Terbentuknya Kerjasama Jepang dengan Korea Selatan pada Periode Perang Dingin

Periode Perang Dingin merupakan situasi yang terjadi ketika tahun 1947–1991. Sebuah kondisi yang telah terjadi mengakibatkan interaksi antara negara-negara tidak berjalan dengan baik. Pemicu terjadinya perang dingin di akibatkan karena Amerika Serikat dan Uni Soviet mengalami perseteruan antara perbedaan ideologi. Amerika Serikat yang berpaham ideologi kapitalisme, sedangkan Uni Soviet dengan ideologi komunisme. Hal tersebut mengakibatkan negara-negara yang telah menjadi dua kubu yang berbeda dari negara blok komunis dan negara blok kapitalis juga ikut mengalami perseteruan. Terjadinya perseteruan antara interaksi negara-negara juga memberikan dampak terhadap hubungan dari satu negara ke negara lainnya. Oleh karena itu, kondisi periode Perang Dingin membuat negara-negara menjadi tidak percaya dengan suatu kerjasama dalam mencapai suatu perdamaian (Nye, 2007).

Periode Perang Dingin juga telah mempengaruhi kawasan Asia Timur. Sehingga, negara-negara kawasan Asia Timur mengalami perseteruan dan tidak saling percaya terhadap adanya suatu pencapaian perdamaian dunia. Adapun negara Jepang yang merupakan bagian dari kawasan Asia Timur juga mengalami perseteruan dengan negara-negara kawasan Asia Timur dan juga kondisi negara-negara kawasan Asia Timur tidak terlalu membaik. Seperti hubungan Jepang dengan salah satu negara kawasan Asia Timur yaitu, Korea Selatan. Kedua negara tersebut butuh melakukan hubungan kerjasama. Sebuah interaksi dengan negara-negara perlu dilakukan pada kawasan tersebut di masa Perang Dingin. Oleh karena itu, pencapaian suatu perdamaian dapat dilakukan dengan cara-cara kerjasama.

Menurut Holsti (1987) kerjasama merupakan bagian dari keanekaragaman masalah nasional, regional dan global. Sehingga, tidak hanya satu negara saja yang perlu memfokuskan perhatiannya. Setiap negara harus saling melakukan sebuah pendekatan dengan memberikan sebuah solusi, melakukan negosiasi, merundingkan masalah, dan setiap perundingan perlu adanya sebuah kesepakatan bersama dengan membuat suatu perjanjian. Sebuah kerjasama juga terbentuk melalui permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh negara. Negara tidak dapat menyelesaikan sebuah kasus dengan sendiri. Sehingga, negara perlu melakukan sebuah interaksi dengan negara lainnya. Dalam melakukan interaksi, negara akan melakukannya dengan membentuk sebuah kerjasama dan membuat sebuah perjanjian dalam bentuk kesepakatan bersama. Kesepakatan pada perundingan yang dilaksanakan juga berupa keuntungan dari adanya kerjasama antara kedua belah pihak dan biasanya negara dalam mencapai sebuah kesepakatan akan selalu melihat ke arah yang lebih menguntungkannya. Oleh karena itu, berkaitan dengan terbentuknya hubungan kerjasama antara Jepang dengan Korea Selatan pada periode Perang Dingin. Kedua belah pihak juga sesuai dengan definisi yang diberikan oleh Holsti. Bahwa, perilaku kedua belah pihak harus melakukan hubungan kerjasama dengan membuat sebuah kesepakatan dalam perundingan.

Terbentuknya kerjasama Jepang dengan Korea Selatan pada periode Perang Dingin merupakan suatu interaksi yang dilakukan oleh kedua belah pihak dalam menjalin hubungan. Proses yang panjang yang telah terjadi antara kedua belah pihak memberikan suatu hal penting, bahwa negara tidak dapat menyelesaikan sebuah permasalahan dengan sendiri. Hubungan pengakuan pemerintahan yang terjadi antara kedua belah pihak juga secara resmi dilaksanakan dengan bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hal ini sesuai dengan fungsi dan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang merupakan Organisasi Internasional untuk menjaga perdamaian dunia, keamanan internasional dan penyelesaian sengketa antara negara-negara. PBB juga mempunyai kewenangan untuk mengambil tindakan kolektif yang digunakan saat menyelesaikan suatu sengketa. Dalam kegiatannya PBB berusaha agar negara-negara di dunia dapat menyelesaikan permasalahan dengan cara-cara damai dan biasanya PBB dalam melakukan tindakannya dengan menjadi peran penengah pada negara-negara dalam permasalahannya yang diselesaikan dengan perundingan dan akan memberikan pencapaian kesepakatan atau perjanjian bersama (Mulyana, 2015). Pada tahun 1965 negara Jepang dan Korea Selatan menandatangani sebuah perjanjian hubungan dasar keduanya, Jepang dalam perjanjian tersebut mengakui pemerintahan Korea Selatan yang sesuai dengan resolusi PBB sebagai pemerintahan yang sah. Kedua belah pihak secara resmi telah mengakui pemerintahan masing-masing dan hal ini membuat kedua negara tersebut melakukan sebuah kerjasama bilateral. Faktor dengan adanya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang merupakan organisasi internasional yang mempunyai peran dan fungsi untuk menjaga perdamaian dunia dapat menjadi salah satu solusi terbentuknya Jepang dan Korea Selatan untuk melakukan hubungan dan hubungan tersebut menjadi bentuk yang menghasilkan suatu kerjasama antara Jepang dengan Korea Selatan. Keberhasilan PBB dalam menjadi penengah antara negara Jepang dan Korea Selatan membuat perdamaian dunia menjadi lebih baik di masa Perang Dingin.

Hubungan kerjasama yang dilakukan oleh Jepang dan Korea Selatan pada masa periode Perang Dingin seperti, Jepang memberikan bantuan ekonomi kepada negara Korea Selatan dan juga Jepang memulai melakukan kerjasama perdagangan, serta investasi secara hubungan bilateral. Kepentingan Jepang dalam menjalin hubungan kerjasama dengan Korea Selatan dilakukan ketika Jepang mempromosikan kepentingan bisnis Jepang di pasar Korea Selatan. Sedangkan, Korea Selatan mengakui Jepang sebagai mitra kerjasama dalam hubungan bilateral yang saling interdependensi ekonomi dan kerjasama politik. Perjanjian lainnya yang dirancang oleh kedua belah pihak adalah untuk meredakan sengketa penangkapan ikan dengan pembentukan zona 12 mil pada wilayah laut. Penangkapan ikan eksklusif dan penyisihan zona tertentu untuk operasi penangkapan ikan menjadi kesepakatan bersama antara Jepang dengan Korea Selatan.

Kerjasama bilateral antara Jepang dengan Korea Selatan tidak terlalu berjalan dengan baik dalam melakukan hubungan kerjasama bilateral di masa Perang Dingin. Hal ini dikarenakan ketika Korea Selatan menegaskan kembali pada tahun 1981 mengenai sejarah yang merupakan peristiwa kolonialisme Jepang terhadap Korea Selatan. Presiden Korea Selatan menuntut kompensasi sebesar USD 6 Miliar kepada Jepang sebagai penebusan kesalahan Jepang di masa lalu. Hubungan bilateral antara kedua belah pihak dinormalisasikan pada tahun 1983 oleh Perdana Menteri Nakasone dari Jepang. Perdana Menteri Jepang secara resmi mengunjungi Korea Selatan dan menyatakan rasa hormat yang tinggi dengan menjanjikan USD 4 miliar dalam bentuk bantuan pembangunan resmi. Nakasone juga membuat sebuah kesepakatan dengan Korea Selatan dengan cara menghilangkan rintangan atau hambatan dalam melakukan kerjasama dan juga menyatakan penyesalan mendalam atas perbuatan Jepang di masa lalu terhadap Korea Selatan. Hal ini memberikan pernyataan bahwa, kerjasama Jepang dan Korea Selatan di masa Perang Dingin dapat berjalan kembali sesuai dengan kesepakatan dan perjanjian bersama (Hook et.al, 2005).

Daftar Pustaka

Holsti, K. J. (1987). International Politics: A Frame for Analysis. Prentice Hall.

Hook, G. D., Gilson, J., Hughes, C. W., & Dobson, H. (2005). Japan’s International Relations: Politics, Economics and Security. Routledge.

Mulyana, I. (2015). Peran Organisasi Regional Dalam Pemeliharaan Perdamaian dan Keamanan Internasional. Jurnal Cita Hukum, 2(2), 247-268. https://doi.org/10.15408/jch.v2i2.2317

Nye, J.S. (2007). Understanding International Conflicts – An Introduction to Theory and History. Longman.

Author: Richard Janice Syamri

Mahasiswa Hubungan Internasional (IISIP) ~Jepang dan Negara Industri C

52 thoughts on “Terbentuknya Kerjasama Jepang dengan Korea Selatan pada Periode Perang Dingin

  1. Wah sangat bermanfaat sekali buat menambah pengetahuan dah referensi. Semoga semakin banyak pengetahuan yang bisa di share

    Terimakasih~

  2. dengan artikel ini akhirnya aku dapat mengetahui kerjasama Jepang dengan Korea Selatan pada Periode Perang Dingin, terimakasih kaka richard sangat bermanfaat

  3. Interesting… I never knew that South Korea and Japan cooperated bilaterally during the Cold War. Thankyou for sharing Richard! Keep up the good work, stay healty, safe, sane, and God Bless🌻

  4. Pingback:Idn Poker88
  5. Pingback:buy valid dumps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *