Developmental State of Hong Kong: Pendudukan Jepang di Hongkong

Developmental state adalah suatu paradigma yang mempengaruhi kecepatan pembangunan ekonomi secara langsung mengintervensi proses pembangunan, yang cara berpikirnya mengandalkan kekuatan pasar dalam mengalokasikan sumber daya ekonomi. Dalam Johnson’s formulation, fokus dari development state adalah mengedepankan ekonomi produksi, mengangkat individu yang bertalenta, memfokuskan tujuan lebih kes entral pemerintahan, memajukan kerja sama yang memberikan keuntungan bersama, melindungi kebijakan yang dibuat, dan menjalankan  dengan baik dan benar kebijakan yang ada (Lee, 2002). Negara yang menerapkan development state harus menerapkan intervensi pasar untuk melindungi pasar lokalnya dari serangan asing. Negara yang membiarkan pasar bebas berlaku sementara posisi sendiri lemah sama saja dengan menghancurkan diri sendiri (Mas’oed, 1990, hlm.34) . Development state berkembang di wilayah Asia Timur terutama dalam pemerintahan Jepang. Seperti yang bisa dilihat bahwa Jepang menerapkan development state pada masa pendudukannya diHong Kong. Langkah Jepang dinilai memberikan dampak yang baik serta cepat dalam memulihkan keadaan Hong Kong sehabis perang.

Tepat tanggal 18 Desember 1941 pada saat Perang Dunia ke-II, Jepang melakukan invasi pertamanya ke Hong Kong. Jepang melakukan penyerangan serta pembantaian secara besar-besaran di wilayah tersebut. Penyerangan pertama dilakukan dengan cara menggunakan senjata berat jarak jauh yang ditujukan langsung ke wilayah Hong Kong demi membuat  Inggris kewalahan dalam menghadapi Jepang. Kemudian setelah penyerangan pertama Jepang berhasil mengambil para tawanan termasuk juga penduduk Hong Kong, tentara Inggris serta penduduk Cina, sebagian para tawanan menjadi sandera dan sebagiannya lagi di eksekusi (Gunawan, 2017). Akhirnya pada tanggal 25 Desember 1941, Inggris menyerahkan kekuasaan Hong Kong kepada Jepang. Peristiwa penyerangan Jepang pada tanggal 8-25 Desember 1941 di Hong Kong ini disebut The Defence of Hong Kong atau The Fall Hong Kong. Sebelum penyerangan pertama dilakukan, Jepang telah mengirim utusannya untuk memberikan sebuah pesan kepada Inggris supaya sesegera mungkin menyerahkan kekuasaan Hong Kong kepada Jepang.

Kebijakan luar negeri Jepang pada masa Perang Dunia ke-II yaitu maju ke selatan,  membuat Amerika Serikat khawatir mengetahuinya hingga  melakukan embargo minyak kepada Jepang sebesar 80%. Terjadinya embargo ini membuat Jepang cukup kesulitan karena Jepang adalah satu negara yang bergantung pada minyak AS. Ada tiga faktor yang mendorong Jepang dalam memasuki wilayah Hong Kong. Faktor pertama adalah karena ingin melepaskan Hong Kong dari penjajahan Inggris sehingga Hong Kong dapat berdiri sendiri sebagai negara tunggal yang mandiri. Faktor kedua adalah memastikan Hong Kong yang sebelumnya merupakan simbol kemakmuran Inggris di Asia Timur menjadi kekuasaan Jepang sepenuhnya.  Faktor ketiga adalah memotong jalur yang bernama Chiang Kai-Shek, dimana jalur tersebut menyalurkan komoditas dari Amerika berupa senjata-senjata untuk melawan Jepang. Tidak bisa dipungkiri ternyata Jepang memiliki keinginannya tersendiri untuk membangun Lingkungan Kemakmuran Asia Timur ketika mereka telah menduduki Hong Kong sepenuhnya. Kemudian keinginan ini makin bertambah besar dalam menjaga semua sumber daya serta minyak yang ada di wilayah Asia (Miyahira, 2017).

Beberapa kebijakan dikeluarkan Jepang pada saat pendudukannya di Hong Kong yang digunakan untuk mengatur kota seperti rencana pendudukan, kempeitai, kebijakan depopulasi, kebijakan moneter, dan kerjasama otoritas Jepang dengan elit Hong Kong. Rencana pendudukan merupakan salah satu mimpi dari Jepang yang dilakukan dari awal terjadinya penyerangan. Jepang ingin mengubah kota Hong Kong menjadi pangkalan militer kedua, menjadikan kota sebagai pusat politik dan ekonomi bagi kekaisaran selatan sehingga Jepang dapat menjadi kekuatan yang lebih besar dalam melawan musuh. Kempeitai merupakan tentara militer yang ditempatkan di seluruh wilayah jajahan Jepang termasuk Hong Kong, mereka menjalankan peran besar dalam menjaga kota Hong Kong tanpa adanya gangguan. Kebijakan depopulasi merupakan kebijakan paling efektif, dimana sebagian masyarakat Hong  yang tidak memiliki skill pada suatu bidang tertentu dan bisnis sendiri akan dipindahkan menuju pulau Hainan. Kebijakan moneter dilakukan dengan melakukan pergantian mata uang dari dolar Hong Kong menjadi mata uang militer gunpyo, kebijakan ini pada akhirnya mencekik sendiri otoritas Jepang yang membuatnya. Dan yang terakhir adalah kerja sama otoritas Jepang dengan elit Hong Kong, kerja sama ini dijalankan demi keuntungan masing-masing. Dengan demikian proses pendudukan Jepang di Hong Kong.

Daftar Pustaka

Gunawan, R. (2017, 18 Desember). 18-12-1941: Jepang Invasi Hong Kong Saat Perang Dunia II. Liputan6. https://www.liputan6.com/global/read/3198924/18-12-1941-jepang-invasi-hong-kong-saat-perang-dunia-ii

Lee, P., S. (2002, June 7-8). Democratization and the Demise of the Developmental State [Paper presentation]. Conference on Challenges to Taiwan’s Democracy in the Post-Hegemonic Era, Stanford University and Institute for National Policy Research, Taipei. Mas’oed, M. (1990). Ilmu Hubungan Internasional: Disiplin dan Metodologi. Jakarta: LP3E.

Miyahira, K. (2017). The Japanese Occupation of Hong Kong: The Strategic Importance of Hong Kong and the Details of the Japanese Military Rule. Academia Edu. https://www.academia.edu/36385704/The_Japanese_Occupation_of_Hong_Kong_The_Strategic_Importance_of_Hong_Kong_and_the_Details_of_the_Japanese_Military_Rule

Author: Audrey Chantiqa

32 thoughts on “Developmental State of Hong Kong: Pendudukan Jepang di Hongkong

  1. Informasi serta bahasa yanh digunakan dalam artikel ini sangat mudah dipahami dan diharapkan akan menambah bacaan tentang HI, khususnya persoalan Developmental State di Hongkong. Good job!

  2. Artikel yang sangat kental dengan nuansa sejarah dan dinamika pembangunan Hong Kong terutama dalam kaitannya dengan Developmental State, konsep ini memang merupakan konsep yg dibawa oleh Jepang untuk negara-negara Asia khususnya Asia Timur.
    Kemudian judul yang diangkat sangat menggambarkan isi dari artikelnya.

    Dari segi informasi yang diberikan sangat menggambarkan kajian Wilayah Jepang dan juga ilmu mengenai Hubungan internasional.

    Great job drey and even you have so many assignments don’t forget to rest well yaa

    Btw thanks for the article 🤗

  3. Sebenarnya dgn letak Hongkong y strategis bisa dimanfaatkan Hongkong utk bernegosiasi lebih tajam dengan Jepang.. Tetapi, y sdh Audrey jelaskan bahwa skill masyarakat Hongkong y belum mumpuni membuat mereka dlm posisi lemah..

    Buat tambahan paragraf utk summary y lbh clear spy merangkum keseluruhan artikel.. krn kalimat terakhir sedikit menggantung..

    Semangat di tugas akhir.. spy lancar sampai di garis akhir 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *