Konflik Thailand dan Kamboja Dalam Sengketa Candi Preah Vihear

Ketegangan yang terjadi antara Kamboja dan Thailand mulai memanas sejak UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) mengugumkan Candi Preah Vihear sebagai situs Warisan Dunia yang berlokasi di kamboja pada 8 juli 2008. peristiwa konflik yang terjadi setelah penetapan yang ditetapkan UNESCO tersebut bahwa lokasi Candi Preah Vihear sebagai situs yang berlokasi di Kamboja diumumkan yang dimana kelompok nasionalis Thailand tidak menerima dengan persetujuan tersebut . Beberapa cara dilakukan untuk meredam aksi panas antar kedua negara tersebut, namun selalu saja  berujung dengan kegagalan untuk saling menarik kekuatan kedua negara  dari wilayah sengketa. situasi ini terjadi sampai Februari 2011, Perdana Menteri Hun Sen memberi penegasan bahwa penyelesaian sengketa kedua negara sudah tidak bisa diredam lagi secara bilateral dan Kamboja secara tegas menginginkan pihak lain untuk terlibat dalam penyelesaiannya konflik antar kedua negara tersebut ( Irewati, 2015).

Bulan Februari 2011, Pemerintah Kamboja menyatakan keinginannya adanya pihak organisasi internasional untuk mengupayakan penyelesaian masalah sengketa memicu  pertempuran senjata antara kedua negara. Sementara Thailand tidak menyetujui penyelesaian sengketa ini melalui tingkat internasional karena Thailand tetap menyelesaikan sengketa ini diselesaikan secara bilateral. Irewati (2012, ) mengutip perkataan Menlu Thailand, Kasit Piromya Between Cambodia and Thailand, there are current bilateral frameworks. To negotiate (the issue of) who owns the land around the temple, we signed the MoU in 2000. The International Court gave Cambodia the temple in 1962. With that, we’ve got no problem. But it was not the World Court that agreed on the land around the temple. Cambodia has said it belongs to them. We have said that it’s ours. So the issue is that” (hal. 3)

Dari pernyataan tersebut dapat dipahami bahwa Thailand tetap berpegang pada apa yang sudah dihasilkan oleh kedua belah pihak. Yang dimana, MoU pada tahun 2000 yang telah disepakati itu menjadi sebuah bentuk kesepakatan bahwa keduanya masih menpunyai wilayah perbatasan yang harus segera diselesaikan. Apabila UNESCO sudah menetapkan kamboja untuk Candi Preah Vihear sebagai salah satu warisan dunia, Maka Thailand akan menolak ketika dari awal Kamboja mengajukan candi ini ke dalam daftar warisan dunia tingkat UNESCO

 Sumber permasalahan yang disengketakan baik oleh Kamboja maupun Thailand terhadap Candi Preah Vihear sesungguhnya terletak pada letak Candi Preah itu sendiri yang secara geografis diklaim oleh Thailand berada di dalam wilayah kedaulatan negara mereka. Asean sebagai organisasi regional kawasan Asia Tenggara lebih memilih untuk bersikap menahan diri karena latar belakang semangat Asean sendiri yang Non-Intervention mulanya dinilai telah bersikap sengaja membiarkan konflik terjadi di kawasan mereka. Kawasan tetangga telah memperingatkan kedua negara yang bertikai dan juga Asean untuk memastikan konflik yang terjadi tidak meluas ke kawasan lainnya. Perluasan konflik sangat mungkin terjadi mengingat konflik agama merupakan konflik yang sangat sensitif layaknya konflik ras.

 Bertolak dari adanya keberatan yang diutarakan oleh kawasan tetangga dan kekhawatiran konflik akan menjadi perhatian internasional, Asean pun mulai untuk melonggarkan semangat non-intervension nya dengan membahas konflik wihara ini di pertemuan Asean di Jakarta pada 2011. Asean tetap mendorong mediasi sebagai resolusi konflik sengketa wihara ini karena sengketa wihara ini lebih dilihat sebagai jihad suci umat Budha dalam mempertahankan status kepemilikan Candi

Permasalahan yang muncul saat ini sesungguhnya menuntut lebih daripada sekedar upaya mediasi karena konflik yang sedang berlangsung ini telah menjurus kepada konflik bersenjata yang disorot tajam oleh dunia internasional utamanya oleh Dewan HAM PBB. Indonesia bahkan pernah membentuk zona demiliterisasi buntut dari konflik ini yang terus mencekam meski pada akhirnya gagal meredam konflik militer tersebut. Konflik akhirnya bisa mereda setelah PBB menerima setiap pembelaan dari kedua negara yang bertikai dan menetapkan status wihara sebagai kepemilikan bersama. Wihara lantas diintergrasikan sebagai rumah ibadah bersama tanpa harus ada pemeriksaan dokumen karena letak wihara sendiri yang berada di kedaulatan kedua negara.

ketegangan antara Thailand dan kamboja terjadi saat Indonesia menjabat sebagai ketua ASEAN pada tahun 2011 yang dimana dalam kepemimpinan Indonesia bertujuan untuk memperkuat rasa Saling percaya antar negara dalam kawasan untuk mewujudkan komunitas ASEAN  yang aman dan damai pada tahun 2015. Sengketa yang terjadi antar kedua negara tersebut menjadi tugas ASEAN untuk menyepakati untuk meredam kontak senjata antar mereka.

Asean (Association of Southeast Asian Nations)  yang berdeklrasi di Bangkok pada 8 agustus 1967, dalam Pasal 1 poin pertama Piagam ASEAN yang menjadi Tujuan utama terbentuknya sebuah kawasan ialah memelihara dan meningkatkan perdamaian, keamanan dan stabilitas serta memperkuat nilai-nilai yang berorientasi pada kedamaian di dalam regional ASEAN yang artinya merupakan tanggung jawab ASEAN untuk menyelesaikan setiap masalah dan konflik yang tertajadi sesama negara angota untuk menciptakan perdamaian dan keamanan dalam kawasan. Dalam hal ini juga menjadi sebuah tanggung jawab bersama untuk menyelasaikan konflik antara Thailand dan kamboja. (Farida, 2014)

Segala upaya yang dilakukan ASEAN untuk meredam konflik antar kedua negara tersebut ,ASEAN dibawah kepemimpinan Indonesia mempunyai peran aktif dalam menyelesaikan konflik yang terjadi antar dua negara, Indonesia berupaya membujuk kedua negara tersebut agar penyelesaiannya tidak perlu dibawa ke dewan keamanan PBB. Upaya yang dilakukan Indonesia ialah mengajak kedua negara berunding melalui diplomasi untuk menghindari cara dengan mengunakan kekuatan militer. Kemudian Indonesia mengelar pertemuan KTT-ASEAN+3 negara pada bulan mei 2011 di bogor yang menghadirkan Kamboja, Thailand dan Indonesia tapi sangat disayangkan dalam pertemuan ini Cuma Kamboja saja yang menghadiri pertemuan tersebut. ketidaktahiran Thailand ini memperlambat kerja ASEAN untuk mendamaikan konflik antar kedua negara tersebut (Wibisono, 2011).

Keputusan mahkamah internasional yang memita thailand dan kamboja disambut baik oleh ASEAN yang meminta penarikan pasukan diwilayah konflik sekitar candi  preah vihear. Dan akhirnya pada bulan juli 2012 kamboja dan thailand bersama-sama menarik pasukannya wilayah perbatasan sekitaran candi dan UNESCO menetapkan candi preah vihear sebagai warisan dunia kamboja dan memiliki pintu masuk berada di wilaya thailand (“Thailand dan Kamboja menarik pasukan”, 2012).

Daftar pustaka

Irewati, A. (2015). Sengketa  wilayah perbatasan Thailand dan kamboja. Andi & LIPI Press

Farida, E. (2014). Penyelesaian Sengketa Perbatasan antara Thailand dan kamboja melalui Mekanisme ASEAN. Masalah – Masalah Hukum, 43(1), 57-65. https://doi.org/10.14710/mmh.43.1.2014.57-66

Wibisono, M. (2011, 10 Oktober). Dinamika baru sengketa Kamboja-Thailand. Kompas.com. https://lifestyle.kompas.com/read/2011/10/03/04365061/Dinamika.Baru.Sengketa.Kamboja-Thailand?page=2.

Thailand dan Kamboja menarik pasukan. (2012, 19 Juli). Nasional kompas. https://nasional.kompas.com/read/2012/07/19/02272229/thailand.dan.kamboja.menarik.pasukan?page=all.

Author: norman ely

39 thoughts on “Konflik Thailand dan Kamboja Dalam Sengketa Candi Preah Vihear

  1. Pingback:hp sunucu servis
  2. Pingback:HP Servis
  3. Pingback:쿠쿠티비

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *