pada tahun 1951 melakukan perjanjian kerja sama dengan Amerika Serikat melalui pembangunan aliansi dalam bidang keamanan. Sejak saat itulah AS seolah-olah seperti memberikan jaminan keamanan bagi Jepang, mengingat negara tersebut ingin fokus dalam membangun kembali militernya. Dalam hal ini juga Jepang dilarang memiliki tentara sendiri, sehingga tidak dapat memainkan peran penting apapun mengenai sistem keamanan kawasan atau regional (Alfian, 2010).

Dengan terjaminnya keamanan Jepang karena mendapatkan dukungan atau back-up dari Amerika Serikat, lambat laun pun Negeri Sakura tersebut berpikir bahwasanya mereka tidak bisa terus menerus mengandalkan dan berdiri di belakang AS. Menurut Calder (1996), perkembangan teknologi tinggi telah mulai digarap oleh Jepang sejak tahun 1960-an. Terlihat wajar hal ini dilakukan oleh Jepang sebagai suatu negara kesatuan yang ingin terlibat dan memiliki peran penting dalam menjaga kestabilitasan keamanan suatu kawasan, khususnya Asia Pasifik. Sebetulnya Jepang tidak langsung terlepas begitu saja dari tanggung jawab Amerika Serikat, melainkan hanya saja akan lebih memikul peran serta tanggung jawab sendiri yang semakin besar atas keamanan serta pertahanan lingkungan sekitarnya.

Adanya kepentingan strategis yang dimiliki oleh Jepang di kawasan Asia Pasifik juga tidak mengubah peran yang dimilikinya, yakni sebagai seorang penyeimbang kekuatan regional. Nah, setelah dipikir-pikir nampaknya hal tersebut juga sebagai salah satu alasan yang membuat Jepang dirasa perlu memetakan jalur independen secara selektif, tentunya tanpa membuat hubungannya dengan Amerika Serikat menjadi rusak.

Kondisi keamanan di sekitar Jepang terutamanya di kawasan Asia Timur menjadi salah satu tuntutan mengapa Jepang berusaha untuk menguatkan perannya di sana dan menjadi penyeimbang keamanan regional. Seperti halnya dengan pengembangan senjata pemusnah masal atau senjata nuklir dan peningkatan kemampuan rudal balistik yang dilakukan oleh Korea Utara, penguatan pasukan militer yang dilakukan oleh China dengan berkurangnya transparasi serta kemajuan ekspansi dalam menangani masalah Laut China Selatan yang merupakan isu yang sangat diperhatikan oleh negara kawasan serta masyarakat internasional ini dipercaya telah menghadirkan ancaman yang sudah terlihat cukup jelas bagi keamanan Jepang sehingga Negeri Sakura ini perlu menanganinya dengan hati-hati.

Dapat disimpulkan dari sikap Jepang di atas yang mana berusaha untuk memainkan perannya sambil memiliki kepentingan lain di dalamnya, bahwa Jepang akan terus memberikan kontribusi yang lebih proaktif dalam menjaga perdamaian, mengontrol stabilitas serta kemakmuran masyarakat internasional. Hal ini dilakukan melalui kebijakan “Kontribusi Proaktif untuk Perdamaian” sambil mencapai keamanan dan kepentingannya sendiri serta kawasan.

Daftar Pustaka:

Alagappa, M. (1988). Japan’s Political and Security Role in the Asia-Pacific Region. Contemporary Southeast Asia: A Journal of International and Strategic Affairs, 10(1), 17-54. https://doi.org/10.1355/CS10-1B

Alfian, H. (2010). Dinamika dan Prospek Kebangkitan Militer Jepang. Jurnal POLITEIA, 2(2), 66-75. https://jurnal.usu.ac.id/index.php/politeia/article/view/16114

Calder, K., E.. (1996). Asia’s Deadly Triangle: How Arms, Energy, and Growth, Threaten to Destabilize Asia Pacific. Nicholas Brealey Publishing.

Matsumoto, S. (2015). Japan’s Role in Security of The Asia-Pacific Region. Polish Journal of Political Science, 1(1), 54-72. https://www.ceeol.com/search/article-detail?id=778506

Ministry of Foreign Affairs of Japan. (2015). Japan’s Foreign Policy to Promote National and Worldwide Interests. https://www.mofa.go.jp/files/0a00106463.pdf

Author: Selfia Anggraini

Jepang dan Negara Industri/C

46 thoughts on “Di Balik Peran Jepang dalam Menjaga Stabilitas Keamanan di Kawasan Asia Pasifik, Ada Apa?

  1. Pembahasannya sangat menarik menurut saya krn saya suka dgn pembahasan tntg Jepang, sangat informatif juga artikelnyaa, terima kasih yaaa ditunggu artikel selanjutnya 👍🏻

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *