Ketegangan Hubungan Jepang dan Korea Selatan dan Implikasinya bagi stabilitas kawasan di Asia Timur

Kawasan Asia Timur, merupakan suatu kawasan yang lembaga-lembaga regionalnya sangat lemah, ancaman – ancaman terhadap perdamaian dan keamanan menjadi salah satu masalah utama dalam hubungan yang terjadi antara Jepang dan Korea Selatan karena hubungan ini sangat penting untuk stabilitas Asia Timur (“Barrack Obama mengatakan Asia-Pasifik adalah ‘prioritas utama AS'”, 2015).  Selain itu, Kawasan Asia Timur saat ini sedang diwarnai dengan berbagai macam ketegangan karena adanya tiga kekuatan besar yang memegang kekuatan penuh di kawasan ini dan merupakan kawasan yang penuh dengan ironi. Dimana disatu sisi dapat dikatakan, bahwa perkembangan yang dialami negara โ€“ negara bagian kawasan di Asia Timur selama beberapa tahun belangan ini cukup kondusif, stabil dan dinamis, sehingga negara-negara bagian kawasan dapat lebih memusatkan perhatiannya kepada upaya pemulihan di bidang sektor ekonomi di negaranya masing – masing, akan tetapi disisi lain, negara โ€“ negara bagian di kawasan ini sebenarnya juga menyimpan berbagai macam potensi konflik yang siap mengancam perdamaian di kawasan Asia Timur ini sendiri, ditambah lagi dengan masalah sisa- sisa permusuhan politik zaman perang dahulu masih kental mewarnai hubungan di antara kawasan Asia Timur ini.

Jepang dan Korea Selatan memiliki masa lalu yang sangat kelam yang sering menjadi salah satu pemicu konflik, meskipun kedua negara memiliki berbagai macam  persamaan seperti nilai, budaya dan letak geografis yang berdekatan. Masa lalu yang terjadi diantara kedua negara dahulu saat Semenanjung Korea menjadi daerah jajahan Jepang pada tahun 1910. Selama masa penjajahan Jepang dahulu, terdapat berbagai kebijakan yang sangat merugikan masyarakat Korea Selatan, seperti melarang penggunaan bahasa Korea bahkan di Korea sendiri, memaksa masyarakat Korea Selatan menerima sistem penamaan berbagai hal dalam bahasa Jepang, dan mengambil secara paksa para wanita Korea Selatan untuk dijadikan sebagai budak seks comfort women para tentara Jepang yang sedang menjajah wilayah Korea Selatan.

Perlakuan – perlakuan Jepang dahulu pada masa penjajahannya terhadap Korea Selatan di masa lalu sudah meninggalkan luka yang terlalu dalam bagi warga Korea Selatan, terutama bagi para wanitanya. Bahkan luka ini ikut menurun ke kalangan muda masyarakat Korea Selatan yang tentu saja tidak turut mengalami peristiwa kelam tersebut. Ketegangan kedua negara terjadi disebabkan oleh tuntutan masyarakat Korea Selatan kepada Pemerintah Jepang untuk mengakui keterlibatan para petinggi Jepang terdahulu di masa lalu dalam terciptanya sistem comfort women serta memberikan tanggung jawab terhadap para korban yang dirugikan dari sistem comfort women ini dimasa lalu. Tuntutan yang diberikan masyarakat Korea Selatan ini pun dibiarkan berlarut-larut tanpa tanggapan karena inkonsistensi dari pemerintah Jepang dalam mengakui keterlibatan para petingginya di masa lalu tersebut sebagaimana yang terdapat di dalam tuntutan yang diajukan masyarakat Korea Selatan tersebut.

Namun meskipun kedua negara memiliki sejarah masa lalu yang sangat kelam, pada tahun 1965 Jepang dan Korea Selatan telah menandatangi perjanjian kesepakatan yang berisi untuk agar kedua negara melakukan normalisasi hubungan. Akibat adanya perjanjian yang disepakati ini tentu menjadi sebuah momentum penting bagi hubungan kedua negara kedepannya untuk menyelesaikan sebagian besar konflik yang ditimbulkan dari tuntutan masyarakat Korea Selatan yang dilayangkan pada Jepang. Akan tetapi konflik yang terjadi di antara kedua negara tidak selesai disitu, karena selain sejarah kelam yang dialami kedua negara, konflik yang terjadi di antara Jepang Korea Selatan kembali timbul akibat adanya perebutan klaim kedua negara terhadap beberapa wilayah atau pulan yang disebut Dokdo dalam di Korea Selatan dan Takeshima di Jepang. Jepang kembali mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa Pulau Dokdo atau biasa disebut Takeshima di Jepang adalah Pulau milik teritorial Jepang yang tercantum pada buku putih pertahanan Jepang pada tahun 2018. Jepang kemudian menyatakan bahwa jepang memiliki hak kedaulatan pulau Dokdo dan menyebutnya sebagai pulau Takeshima.

Jepang dan Korea Selatan sendiri sebenarnya telah melakukan berbagai macam upaya untuk membangun kembali kerja sama bilateralnya. Namun, memori masa lalu yang terjadi di antara keduanya masih terus membayangi warga Korea Selatan jiwa nasionalisme tinggi yang dimiliki masyarakat Korea Selatan memungkin timbulnya pemicu konflik di antara kedua negara. Konflik yang dialami keduanya pun memiliki potensi untuk meluas karena belum memiliki solusi titik temu dari penyelesaian sejarah tersebut. Oleh sebab itu, bukan tidak mungkin hal ini akan berdampak pada stabilitas keamanan di kawasan Asia Timur, karena kedua negara ini memiliki potensi yang sama besarnya di kawasan Asia Timur. Menyadari tingginya kemunculan konflik yang terjadi di antara Jepang dan Korea Selatan, maka Amerika Serikat sebagai mitra strategis kedua negara pun turun tangan, Amerika Serikat menganggap bahwa dirinya penting untuk terlibat. Keterlibatan Amerika Serikat bukan tanpa alasan namun, ini dilakukan atas permintaan dari Presiden Korea Selatan Moon Jae in semdiri. Dimana Presiden Moon Jae In mengatakan mengalami perselisihan dengan Jepang dan meminta mitranya  Amerika Serikat untuk ikut terlibat sebagai penengah di antara kedua negara. Jepang dan Korea Selatan merupakan dua mitra penting Amerika Serikat di Kawasan Asia Timur. Amerikat Serikat membutuhkan kedua negara ini untuk melawan adanya ancaman nuklir Korea Utara yang mengancam stabilitas keamanan di Kawasan Asia Timur.

Oleh sebab itu perlu bagi Jepang dan Korea Selatan untuk selalu meningkatkan kapabilitas dan kekuatannya sebagai mitra keamanan di kawasannya untuk antisipasi dalam menghadapi gangguan keamanan dan kedamaian atau terjadinya perang di kemudian hari, karena bukan hanya Jepang dan Korea Selatan yang akan mengalami hal itu tetapi seluruh negara di kawasan Asia Timur dan negara โ€“ negara lain yang memiliki hubungan dengan mereka menurut Mearsheimer dalam (Dunne dkk, 2016).

DAFTAR PUSTAKA

Barack Obama mengatakan Asia-Pasifik adalah ‘prioritas utama AS’. (2015, 17 November). BBC News Indonesia. https://www.bbc.com/news/world-asia-15715446

Dunne, T., Kurki, M., & Smith, S. (2016). International Relations Theories: Discipline and Diversity. Oxford University Press publishing. https://doi.org/10.1093/hepl/9780198707561.001.0001

Author: Reni Pratama

International Relations'17

61 thoughts on “Ketegangan Hubungan Jepang dan Korea Selatan dan Implikasinya bagi stabilitas kawasan di Asia Timur

  1. Terima kasih Reni, artikelnya sangat informatif dan edukatif.

    Dengan membaca artikel ini, kita bisa tau bahwa situasi di Asia Timur sangat kompleks atau mengalami situasi yg tidak stabil (instabilitas) terutama keamanannya, dan dapat dilihat walaupun Jepang dan Korea Selatan sama2 sekutu AS hal itu tidak menjamin keharmonisan kedua belah pihak.

    Dan sedikit menyimpulkan dari artikel, disini hanya AS yg bisa mendapat untung dari kondisi Asia Timur dengan penjualan alutsistanya karena AS dpt menjual ke Jepang maupun Korea Selatan dan bahkan Taiwan juga.

    Great job reniiii, suka banget pembahasannya๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—

    Sehat selalu, jangan lupa istirahat yg cukup ๐Ÿ˜Š

  2. Pingback:house search

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *