Peran Jepang di Afganistan: Membangun Kembali Afganistan Pasca Serangan Teroris di WTC (World Trade Center)

Serangan teroris yang menyerang dan menghancurkan gedung pencakar langit World Trade Center dilihat sebagai ancaman yang nyata oleh negara-negara. Setelah peristiwa mengerikan ini, Presiden Amerika Serikat (AS) saat itu menyerukan perang untuk melawan terorisme kepada sekutunya, salah satunya ialah Jepang. Hubungan kerja sama dalam bidang keamanan antara Amerika Serikat dan Jepang dibentuk pada tahun 1951 yang tertuang dalam traktat keamanan yang menyebutkan bahwa AS berkomitmen untuk melindungi Jepang (Freitas, 2015, hlm.03). Aliansi antara AS dan Jepang semakin menguat dengan pernyataan Presiden AS yang menyatakan perang melawan terorisme. Saat penyerangan yang dilakukan oleh AS ke Afganistan untuk menangkap Osama Bin Laden, Jepang mengirimkan kapal penghancur dari pangkalan Yokosuka dan Jepang juga mengirimkan pasukan non-tempur.

Jepang berinisiatif untuk melakukan perlawanan terhadap tindakan terorisme dalam negerinya. Begitu pula di Asia, Jepang berusaha menjadi pilar dalam melawan tindakan terorisme dengan memberikan dukungan kepada negara-negara Asia yaitu dukungan secara finansial, namun hal ini kurang signifikan dalam mencegah tindak terorisme di masa depan. Kontribusi Jepang dalam melawan terorisme ini dijadikan Jepang sebagai cara untuk meningkatkan pengaruhnya dipanggung global dan untuk membuat kawasan Jepang serta Asia khususnya Asia Timur bebas dari tindakan terorisme. Upaya yang dilakukan oleh Jepang adalah dengan diberlakukannya undang-undang anti terorisme yang dibuat khusus pada tahun 2001. Pada tahun 2002, dalam mengikuti resolusi PBB, Jepang meminta semua negara untuk menyimpulkan tindakan atau konvensi internasional terkait terorisme. Jepang dan Afganistan memulai hubungan diplomatik secara resmi pada tahun 1931.

Setelah kejadian 9/11 pemerintah Afganistan ingin membentuk pemerintahan yang baru. Afganistan dikenal sebagai surga bagi para teroris dan diharapkan Afganistan dapat membangun kembali negaranya. Jepang menyatakan keprihatinannya dan akan terus membantu Afganistan dengan dukungan dalam tiga bidang yaitu membantu proses perdamaian, kerja sama dalam bidang keamanan dan bantuan kemanusiaan (Walia, 2020, hlm. 5).  Dalam bantuan untuk membangun Afganistan yang demokratis, Jepang mengirimkan ahli hukum ke Afganistan untuk proses perumusan konstitusi baru. Rumusan konstitusi yang baru ini diharapkan oleh Jepang dengan berharap bahwa Afganistan tidak lagi menjadi surga bagi para teroris.

Kerja sama keamanan antara Jepang dan Afganistan meliputi pengiriman pasukan ke Afganistan, namun hal ini terhalang oleh konstitusional Jepang yang tidak dapat membantu suatu negara dalam militernya dengan upaya untuk tetap mempertahankan kekuatan militer dalam Jepang itu sendiri. Jepang dinilai berhasil karena sekitar 90 persen dari mantan kombatan mendapatkan pekerjaan dan lainnya yang puas dengan mengenai reintegrasi sosial mereka (Walia, 2020, hlm. 6). Fokus utama bantuan pembangunan luar negeri Jepang atau Official Development Assistance (ODA) adalah dalam bidang pendidikan, dana ODA yang Jepang kucurkan telah membantu memulihkan lebih dari ratusan bangunan sekolah. Bantuan terhadap guru serta mengembangkan pelatihan materi dan kejuruan.

Program pembangunan kembali dengan bantuan dari Jepang ini dilaksanakan dengan tujuan untuk bantuan tanpa batas. Pembangunan infrastruktur sosial dan pembangunan ekonomi ini diletakkan dengan dasar dalam mencapai taraf hidup masyarakat Afganistan yang lebih baik lagi. Kepercayaan di antara kedua negara sudah dibangun selama bertahun-tahun lamanya. Bantuan Jepang dalam merekonstruksi Afganistan ini telah membuat kepercayaan di antara kedua negara semakin kokoh (Japan International Cooperation Agency, n.d.). Dukungan Jepang serta partisipasinya dalam melawan tindakan terorisme merupakan langkah pemerintah Jepang dalam melindungi kepentingannya serta memperkuat solidaritas dengan negara lain. Meskipun peran Jepang dalam bidang militer sangat minim, tetapi Jepang dapat masuk kedalam komunitas internasional. Jepang punya kesempatan untuk berkontribusi tidak hanya di Afganistan tetapi untuk seluruh masyarakat internasional dengan program yang dimiliki oleh Jepang. Upaya Jepang ini dapat menjadikan Jepang sebagai pemain utama dalam hal perang melawan terorisme serta sebagai negara pemberi bantuan dipanggung internasional.

Daftar Pustaka

Freitas, A., T., D., S. (2015). Dukungan Jepang Dalam Melawan Terorisme Era Pemerintahan Koizumi 2001-2006. Jurnal Hubungan Internasional, 1(3), 1-8. https://ojs.unud.ac.id/index.php/hi/article/view/12876

Walia, S. (2020). Securing Peace in Afghanistan: A Primer on Japan’s Role. ORF Issue Brief, 347, 4-8. https://www.orfonline.org/research/securing-peace-in-afghanistan-a-primer-on-japans-role-63634/

Japan International Cooperation Agency. (n.d.). Afghanistan and Japan Working Together on State Building and Development.
https://www.jica.go.jp/jica-ri/publication/booksandreports/jrft3q00000029jj-att/Introduction.pdf

Author: Rosa Lestari

keep moving.

45 thoughts on “Peran Jepang di Afganistan: Membangun Kembali Afganistan Pasca Serangan Teroris di WTC (World Trade Center)

  1. Good one Rosa! Thank you for sharing with us and augment our knowledge! Keep up the good work, stay healthy, safe, sane, and God Bless🌻

  2. Jepang walaupun belum pernah menerima serangan langsung terorisme namun Jepang konsisten dalam upayanya melawan terorisme, terima kasih author wawasan barunya

  3. Keren! akhirnya bisa baca keterlibatan Jepang dalam rekonstruksi Afganistan dengan bahasa yang lebih mudah dimengerti kaum milenial! Semangat terus author, kami siap membaca artikel selanjutnya!!

  4. Peran si Jepang ini menarik nampaknya. Penasaran sih jadinya tentang hubungan lainnya antara Jepang dengan negara-negara lain di dunia . Menarik nih! Thanks ka ocaaaa

  5. Topiknya menarik, disampaikan dari awal sampai akhir dengan baik dan jelas oleh penulis. tapi akan lebih menarik lagi kalau disampaikan dampak secara garis besar bukan hanya dari sisi terorisme dan militer.

  6. Pingback:jstutorial
  7. Pingback:free cvv dumps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *