Look East Policy Malaysia dan Dinamika Hubungan Malaysia dengan Jepang

Malaysia dan jepang memiliki hubungan diplomatik di bidang ekonomi dan budaya yang cukup erat sejak Malaysia memperoleh kemerdekaan dari inggris pada tahun 1957. Hubungan keduanya kian kuat melalui gagasan kebijakan “look east policy” yang diperkenalkan oleh mantan perdana Menteri Malaysia Dr. Mahathir bin Mohamad pada tahun 1982. Alasan dibalik kebijakan ini adalah Mendorong Malaysia untuk merubah persepsi tradisional mereka yang menjadikan Negara Barat sebagai Role Mode atau panutan, dan sebaliknya melihat ke arah Timur. Kebijakan yang dilakukan ini diasumsikan sebagai pandangan nasionalistik Mahathir yang anti-barat, dimana kebijakan ini memiliki efek yang sangat kuat dan bahkan berperan penting dalam menentukan kebijakan Malaysia terhadap Jepang. (Furuoka, 2007). Kebijakan tersebut tidak hanya fokus pada Jepang, tetapi Korea Selatan dan Taiwan juga. Look east tidak berarti mengikuti semua kebiasaan Timur secara membabi buta atau hanya berdagang dengan negara-negara ini, melainkan mempelajari nilai-nilai baik dari Timur.

Menurut Joseph Frankel (1968 dalam Bojang AS, 2018), “kebijakan luar negeri terdiri dari keputusan dan tindakan, yang melibatkan batas tertentu hubungan antara satu negara dan negara lain”, kebijakan luar negeri melibatkan serangkaian tindakan yang dilakukan di dalam batas negara yang dimaksudkan untuk kekuatan yang ada di luar batas negara. Kebijakan Luar negeri terdiri dari perumusan dan implementasi seperangkat gagasan yang mengatur perilaku negara sambil berinteraksi dengan negara lain untuk mempertahankan dan meningkatkan kepentingan nasional mereka. Dalam hububngannya dengan Jepang Kebijakan “Look east” Malaysia ditujukan untuk melihat lebih dekat mengenai faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan dan perkembangan dari Jepang, yang terletak pada patriotisme, kedisplinan,etos kerja yang tinggi, etika kerja yang baik, keterampilan teknologi dan juga nilai-nilai ekonominya. Kebijakan ini mendorong Malaysia untuk memasukkan nilai-nilai positif atau secara ekplisit mengadopsi praktik ini dari Jepang untuk kemudian ditanamkan di negaranya sendiri untuk tujuan mengembangkan ekonomi dan masyarakatnya, serta membangun fondasi industri untuk negaranya. Inti dari kebijakan ini adalah Mendorong Malaysia untuk merubah paham tradisionalnya yang pada awalnya menjadikan negara Barat sebagai Role Model atau panutan kemudian berbalik melihat ke arah timur.

Look East Policy merupakan bentuk kerja sama yang dilakukan kedua negara dan juga didanai oleh Jepang di bawah nisiatif Miyazawa Baru atau The New Miyazawa Initiative (Furuoka, 2011). Kebijakan ‘Look East’ ini terlibat langsung dalam kegiatan Pendidikan dimana Malaysia mengirimkan pelajarnya ke universitas dan institut teknologi serta trainee ke industri dan institut pelatihan di Jepang, dan jepang sendiri mengirimkan guru dan tenaga kerjanya ke Malaysia, tujuan dari kebijakan ini adalah untuk meningkatkan standar manajemen industri serta menciptakan komunitas yang baik dan etika kerja yang positif yang dapat membantu mempercepat pembangunan di Malaysia. Kebijakan ini juga berfokus pada hal pengembangan sumber daya manusia, ekonomi atau perdagangan dan investasi untuk Malaysia. (Furuoka dkk, 2007), Manfaat Perdagangan di bawah naungan kebijakan look east Malaysia dengan Jepang mencapai RM145,4 Miliar pada tahun 2011, jepang mengimpor LPG, Peralatan Elektronik, Katu dan Produk kayu dari Malaysia. Investasi utama Jepang bagi Malaysia adalah di bidang kimia, farmasi, manufaktur, besi dan baja, teknologi informasi, industri ritel, keuangan dan makanan. The Look East Policy merupakan upaya positif dan signifikan dari Pemerintah Malaysia untuk lebih meningkatkan kompetensi dalam manajemen industri dan pembangunan negara ini.  Kebijakan ini telah sangat membantu dalam meningkatkan produktivitas di industri negara, dan berperan dalam meletakkan dasar bagi masyarakat yang progresif dan dinamis, kebijakan ini mendorong seluruh generasi menuju efisiensi dan produktivitas yang lebih tinggi melalui perolehan pengetahuan dan penerapan etika kerja dan budaya kerja yang baik.

Pembentukan hubungan ekonomi antara kedua negara sebagian besar merupakan hasil dari sifat saling melengkapi dari kedua ekonomi, dalam hubungan bilateral dengan Malaysia ini, Jepang menggabungkan pragmatisme yang baik dalam bidang politik dan ekonomi. Jepang menganggap Malaysia sebagai negara sahabat dan lebih dari bersedia untuk menjalin “hubungan khusus”. Malaysia terletak di Asia Tenggara, wilayah yang sangat strategis bagi Jepang karena kepentingan ekonominya di wilayah tersebut dan juga karena jalur komunikasi laut melalui Selat Malaka dan Laut Cina Selatan yang sering disebut sebagai ‘ jalur kehidupan Jepang’, selain itu di lain sisi Malaysia bagi Jepang adalah mitra ekonomi yang mantap, tujuan yang baik untuk investasi dikarena infrastrukturnya yang baik dan tenaga kerja yang terdidik jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya, Malaysia dianggap sebagai penghubung yang potensial untuk meningkatkan hubungan jepang dengan negara-negara ASEAN lain. Melalui kebijakan ini pula Malaysia merasa perlu mendapatkan bantuan dan dukungan dari jepang untuk tujuan pengembangan dalam negerinya.

Pada tahun 2020 ini, Malaysia mempunyai tujuan untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi, dengan kemajuan luar biasa, situasi ekonomi Malaysia telah berubah secara drastis sejak Kebijakan Look East dimulai. Pejabat pemerintah dan kelompok bisnis di Malaysia dan Jepang sedang meninjau program-program untuk mempersiapkan tahap kedua (LPE 2.0), kebijakan ini juga dilakukan dalam rangka merayakan terjalinnya kerja sama yang sudah berlangsung selama 30 tahun dan yang pastinya kebijakan ini dilakukan untuk memperkuat hubungan kedua negara dengan harapan menguntungkan kedua negara tersebut. Look East Policy 2.0 ini akan memfasilitasi akses ke modal Jepang melalui obligasi “samurai” dan memberi Malaysia investasi, tenaga kerja terampil, dan teknologi dari Jepang (Synergy Media Specialists, 2019)

Hubungan ekonomi antara Malaysia dan Jepang dapat dikatakan tipikal hubungan antara negara berkembang dan negara maju. Dalam hubungan seperti itu, ada kalanya kekuatan ekonomi yang tidak setara ditunjukkan oleh keunggulan mitra yang lebih kuat dalam menentukan pola perdagangan bilateral dan mendikte persyaratan-persyaratan yang wajib dipatuhi, seperti yang dialami oleh Malaysia pada awal penerapan kebijakan ini, dan meskipun kebijakan yang dilakukan Jepang melalui salah satunya bantuan luar negeri yang diberikan kepada Malaysia melalui ODA mendapatkan kritikan dari masyarakat lokal, namun tampaknya Jepang sukses membawa Malaysia beralih menjadi negara industri. Melalui kebijakan ini Malaysia mencapai keuntungan yang hebat dan bisa dibilang sukses dalam hal sumberdaya manusia, teknologi, investasi dan perdagangan sebagai output dari Look East Policy. Sebuah kebijakan yang sukses dan berhasil hanya bisa dicapai apabila kebijakan luar negeri itu mempunyai visi yang jelas dan mencakup opini publik.

Daftar Pustaka

Bojang, A., S. (2018).  The Study of Foreign Policy in International Relations. Journal of Political Sciences & Public Affairs, 6(4), 1-9. https://doi.org/10.4172/2332-0761.1000337.

Furuoka, F. (2011). Japan’s Foreign Aid Policy Toward Malaysia: Case Studies of   the New Miyazawa Initiative and the Kelau Dam Construction. New Zealand Journal of Asian Studies, 13(1), 31-45.

Furuoka, F., Lo, May., C. & Kato, I. (2007). Malaysia-Japan Relations under the Mahathir Administration:   Case Studies of the “Look East” Policy and Japanese Investment in Malaysia. University of California Press. 47(3), 505-519. https://doi.org/10.1525/as.2007.47.3.505

Synergy Media Specialists. (2019, 10 Mei). Look East Policy 2.0 brings Malaysia and Japan together. The Japan Times. https://www.japantimes.co.jp/country-report/2019/05/10/malaysia-report-2019/look-east-policy-2-0-brings-malaysia-japan-together/.

54 thoughts on “Look East Policy Malaysia dan Dinamika Hubungan Malaysia dengan Jepang

  1. Jepang memang menjadi role model bagi banyak negara, setelah keterpurukannya di PD II Jepang mampu membangun industri perekonomian negaranya dengan sangat cepat, pesat dan berkelanjutan dibanding dengan negara-negara lain. PM Malaysia Mahatir Muhammad sangat terinspirasi oleh Jepang dalam membangun negaranya, sehingga beliau membuat kebijakan “look east” ini dan kebijakan ini dijadikan dasar bagi pembangunan Malaysia. nice and useful article

  2. Artikel nya menarik banget, penulisannya juga baik dan poin yang hendak disampaikam mampu dipahami. Artikel ini bisa banget untuk menambah bacaan bagi mahasiswa HI. Good Job Widha!

  3. What a well-written article! Thankyou for sharing with us and augment our knowlodge Widha! Keep up the good work, stay healty, safe, sane, and God Bless🌻

  4. Kebijakan Look East Malaysia memang menimbulkan pro dan kontra dikalangan masyarakatnya. Kebijakan ini tentunya tidak digagas secara sembarangan, dengan bantuan dari Jepang, kebijakan ini dibuat sesuai dengan apa yang dicita-citakan oleh Malaysia yaitu untuk perkembangan negaranya mencapai negara yang maju dan sukses, Thanks for sharing!

  5. Look East Policy telah dipilih sebagai model peran Malaysia sejak tahun 1980-an, kebijakan ini ditujukan untuk untuk memenuhi kebutuhan domestik Malaysia dalam aspek industri, sumberdaya manusia, teknologi, investasi dan juga perdagangan, alasan Malaysia menjadikan Jepang sebagai role model bagi negaranya dikarenakan perkembangan Jepang dalam waktu yang singkat dan mengesankan dalam seluruh aspek kehidupan, dengan menjadikan Jepang sebagai role model Malaysia berharap dapat memenuhi kebutuhan dalam negerinya dan menjadi negara yang sukses seperti mitranya tersebut.
    Nice artikel, terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *