Manajemen Konflik Asia Timur: Ancaman Nuklir Korea Utara dan Tantangan Resolusi Konflik

Pembahasan mengenai konflik tentunya mendapatkan perhatian tersendiri bagi masyarakat global, terkhusus bagi entitas yang berkepentingan dalam hubungan internasional dan studinya, atau bagi mereka yang tertarik untuk mengikuti perkembangan konflik dunia. Konflik dipahami sebagai suatu perbedaan antar individu atau kelompok yang didasari oleh kompetisi kepentingan dan perbedaan identitas atau sikap aktor yang terlibat didalamnya (Schellengberg, 1996). Salah satu pembahasan mengenai konflik internasional yang sampai saat ini sangat menarik adalah kawasan Asia Timur dalam perkembangan konfliknya yang beragam, terlebih isu keamanan tradisionalnya dan manajemen konflik dalam resolusinya di kawasan tersebut. Keamanan tradisional didefinisikan sebagai suatu keamanan dalam ruang lingkup geo – politik dan interaksi antar negara yang erat kaitannya dengan isu – isu seperti isu nuklir, perimbangan kekuatan, dan strategi militer. Singkatnya, ancaman keamanan tradisional merupakan ancaman keselamatan negara pada aspek militer atau ancaman yang berlangsung di luar negara dalam ruang lingkup kawasan. Stephen Walt, menjelaskan bahwa keamanan dalam studinya dapat didefinisikan sebagai suatu telaah yang mengkaji seputar ancaman, penggunaan militer dan kontrol militer suatu negara (Walt, 1991).

Pengembangan senjata nuklir merupakan hal yang begitu mengkhawatirkan dan melahirkan ancaman bagi stabilitas keamanan, sehingga kemudian untuk mengekang penggunaan dan pengembangan senjata pemusnah massal ini telah dikeluarkan beberapa perjanjian internasional guna mengontrol pengembangan dan larangan aktivitas dari pada senjata ini, seperti Non Proliferation Treaty (NPT). Sebagai negara yang masih masif mengembangkan senjata nuklir dan rudalnya, hadirnya Korea Utara merupakan sebuah ancaman bagi stabilitas keamanan, terkhususnya kawasan Asia Timur. Isu keamanan tradisional nuklir Korea Utara ini telah melahirkan konflik yang panjang pada kawasan Asia Timur, mengingat Korea Utara tidak hanya mengembangkan senjata nuklirnya, namun juga melakukan aktivitas uji coba terhadap senjatanya tersebut sehingga menimbulkan kekhawatiran masyarakat global. Sepanjang pengembangan senjata nuklirnya, Korea Utara telah melakukan setidaknya enam kali aktivitas uji coba nuklir dengan dampak yang dihasilkan yakni gempa dengan kisaran 4,2 hingga 6,2 skala richter.

Sebelum berangkat lebih jauh mengenai bagaimana manajemen konflik di kawasan Asia Timur terhadap pengembangan senjata nuklir Korea Utara, kita perlu terlebih dahulu mengetahui dinamika keamanan kawasan Asia Timur dan implikasi keberadaan pengembangan dan aktivitas nuklir Korea Utara terhadap dinamika keamanan kawasan. Setelah berakhirnya Perang Dingin, stabilitas keamanan dari pada kawasan Asia Timur ini masih sulit kondusif. Ditengah rawannya konflik keamanan antar negara, seperti konflik Semenanjung Korea, kekuatan aliansi Jepang – Amerika Serikat, alansi Korea Selatan – Amerika Serikat, rivalitas Jepang – Tiongkok, peningkatan kapasitas militer Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan, dan pengembangan nuklir Korea Utara. Bergerak dari konflik – konflik tersebut, dinamika keamanan kawasan Asia Timur telah mencapai apa yang disebut dengan kompleksitas. Kompleksitas pada kawasan ini dapat dilihat dari aspek geografis, anarkisme kawasan, polaritas kekuatan, dan konstruksi sosial melalui pola interaksi antar negara didalam kawasan, yakni adanya pola kerja sama yang baik, dan konflik atar negara yang menyebabkan lahirnya security dilemma, yakni situasi di mana satu atau lebih negara meningkatkan kapasitas militer dengan kepentingan keamanannya guna mengurangi tingkat keamanan negara sekitarnya (Jervis, 1978). Ancaman nuklir Korea Utara tergambar melalui kapasitas dari jangakauan dan hasil ledakan yang terus dikembangkan Korea Utara. Melihat pengembangan senjata rudal dan nuklir Korea Utara sebagai ancaman yang begitu nyata bagi kawasan dan bahkan global, berbagai upaya telah dilakukan sebagai langkah dari resolusi konflik yang terjadi. Dalam resolusinya, manajemen konflik di kawasan Asia Timur dihadapkan dengan tantangan, tantangan ini dilihat melalui perilaku Korea Utara yang tampaknya enggan bersungguh – sungguh dalam komitmennya menuju denuklirisasi. Hampir semua resolusi yang telah dicanangkan mendapatkan nilai nihil akan benar-benar terwujudnya pemberhentian program nuklir Korea Utara. Manajemen konflik Asia Timur terhadap penanganan nuklir Korea Utara telah diimplementasikan melalui:

  • Korean Peninsula Energy Development Organization (KEDO)

KEDO merupakan organisasi yang didirikan Jepang, Korea Selatan dan Amerika Serikat dilandasi keinginan ketiganya menyelesaikan masalah-masalah yang timbul akibat program nuklir Korea Utara. Didalamnya tertuang kesepakatan bahwa Korea Utara akan menonaktifkan reaktor nuklir miliknya dan sebagai timbal baliknya, Korea Selatan dan Jepang bersedia untuk membantu pembangunan reaktor angin ringan di Korea Utara dan Amerika Serikat sepakat untuk menjamin penuh kebutuhan minyak Korea Utara. (KEDO, n.d.).

  • Joint Declaration on Denuclearization of the Korean Peninsula (South and North Korea Declaration 1992)

Deklarasi ini berisikan mengenai persetujuan atau kesepakatan Korea Utara dan Korea Selatan untuk tidak melakukan segala bentuk aktvitas yang berkenaan dengan nuklir yakni kepemilikkan, penyimpanan, pengembangan, penggunaan, uji coba, dan produksi nuklir. (Ministry of Foreign Affairs Republic of Korea, 2008).

  • Six Party Talks

Merupakan upaya penguatan NPT sebagai kontrol stabilitas keamanan Asia Timur dalam urusan senjata nuklir. Tujuan utama dari upaya perundingan ini adalah untuk menuju pemberhentian program nuklir Korea Utara, yang melibatkan Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan Rusia. Didalamnya diatur kesepakatan denuklirisasi Semenanjung Korea dengan imbalan negara – negara yang terlibat didalamnya sepakat untuk melakukan normalisasi kerjasama ekonomi dengan Korea Utara dan menjamin penuh keamanan negara isolasi tersebut.

Dalam manajemen konflik di kawasan Asia Timur terkait program nuklir Korea Utara, tantangan yang dihadapi setiap resolusi masih merupakan tantangan yang sama, yakni perilaku Korea Utara yang sulit untuk benar – benar berkomitmen penuh berkontribusi menciptakan kawasan Asia Timur yang bebas ancaman nuklir. Sikapnya yang terus berubah – ubah dan mengkhianati perjanjian yang disepakati membuat kawasan Asia Timur terus berada dalam instabilitas keamanan dan terjerumus lebih jauh didalam ancaman krisis nuklir. Bagaimanapun, untuk menghentikan kemiskinan di negaranya, Korea Utara harus berkomitmen penuh untuk benar – benar menghentikan  pengembangan senjata pemusnah massal dan rudalnya. Dengan banyaknya sanksi ekonomi yang telah dijatuhkan yang semakin memperburuk keadaan ekonominya, dan bahkan fenomena bencana kelaparan yang tidak dapat diatasi pemerintah, seharusnya cukup memberikan pertimbangan bagi Korea Utara, bahwa untuk membentuk negara yang kuat, tidak melulu terpaku pada pengembangan senjata nuklir, melainkan peningkatan kemampuan angkatan militer dan peningkatan kapasitas taraf hidup yang layak bagi masyarakatnya, sehingga bukan hanya keamanan negara yang terjamin, namun juga kesejahteraan rakyat dapat ikut terjamin.

Daftar Pustaka

Schellengberg, J. A. (1996). Conflict Resolution : Theory, Research, and Practice. State University of New York Press.

Jervis, R. (1978). Coorperation Under the Security Dilemma. World Politics, 30(2), 167-214. https://doi.org/10.2307/2009958

Walt, S. M. (1991). The Renaissance of Security Studies. Dalam International Studies Quarterly, 35(2), 211-239. https://doi.org/10.2307/2600471

KEDO. (n.d.). Promoting Peace and Stability on the Korean Peninsula and Beyond. http://www.kedo.org/au_history.asp#

Ministry of Foreign Affairs Republic of Korea. (2008). Joint Declaration on The Denuclearization of The Korean Peninsula http://www.mofa.go.kr/eng/brd/m_5476/view.do?seq=305870

Author:

120 thoughts on “Manajemen Konflik Asia Timur: Ancaman Nuklir Korea Utara dan Tantangan Resolusi Konflik

  1. Such a well-written article with a great topic. Thank you for sharing with us and augment our knowledge Egaa! Keep up the good work, stay healthy, safe, sane, and God Bless🌻

  2. Dalam artikel ini memberikan wawasan bahwa Korea Utara masih terpaku pada ancaman dari isu keamanan tradisional. Penulisan artikel menggunakan bahasa yang mudah di pahami, Terimakasih Juliamega

  3. Artikel yang menambah wawasan. Sebagaimana informasi yang telah dipaparkan penulis singkat dan padat, sehingga mudah dipahami. Sarannya begitu membangun, bahwasanya program pengembangan nuklir ini didominasi oleh pemikiran Kim Il-sung (program jangka panjang) yang percaya akan memberikan beberapa keuntungan, untuk mewujudkan Korut yang kuat dan makmur.
    Terima kasih penulis. Ditunggu artikel selanjutnya. Good job.

  4. Sangat bagus dan informatif. you did it well, ega! penggunaan tata bahasa yang baik dan komprehensif sehingga menjadi satu paduan harmonis dalam menjelaskan Dinamika di Asia Timur. GBU!

  5. Akhir nya ngerti cara komen
    Btw, artikel yg lagi aku cari2 untuk tugas sekolahku. Makasih ya ka sudah membuat artikel sebagus ini☺️aku izin untuk ambil sedikit materi kaka yaaa. Sukses terus dan sehat selalu kaa juliaaaa!!!!!!!!🦋❤️

  6. Artikelnya sangat menarik dan penulisannya juga sistematis sehingga mudah dipahami, sangat bermanfaat. Ditunggu artikel selanjutnya:)

  7. Senjata nuklir digunakan sebagai sarana untuk menekan komunitas internasional agar melibatkan Korea Utara dalam percaturan global. Selain itu, Korea Utara ingin memajukan kepentingan- kepentingan lainnya, terutama pencabutan sanksi keuangan internasional yang diterimanya. Nice article 👌🏻👌🏻

  8. Dari judul sudah menarik perhatian pembaca, isi artikel juga sangat informatif dan cukup menambah wawasan. Gaya penulisan juga sangat mudah dipahami. Keep it up!

  9. Artikel yang bagus, penulis memaparkan bagaimana kondisi konflik nuklir korea utara dimulai dan dengan perkembangan yang ada. Mungkin, dikesempatan selanjutnya berharap penulis memperluas pemaparan kondisi ekonomi yg terdampak karena hal ini.

    Terimkasih ega, artikelnya informatif!

  10. Pingback:Vice City Market

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *