Upaya Upaya ASEAN Dalam Menyelesaikan Sengketa Thailand Kamboja melalui Peran Indonesia

Latar Belakang
Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) merupakan organisasi internasional di  kawasan Asia Tenggara. ASEAN lahir di Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967 berdasarkan  Deklarasi Bangkok.

Tujuan berdirinya ASEAN tertuang dalam pasal 1 piagam ASEAN  bahwa maksud Terbentuknya ASEAN adalah untuk memelihara dan  menjaga perdamaian, keamanan dan  stabilitas serta memperkuat nilai-nilai yang  berorientasi pada kedamaian di dalam regional  ASEAN dan menjamin bahwa setiap rakyat dan negara anggota ASEAN hidup dengan damai, adil demokratis dan harmonis , serta ikut dalam memperkuat demokrasi, meningkatkan pemerintahan yang adil dan supremasi hukum serta ikut memajukan dan melindungi dan menjaga hak asasi manusia(HAM) dan kebebasan kebebasan dasar

ASEAN telah memiliki instrumen konstitusi  (constituent instrument) yang ditandai dengan  berlakunya ASEAN Charter. ASEAN Charter mengharuskan para anggotanya untuk mematuhi  apa yang diputuskan bersama oleh ASEAN. Namun  ASEAN Chartersendiri ini telah  didesain sedemikian rupa  yang membuat kebijakannya  tidak terlalu keras terhadap anggotanya  yang belum mentaati kesepakatan-kesepakatan  yang telah dibuat. ASEAN Charte masih menggunakan prinsip-prinsip dalam ASEAN Way, misalnya : Prinsip netralitas yang menunjukkan sikap ASEAN untuk selalu menghindari ketegangan atau konflik antara negara-negara yang berkuasa di dunia (Pasal 1 ayat (3) dan Pasal 2 ayat (2) huruf (k) Piagam ASEAN); Prinsip menghormati kedaulatan Negara anggota ASEAN dan persamaan kedaulatan tetap merupakan “doktrin konstitusional dasar” dari hukum internasional yang diatur dalam Pasal 2 ayat (2) huruf (a) Piagam ASEAN.

ASEAN sendiri telah melakukan dan mengambil keputusan atau kebijakan  melalui  konsensus, persetujuan bersama dan konsultasi.  Prinsip ini juga disebutkan dalam TAC; Negara negara anggota ASEAN lebih mengutamakan konsensus  dan rencana-rencana yang tidak mengikat (non legally plan) dibandingkan dengan melakukan traktat atau peraturan  hukum dan penyelesaian masalah dilakukan tanpa  mengutamakan formalitas sebagaimana ditegaskan  dalam Pasal 20 Piagam ASEAN. ASEAN  selalu menekankan kepercayaan sosial dibandingkan  supremasi hukum sebagai dasar dalam  melakukan negosiasi dan konsultasi, dan persetujuan  bersama juga menjadi hal yang lebih diutamakan dibandingkan  konfrontasi secara langsung untuk  mempertahankan ketertiban; Prinsip yang keempat  adalah penyelesaian sengketa damai (peaceful settlement of disputes) dalam hubungan  internasional, sekaligus mendukung penghormatan  terhadap keadilan internasional dan kewajiban  internasional serta menarik diri dari tindakan  menekan Negara lain (Pasal 2 ayat (2) huruf (d) dan  Pasal 22 Piagam ASEAN). Negara-negara ASEAN  sangat mendukung stabilitas dan perdamaian sosial  di wilayahnya guna meningkatkan keamanan dalam  negeri dan mengurangi perselisihan (Pasal 1 ayat  (1) dan Pasal 2 ayat (2) huruf (b) Piagam ASEAN). (Farida, 2014 )

Apabila negosiasi secara langsung oleh para  pihak gagal maka akan dibentuk The High Council yang terdiri dari wakil setiap Negara anggota ASEAN  setingkat menteri untuk memperhatikan adanya situasi yang mengganggu perdamaian regional.  

Upaya-Upaya Yang Dilakukan Oleh ASEAN  Untuk Menyelesaikan Sengketa Perbatasan  Antara Thailand Dan Kamboja 

konflik yang dialami oleh Thailand dan kamboja menjadi salah satu tantangan bagi Indonesia sebab pada saat itu Indonesia ketua ASEAN ,dimana Indonesia harus berperan aktif dalam penyelesaian konflik di kawasan peran yang diambil oleh indonesia pada saat itu menjadi sorotan bagi negara negara anggota ASEAN dan juga PBB .

ASEAN dibawah kepemimpinan INDonesia menunjukan sikap yang proaktif dalam menyikapi perkembangan situasi keamanan yang menyangkut anggota ASEAN Berselang satu hari setelah terjadinya  baku tembak, Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik  Indonesia Marty Natalegawa melakukan “shuttle  diplomacy” menemui Menlu Kamboja Hor Nam  Hong di Phnom Penh dan Menlu Thailand Kasit  Piromya di Bangkok untuk mendapatkan informasi  dari pihak pertama. Bersama-sama dengan Menlu  Thailand dan Kamboja, Menlu Marty pun ke New  York untuk memberikan pertimbangan dan masukan  mengenai peran ASEAN dalam menyelesaikan  konflik internal di kawasan. Langkah ini terbukti  efektif dengan stabilnya kembali wilayah konflik di  perbatasan Thailand dan Kamboja. Meski kawasan  konflik seluas 4,6 km2 yang diperebutkan masih  tegang.

pada saat pertemuan antar Menlu ASEAN pada tahun 2011 disepakati bahwa Indonesia menjadi fasilisator pertemuan perundingan sengketa  perbatasan kedua Negara, upaya upaya yang dilakukan INdonesia yaitu upaya diplomasi seperti perundingan hasilnya Indonesia menyelenggarakan pertemuan 3 Negara Thailand Kamboja dan Indonesia di bogor yang hanya di hadiri oleh delegasi kamboja ,setelah hasil dari perundingan dan negosiasi dan pertemuan 3 negara , secara tidak langsung kedua negara sudah melakukan genjatan senjata dan berangsur angsur kondusif . Indonesia selaku pemegang mandat telahmelakukan “shuttle diplomacy”. Selain itu juga  telah digelar Informal ASEAN Foreign Minister’s  Meeting dengan agenda tunggal pembahasan  penyelesaian konflik Thailand dan Kamboja.  Kedua negara yang bertikai telah sepakat dalam  tiga koridor yaitu dialog perdamaian melalui  mekanisme TAC, gencatan senjata permanen  dan pelibatan ASEAN dalam menengahi konflik. (Kementrian Luar Negeri RI, 2011)

Daftar Pustaka
Farida, E. (2014). Penyelesaian Sengketa Perbatasan antara Thailand dan kamboja melalui Mekanisme ASEAN. Masalah – Masalah Hukum, 43(1), 57-65. https://doi.org/10.14710/mmh.43.1.2014.57-66

Kementrian Luar Negeri RI. (2011). Menteri Luar Negeri RI, Dr. RR.M. Marty M Natalegawa, melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Thailand Kasit Piromya di Jakarta. “https://media.neliti.com/media/publications/4643-ID-penyelesaian-sengketa-perbatasan-antara-thailand-dan-kamboja-melalui-mekanisme-a.pdf” https:/Kemlu.go.idASEAN dan Penyelesaian Konflik ThailandKamboja

Author:

7 thoughts on “Upaya Upaya ASEAN Dalam Menyelesaikan Sengketa Thailand Kamboja melalui Peran Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *