Keamanan Maritim Jepang dan ASEAN

Prinsip dari keamanan nasional Jepang tidak berubah, masih seperti tahun-tahun setelah perang, yaitu mempertahankan kebijakan secara eksklusif memfokuskan pada pertahanan dan tidak membuat kekuatan militer yang akan berdampak sebagai ancaman untuk negara lain. Hubungan Jepang dengan ASEAN didorong oleh penerapan Doktrin Fukuda yang dikenal sebagai hubungan dari hati ke hati, dalam mengejar Doktrin Fukuda Jepang mulai memperluas kebijakan regional termasuk bidang keamanan (Rumondang, 2017). Asia Pasifik merupakan lingkungan maritim yang mendunia dan merupakan kawasan yang strategis, namun kawasan ini rentan terhadap ancaman tradisional ataupun non tradisional. Oleh karena itu penting bagi negara-negara di kawasan untuk melakukan kerja sama dalam pengelolaan maritim. Sebagai bentuk dalam keseriusannya dalam strategi keamanan nasionalnya, Jepang berperan dalam mempromosikan kerja sama multilateral di kawasan Asia Pasifik, termasuk kerangka ASEAN+3 dan dialog trilateral seperti pengelompokan Jepang, China, dan Korea (Matsumoto, 2015). National Security Strategy atau NSS dan National Defence Program Guidelines atau NDPG menyampaikan Jepang bertekad untuk melindungi wilayahnya secara sepenuhnya dan Jepang akan berperan dalam menjaga serta mengembangkan laut yang terbuka dan stabil khususnya dengan berupaya memastikan jalur komunikasi laut yang aman (Matsumoto, 2015).

Upaya Jepang untuk mengamankan kepentingannya dengan berusaha berperan aktif dalam keamanan dan politik, hal ini terbukti dengan masuknya Jepang dalam forum Asean Regional Forum atau ARF. Masuknya Jepang merupakan cara baru untuk mendekati keamanan Asia Pasifik yang menekankan kebutuhan untuk bekerja sama bidang ekonomi regional dan berupaya untuk menyelesaikan konflik yang berlangsung di kawasan regional serta mengatur keamanan yang ada. Jepang memiliki kemampuan yang kuat dalam bidang maritim, dari sisi teknologi maupun sisi personil.

Keseriusan Jepang dalam menjaga hubungan keamanan dengan Asia Tenggara yang dianggap sebagai langkah yang cukup besar bagi perkembangan tujuan Jepang untuk berperan lebih di kawasan Asia Tenggara, terbukti dengan masuknya Jepang dalam ASEAN Defense Ministrials Meetings atau ADMM plus dan telah melaksanakan kerja sama keamanan yang efektif di bidang non tradisional. ADMM merupakan wadah untuk berbicara, berkumpul dan bekerja sama dalam masalah yang terkait dengan keamanan dan pertahanan. Selain ARF dan ADMM ini Jepang telah melaksanakan hubungan keamanan dan melakukan kontak militer dengan negara-negara Asia Tenggara dalam keamanan wilayah kawasan tersebut. Seperti hal yang dilakukan oleh Jepang bersama pemerintah Indonesia dan Pusat Regional PBB untuk Perdamaian dan perlucutan Senjata di kawasan Asia dan Pasifik telah mensponsori seminar di kawasan Jakarta mengenai Perdagangan Senjata Ringan pada tahun 2000.

Bagi ASEAN dan kemitraannya dengan negara anggota mitra wicara, kerja sama maritim merupakan suatu hal yang dianggap sebagai prioritas utama. Pada ASEAN Maritime Forum atau AMF ke-9 dan Expanded – ASEAN Maritime Forum atau EAMF ke-7 yang diselenggarakan pada Desember 2019 di kawasan Vietnam, membahas mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kerja sama keamanan maritim, pemberantasan illegal fishing, meningkatkan perlindungan terhadap lingkungan laut serta penanganan sampah sampah plastik di laut. ASEAN Maritime Forum merupakan suatu forum dialog dari institusi terkait permasalahan maritim atau kelautan (Sekretariat Nasional Indonesia-ASEAN, 2019). Sebelumnya, pada EAMF ke-6 juga telah dibahas mengenai keamanan maritim. Kasuke Nagaoka, yang mewakili Jepang beranggapan pentingnya menjaga dan memperkuat ketertiban berbasis aturan di laut sekaligus memperkenalkan upaya Jepang dalam mewujudkan Indo Pasifik yang bebas dan terbuka melalui bantuan peningkatan kapasitas bagi lembaga penegak hukum maritim di kawasan (Ministry of Foreign Affairs of Japan, 2018).

Jepang beranggapan bahwa dalam kawasan Indo Pasifik yang menghubungkan transportasi antara Jepang dan ASEAN akan mencapai perdamaian serta kesejahteraan hanya dengan menerapkan aturan-aturan hukum yang semua masyarakat dapat merasakan kebebasan dan keterbukaan. Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengungkapkan bahwa negaranya akan membantu negara anggota ASEAN untuk memperkuat pengamanan maritim dengan cara meningkatan kemampuan personel dan menyediakan kapal. Dalam hal ini Jepang membantu dengan melakukan patroli illegal fishing dan cara mengendalikannya dengan memberi bantuan kepada negara ASEAN yang berupa kapal patroli termasuk Indonesia dan Vietnam (Asmara, 2020). PM Suga menjadikan Indonesia dan Vietnam sebagai negara tujuan pertama Jepang untuk merealisasikan perdamaian dan kemakmuran kawasan. Kesepakatan antara Indonesia dengan Jepang antara Badan Keamanan Laut atau Bakamla dengan Japan Coast Guard telah dilakukan pada tahun 2019, sejak adanya kesepakatan ini telah dilakukan berbagai macam program kerja sama termasuk dalam peningkatan kapasitas Bakamla. Hal ini sejalan dengan tujuan Jepang dalam ASEAN maritime forum untuk mewujudkan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka melalui bantuan peningkatan kapasitas bagi lembaga penegak hukum maritim di kawasan. Tujuan kunjungan pertama sejak menjabat yaitu menurutnya hal ini penting karena Jepang menekankan dan mementingkan pada wilayah tersebut dan tertarik terhadap situasi yang berlangsung di Laut China Selatan (“Jepang Incar Vietnam dan Indonesia”, 2020). Dalam hal ini Jepang harus bersikap tenang karena Jepang juga harus tetap menjaga hubungan ekonominya dengan China dan disisi lain Jepang juga bekerja sama mengenai masalah keamanan dengan negara Indonesia dan Vietnam.

Daftar Pustaka

Asmara, T. (2020, 21 Oktober). Jepang Janji Bantu ASEAN Perkuat Keamanan Maritim. BeritaBenar. https://is.gd/6W4Waw

Jepang Incar Vietnam dan Indonesia untuk Perkuat Pertahanan. (2020, 16 Oktober). DW.com. https://www.dw.com/id/jepang-akan-perkuat-pertahanan-dengan-vietnam-dan-indonesia/a-55292772

Matsumoto, S. (2015). Japan’s Role in Security of The Asia-Pacific Region. Polish Journal of Political Science1(1), 54-72. https://www.ceeol.com/search/article-detail?id=778506

Ministry of Foreign Affairs of Japan. (2018). The 6th Expanded ASEAN Maritime Forum. https://www.mofa.go.jp/fp/msp/page25e_000277.html

Rumondang, N. (2017). Japan’s Changing Policy to Southeast Asia Through ASEAN. Global & Policy 5(1). https://core.ac.uk/reader/324103348

Sekretariat Nasional ASEAN – Indonesia. (2019). AMF ke-9 dan Expanded-AMF ke-7 di Vietnam: Penguatan Kerja Sama Maritim di ASEAN. http://setnas-asean.id/siaran-pers/read/amf-ke-9-dan-expanded-amf-ke-7-di-vietnam-penguatan-kerja-sama-maritim-di-asean

Author: Tias Indarwati

105 thoughts on “Keamanan Maritim Jepang dan ASEAN

  1. Well done! sangat bermanfaat untuk wawasan ASEAN, betul kita tau keseriusan Jepang dalam menjaga hubungan keamanan dengan Asia Tenggara yang dianggap sebagai langkah yang cukup besar bagi perkembangan tata negara.

    Terima kasih sdh menyampaikan artikel yang menarik👍

  2. Good one✨ Such a well-written article with an interesting topic to talk about. Thank you for sharing with us and augment our knowledge Tiass! Keep up the good work, stay healthy, safe, sane, and God Bless🌻

  3. Terima kasihh! saya menjadi lebih paham, terutama dengan penggunaan gaya bahasa oleh penulis yang membuat pembaca semakin mudah untuk dipahami

  4. Siapapun authornya, anda pintar bisa memilih kata yang lugas, saya yang tidak mengerti tentang topik ini jadi cukup paham karena author bisa memberikan kalimat yang sederhana yg dapat di mengerti orang awam seperti saya, isu ini ternyata sangat menarik untuk dibahas
    I can’t wait for next article!

  5. menarik, dan jelas membuat penasaran mengenai maksud dan tujuan dari jepang yang ingin turut berperan dalam menjaga laut wilayah ASEAN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *