Developmental State: Apa Hubungan Taiwan dengan Jepang?

Sebelum membahas lebih jauh mengenai apa hubungan antara Taiwan dengan Jepang dalam konsep developmental state, alangkah lebih baiknya untuk memahami apa arti dari developmental state itu sendiri.

Developmental state dalam konteks globalisasi merupakan hal yang penting, terlepas dari kisah kesuksesan suatu negara serta kegagalannya, tetapi lebih kepada mengkaji lebih jauh bagaimana konsep developmental state itu sendiri memandu pembangunan ekonomi ke arah kinerja yang lebih baik lagi. Karakteristik dari developmental state yaitu, negara yang kuat peran pemerintah yang dominan, rasionalitas teknokratik dalam membuat kebijakan ekonomi, birokrasi yang otonom dan kompeten serta terlepas dari pengaruh kepentingan politik. Memiliki birokrasi yang bertanggung jawab dan kompeten merupakan hal yang penting dalam menjalankan konsep developmental state.

Menurut Beeson (2002) ada beberapa kunci untuk menjalankan developmental state yang efektif yaitu, kapasitas negara (state capacity), kemampuan untuk memformulasikan dan mengimplementasikan kebijakan pembangunan. Selain itu, hubungan yang efektif juga diperlukan dalam dunia usaha sebagai titik penting dalam inisiatif pembangunan.

Sebelum membahas mengenai hubungan Taiwan dengan Jepang, akan dibahas mengenai developmental state di Jepang. Dimana, konsep awal developmental state pertama kali diperkenalkan oleh Menurut Chalmers Johnson (1982 dalam Segena, 2005) melalui bukunya MITI and The Japanese Miracle : The Growth Industrial Policy 1925-1975. Johnson menggambarkan peran pemerintah yang sangat besar kepada masyarakat dalam memberikan insentif bisnis melalui peraturan administratif, subsidi, proteksi, hingga peninjauan pasar.

Menurut Johnson, model developmental state memiliki tiga ciri, yaitu: Pertama, pemerintah memiliki peran yang sangat besar dalam sektor pembangunan ekonomi dalam bentuk intervensi kebijakan pembangunan nasional. Intervensi yang dilakukan bukan hanya dalam hal perencanaan kebijakan pembangunan nasional, tetapi juga dalam implementasi pembangunan ekonomi. Maka, dalam developmental state peran pemerintah sangat kuat untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Selanjutnya, yang kedua, dalam kebijakan industri aktif Jepang sebagai prioritas utama negara diberikan untuk pertumbuhan ekonomi berdasarkan pada teknologi. Terutama teknologi dari barat yang sangat dibutuhkan dalam industrialisasi. Terakhir, yang ketiga, terdapat agen utama pembangunan dalam birokrasi negara. Agen tersebut terdiri dari orang-orang yang memiliki bakat material terbaik dalam birokrasi sehingga mampu mengambil inisiatif dan bekerja secara efektif. Sehingga, agen tersebut dapat dikatakan sebagai kunci untuk merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan-kebijakan strategis.

Dalam tiga ciri yang diterapkan oleh Jepang tersebut, maka tak heran jika perkembangan serta kemajuan Taiwan dibidang industri dan teknologi menjadi sebuah warisan dari Jepang. Dalam jurnal yang berjudul “Pacing for Renewble Energy Development: The Developmental State in Taiwan’s Offshore Wind Power” karya Ker-hsua Chien dijelaskan mengenai transisi energi dari penggunaan sumber daya alam yang tak terbarukan menjadi penggunaan tenaga angin lepas pantai di Taiwan.

Menurut Bridge dkk (2018 dalam Ker-hsuan, 2019), banyak negara yang sedang mengalami pertumbuhan transnasional, artinya mereka mengadvokasi investasi infrastruktur tertentu dengan membuat cerita mengenai peningkatan kondisi sosial. Sebuah negara juga sering menggunakan infrastruktur untuk membangun ekonom dan transisi energi. Proses transisi energi merupakan hal yang dilakukan untuk melihat bagaimana suatu negara menetapkan tujuannya untuk membangkitkan dan menggunakan energi.

Sumber daya alam merupakan bahan yang selalu digunakan untuk dijadikan sebagai bahan bakar tenaga listrik dalam perjalanan industrialisasi di Taiwan. Bahan bakar yang digunakan merupakan bahan-bahan yang tidak dapat diperbarui, seperti bahan bakar fosil dan nuklir.

Dari penggunaan kedua bahan bakar tersebut ternyata dapat memberikan efek yang berbahaya, yaitu dapat mengakibatkan kerusakan pada lingkungan dan juga dapat mengganggu kehidupan manusia. Oleh karena itu, Taiwan mulai terdorong untuk melakukan transisi energi. Transisi energi tersebut juga berdasarkan dua faktor utama, yaitu: pertama, Taiwan sangat bergantung pada industrialisasi dan sektor barang manufaktur yang dalam pembuatannya menggunakan banyak tenaga listrik, maka Taiwan mencari energi lain yang dapat menggantikan bahan bakar fosil. Yang kedua, munculnya kesadaran lingkungan mengenai energi yang digunakan dapat merusak lingkungan dan kehidupan manusia.

Dari kedua faktor tersebut akhirnya Taiwan memiliki keinginan untuk membentuk sebuah konsep Green Economy, yang mana dalam penerapan konsep tersebut Taiwan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan menggunakan bahan bakar fosil dan nuklir yang dapat membahayakan lingkungan dan kehidupan manusia. Transisi energi di Taiwan dilakukan dengan menggandeng salah satu perusahaan milik negara. Pemerintah berperan aktif dalam hal terebut, seperti memastikan kapasitas perusahaan lokal dalam mempelajari dan memproduksi teknologi berkembang bersamaan dengan green economy. Pemerintah Taiwan juga melakukan negosiasi kepada perusahaan asing atau developer untuk merangkul para pemasok lokal agar mereka tidak tertinggal dan tidak membuat Taiwan sebagai negara yang bergantung pada perusahaan asing atau internasional. Dari hal tersebut, transisi energi yang dilakukan oleh Taiwan dapat membentuk peluang bisnis baru bagi pemasok lokal di Taiwan dalam industri energi.

Lalu, apa hubungan Jepang dengan Taiwan?

Jepang menjadi negara yang lebih unggul dalam bidang teknologi dan industrialisasi, sehingga Jepang dapat memberikan contoh serta mengajarkan Taiwan bagaimana menjadi negara yang mampu dalam membuat produk. Strategi industrialisasi yang dijalankan oleh Taiwan dapat dikatakan cukup sukses, yang membuat industri kecil dan menengah dapat berjalan lebih maju lagi, baik dalam segi kualitas ataupun skala investasi yang dimiliki Taiwan. Terlebih sistem tenaga listrik yang Taiwan miliki merupakan hasil dari jajahan Jepang.

Jepang memiliki peran yang cukup penting untuk Taiwan, karena Jepang sudah membantu perkembangan industri dan pertumbuhan ekonomi di Taiwan menjadi berkembang lebih pesat. Yang pada awalnya Taiwan melakukan transisi energi dengan menggunakan bahan fosil dan nuklir, menjadi menggunakan tenaga angin lepas pantai. Selain itu, langkah dari Taiwan dalam transisi energi yang membentuk peluang bisnis bagi pemasok lokal dianggap mirip dengan langkah yang dilakukan Jepang pada masa Restorasi Meiji dalam pembangunan ekonomi dengan mengedepankan perusahaan lokal dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan dan kemajuan di negaranya sendiri.

Daftar Pustaka

Beeson, M. (2002). The rise and fall of the developmental state: The vicissitudes, 2-3. https://www.researchgate.net/publication/37616415_The_Rise_and_Fall_of_the_Developmental_State_The_Vicissitudes_and_Implications_of_East_Asian_Interventionism

Ker-hsuan, C. (2019). Pacing for Renewable Energy Development: The Development State in Taiwan’s Offshore Wind PowerAnnals of The American Association of Geographers, 110(3), 1-15. https://doi.org/10.1080/24694452.2019.1630246

Sagena, U. (2005). Pergeseran Model Pembangunan Ekonomi Developmental State Jepang. Jurnal Sosial-Politika, 6, 59-76. https://portal.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2013/03/jsp_vol6_no12_unisagena%20(03-14-13-04-13-13).pdf

Suwarno, Y. (2006). Mengenal “Developmental State” Belajar dari Pengalaman Negara-negara Asia Pasifik, 1-3. https://www.researchgate.net/publication/328223684_Mengenal_Developmental_State_Belajar_dari_Pengalaman_Negara-negara_Asia_Timur

Author: Atika Indah

29 thoughts on “Developmental State: Apa Hubungan Taiwan dengan Jepang?

  1. Terima kasih Atika artikelnya mudah dipahami dengan tema yang menarik mengenai peran Jepang melalui konsep developmental state sebagai panutan negara-negara Asia, khususnya Taiwan dalam upaya mengembangkan industri dan perekonomiannya. Semangat selalu!

  2. Artikelnya sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang hubungan antar negara, terimakasih ilmunya semangat cantik;)

  3. Apakah dapat dikatakan bahwa Jepang juga ikut bekerjasama dalam pembangunan ekonomi Taiwan?

    Sebelumnya terimakasih, sangat menambah pengetahuan untuk bidang studi lain. Semoga bisa menjadi bahan rujukan bagi pembaca lainnya.
    👍👍👍

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *